STUDI PERENCANAAN AIR LIMPASAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BIOSWALE DI PERUMAHAN THE 9 RESIDENCE, KOTA MALANG

Sela Aulia Sandi, Anita Rahmawati, Reny Rochmawati

Abstract


                                                  ABSTRAK

Pertumbuhan kawasan permukiman meningkatkan luas permukaan kedap air dan dapat memperparah limpasan air hujan, sehingga menambah beban pada sistem drainase yang ada. Studi ini mengevaluasi perencanaan *bioswale* sebagai alternatif pengelolaan air hujan yang berkelanjutan di Kompleks Perumahan The 9 Residence, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan data curah hujan maksimum tahunan selama 15 tahun (2011–2025), data tata guna lahan, data topografi, dan hasil uji permeabilitas tanah. Analisis frekuensi curah hujan dilakukan menggunakan distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson Tipe III, yang dilanjutkan dengan uji kesesuaian (*goodness-of-fit*) Smirnov–Kolmogorov dan Chi-Square. Curah hujan rancangan periode ulang 2 tahun yang terpilih adalah 147,57 mm. Metode rasional menghasilkan debit puncak limpasan sebesar 0,7477 m³/detik dengan menggunakan koefisien limpasan gabungan 0,720 dan intensitas hujan rancangan 304,10 mm/jam. Volume limpasan yang harus ditampung adalah 1.305,29 m³. Selanjutnya, dirancang *bioswale* berbentuk trapesium dengan lebar dasar 0,70 m, kedalaman efektif 1,00 m, kemiringan dinding samping 1,5:1, tinggi jagaan (*freeboard*) 0,15 m, koefisien kekasaran Manning 0,25, dan kemiringan memanjang 2%. Kapasitas hidrolik yang dihitung sebesar 0,7954 m³/detik, yang melampaui debit puncak rancangan. Permeabilitas tanah rata-rata hasil pengukuran adalah 7,212176 cm/jam, sedangkan nilai media infiltrasi rancangan ditetapkan sebesar 7 cm/jam. Waktu penurunan muka air (*drawdown time*) yang dihasilkan adalah 14,29 jam, yang berada di bawah rentang rekomendasi 24–72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa *bioswale* yang diusulkan layak secara teknis sebagai komponen pelengkap pengelolaan air hujan berkelanjutan di lokasi studi.

                                               ABSTRACT

The growth of residential areas increases impervious surfaces and can intensify stormwater runoff, thereby adding pressure to existing drainage systems. This study evaluates the planning of a bioswale as a sustainable stormwater management alternative at The 9 Residence Housing Complex, Lowokwaru District, Malang City. The study used 15 years of annual maximum rainfall data from 2011–2025, land-use data, topographic data, and soil permeability test results. Rainfall frequency analysis was performed using Normal, Log Normal, Gumbel, and Log Pearson Type III distributions, followed by Smirnov–Kolmogorov and Chi-Square goodness-of-fit tests. The selected 2-year design rainfall was 147.57 mm. The rational method produced a peak runoff discharge of 0.7477 m³/s using a combined runoff coefficient of 0.720 and a design intensity of 304.10 mm/h. The required runoff volume was 1,305.29 m³. A trapezoidal bioswale was then designed with a bottom width of 0.70 m, effective depth of 1.00 m, side slope of 1.5:1, freeboard of 0.15 m, Manning roughness coefficient of 0.25, and longitudinal slope of 2%. The calculated hydraulic capacity was 0.7954 m³/s, exceeding the design peak discharge. The mean measured soil permeability was 7.212176 cm/h, while the design infiltration medium was taken as 7 cm/h. The resulting drawdown time was 14.29 h, which is below the recommended 24–72 h range. The results indicate that the proposed bioswale is technically feasible as a complementary component of sustainable stormwater management at the study site.


References


Alasow, N. M., Supraptoi, B., & Noerhayati, E. (2019). Studi Evaluasi Drainase Di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Download. Garuda. Kemdikbud. Go. Id, 7(2), 102-107.

Arifin, S. S. (2022). MODEL PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU‎ PERKOTAAN:‎ STUDI KASUS KOTA GORONTALO= URBAN GREEN SPACE DEVELOPMENT MODEL: A CASE‎ STUDY OF‎ GORONTALO CITY (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Data curah hujan Stasiun Klimatologi Karangploso, Malang, 2011–2025.

Badan Standardisasi Nasional, SNI 03-3424-1994: Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan. Jakarta: BSN, 1994.

Hamam, W. N., Rokhmawati, A., & Rahmawati, A. (2023). Perencanaan Jaringan Drainase pada Perumahan Permata Garden Regency Kecamatan Junrejo Kota Batu. Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal), 13(1), 375-384.

J. Loebis, Banjir Rencana untuk Bangunan Air. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 1992.

Khoerani, A., Prayogo, R. D. R. B., & Sari, R. R. (2022, August). Perancangan Bioswale sebagai Jalur Hijau Jalan Studi Kasus Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. In Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar (Vol. 13, No. 01, pp. 190-198).

Maryland Department of the Environment, Maryland Stormwater Design Manual, 2009.

M. Dinić-Branković, P. Mitković, I. Bogdanović-Protić, M. Igić, and J. Đekić, “Bioswales as Elements of Green Infrastructure-Foreign Practice and Possibilities of Use in the District of the City of Nis, Serbia,” Serbia, Nov. 2018.https://www.researchgate.net/publication/33521931 2

Permen ATR KBPN Nomor 14 Tahun 2022,

Simamora dkk., “Pengurangan Limpasan Menggunakan Bioswale-Biopori Cocopeat sebagai Cadangan Air RTH Perkotaan,” 2022.

Soewarno. (1995). Hidrologi Aplikasi Metode Statistik untuk Analisa Data Jilid I. Bandung: Nova.

Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

United States Environmental Protection Agency, Storm Water Technology Fact Sheet: Vegetated Swales, EPA 832-F-99-006, Washington, DC, 1999.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.