EFISIENSI KONTRUKSI GRILL DRAINASE DALAM MENGURANGI BANJIR PERKOTAAN ( STUDI KASUS : JL. SOEKARNO HATTA KOTA MALANG )

Nanda Difa Cahyani, Azizah Rokhmawati, Ade Fitriyanti Ulul Azmi

Abstract


Banjir dan genangan air tetap menjadi masalah utama di daerah perkotaan karena peningkatan limpasan permukaan yang tidak diimbangi oleh kinerja sistem drainase yang memadai. Di Kota Malang, khususnya di Jalan Soekarno Hatta,
genangan sering terjadi saat hujan lebat, menunjukkan bahwa sistem drainase yang ada belum berfungsi secara optimal. Selain kapasitas saluran, komponen drainase seperti saluran masuk kisi-kisi memainkan peran penting dalam menentukan efektivitas aliran air hujan. Kisi-kisi drainase berfungsi sebagai saluran masuk dan
filter awal untuk puing-puing; namun, desain yang tidak tepat dapat menyebabkan hambatan aliran, peningkatan kehilangan energi, dan
penyumbatan, yang memperburuk genangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi berbagai desain kisi-kisi drainase
dalam hal debit aliran, kapasitas saluran, dan kehilangan energi, serta untuk membandingkan kinerja beberapa jenis kisi-kisi dengan kondisi tanpa kisi-kisi sebagai referensi untuk perencanaan drainase perkotaan. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan pendekatan analisis hidrologi dan hidraulik. Tahapan penelitian meliputi:
mengidentifikasi kondisi yang ada, merancang variasi kisi drainase, dan mengevaluasi kinerjanya melalui analisis debit limpasan, kapasitas saluran, kapasitas saluran masuk, dan kehilangan tekanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi aliran dipengaruhi oleh luas bukaan efektif kisi. Tipe 4 memiliki debit tertinggi (0,0756 m³/s), sedangkan Tipe 2 paling optimal (0,0739 m³/s; 6,45%), diikuti oleh Tipe 1 (0,0672 m³/s), dan Tipe 3 memiliki kinerja terendah (0,0483 m³/s; Ae 0,1152 m²). Akumulasi limbah mengurangi efisiensi hingga 50–90%. Pada intensitas curah hujan 376,5 mm/jam, Tipe 2 paling efektif dalam memenuhi kapasitas saluran 1,146 m³/s tanpa menyebabkan banjir. Oleh karena itu, Tipe 2 direkomendasikan
dan dapat dioptimalkan lebih lanjut melalui implementasi drainase ramah lingkungan, mengurangi limpasan sebesar 20% (0,229 m³/s)
dengan debit sisa 0,917 m³/s.
Flooding and water inundation remain major problems in urban areas due to increased surface runoff that is
not balanced by adequate drainage system performance. In Malang City, particularly on Soekarno Hatta
Street, inundation frequently occurs during heavy rainfall, indicating that the existing drainage system has
not functioned optimally. In addition to channel capacity, drainage components such as grill inlets play an
important role in determining the effectiveness of stormwater flow. Drainage grills function as inlets and
initial filters for debris; however, improper design can cause flow obstruction, increased energy loss, and
clogging, which worsen inundation. This study aims to analyze the efficiency of various drainage grill designs
in terms of flow discharge, channel capacity, and energy loss, as well as to compare the performance of
several grill types with conditions without grills as a reference for urban drainage planning. The method used
is Research and Development (R&D) with hydrological and hydraulic analysis approaches. The research stages
include identifying existing conditions, designing variations of drainage grills, and evaluating their
performance through runoff discharge, channel capacity, inlet capacity, and head loss analysis.
The results show that flow efficiency is influenced by the effective opening area of the grill. Type 4 has the
highest discharge (0.0756 m³/s), while Type 2 is the most optimal (0.0739 m³/s; 6.45%), followed by Type 1
(0.0672 m³/s), and Type 3 has the lowest performance (0.0483 m³/s; Ae 0.1152 m²). Waste accumulation
reduces efficiency by up to 50–90%. Under a rainfall intensity of 376.5 mm/hour, Type 2 is the most effective
in meeting the channel capacity of 1.146 m³/s without causing inundation. Therefore, Type 2 is recommended
and can be further optimized through eco-drainage implementation, reducing runoff by 20% (0.229 m³/s)
with a remaining discharge of 0.917 m³/s.

References


Agil Wong H, Ahsanul In’am S, Alvi Wardatun

N, Erni Yusnia, Sendryna Mey H, & Hany

Nurpratiwi. (2023). Persebaran Daerah

Rawan Banjir Di Wilayah Tulungagung.

Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial

Humaniora, 2(2), 136–148.

Hadi, F., Rachmawati, A., & Ingsih, I. S. (n.d.).

STUDI

EVALUASI

DRAINASE

JALAN

SOEKARNO HATTA KOTA PROBOLINGGO

MENGGUNAKAN PROGRAM EPA SWMM

2. In Jurnal Rekayasa Sipil | (Vol. 152, Issue

.

Rokhmawati, A., Ilhamsyah, F., & Suprapto,

B. (2023). RECHARGE WELLS MODEL BASED

ON

SHAPE FACTORS FOR FLOOD

MANAGEMENT IN KLOJEN DISTRICT,

MALANG CITY (Vol. 4, Number 2).

Wulandari, E., Suprapto, B., & Rokhmawati,

A.

(2022). Evaluasi Saluran Drainase

Perkotaan Pada Kecamatan

Rokhmawati, A., & Bakhtiar, A. (2021).

PERENCANAAN

TEKNIS

REHABILITASI

SALURAN DRAINASE DI KELURAHAN

BELIMBING. In Jurnal Rekayasa Sipil  (Vol.

, Number 5).

Wilujeng Nugroho, H., & Ulfa Aryani, Z.

(n.d.). Desain Sistem Drainase Perkotaan

Sustainability dengan Pendekatan Saluran

Bertingkat dan Grill Sampah di Kota

Pekanbaru. In IPTEKIN Jurnal Kebijakan

Pembangunan dan Inovasi (Vol. 7, Issue 2).

Azmi, A. F., Mustika, S. N., Noerhayati, E.,

Rochman, B. A., & Mohamad, I. N. (2026).

Modelling And Laboratory Test of An IoT

Solar Energy Based Automatic Irrigation

Gate System. BIO Web of Conferences, 1-9


Refbacks

  • There are currently no refbacks.