ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE JSA DAN FMEA (STUDI KASUS PADA PROYEK AREA RME DI PT MURIA SUMBA MANIS)

Muhammad Nashrul Auliya Farhan, Ita Suhermin Ingsih, A Aasniari

Abstract


Keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia masih tampak terabaikan, salah satu penyebab insiden ini adalah
implementasi keselamatan dan kesehatan kerja yang suboptimal, khususnya perilaku masyarakat industri. Dilaporkan dari data Badan Administrasi Asuransi Kesehatan (BPJS Ketenagakerjaan),
terdapat 221.740 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2020 dan 234.370 pada tahun 2021. Pada akhir Agustus 2022,
jumlahnya meningkat menjadi 239.000 kasus. Mengabaikan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat memicu
kecelakaan. Oleh karena itu, manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek memainkan peran penting dalam
perencanaan dan pengendalian proyek. Metode penelitian yang digunakan dalam proyek pembangunan Pabrik PT. Muria Sumba Timur menggunakan dua metode: FMEA dan JSA. Berdasarkan hasil analisis yang telah ditentukan, tingkat risiko kecelakaan kerja dibagi menjadi kategori Risiko Rendah, Sedang, dan Tinggi. Risiko kecelakaan kerja tertinggi di proyek area RME PT Muria Sumba Manis ditemukan pada pekerjaan rumah pompa dan panel, khususnya aktivitas beton berupa risiko tertusuk paku dan kayu dengan nilai RPN tertinggi sebesar 97423,87. Risiko dominan terjadi karena kelalaian pekerja dalam menggunakan APD. Sementara itu, metode JSA menunjukkan bahwa terdapat 7 aktivitas dengan kategori risiko tinggi dan 14 aktivitas dengan kategori risiko sedang pada pekerjaan tanah, rumah pompa dan panel, serta pekerjaan listrik di area RME.

 

Occupational safety and health in Indonesia still appears to be neglected, one of the causes of this incident is the suboptimal implementation of occupational health and safety, particularly the behavior of the industrial community. Reported from data from the Health Insurance Administration Agency (BPJS Ketenagakerjaan), there were 221,740 cases of workplace accidents in 2020 and 234,370 in 2021. By the end of August 2022, the number had increased to 239,000 cases. Ignoring Occupational Safety and Health (K3) guidelines can trigger accidents. Therefore, occupational safety and health (K3) management in projects plays a crucial role in project planning and control. The research method used in the PT. Muria Sumba Timur Factory construction project uses two methods: FMEA and JSA. Based on the results of the predetermined analysis, the level of occupational accident risk is divided into Low, Medium, and High Risk categories. The highest risk of work accidents in the RME area project at PT Muria Sumba Manis is found in pump house and panel work, especially concrete activities in the form of risks of being pierced by nails and wood with the highest RPN value of 97423.87. The dominant risk occurs due to worker negligence in using PPE. Meanwhile, the JSA method shows that there are 7 activities with a high risk category and 14 activities with a medium risk category in earthworks, pump houses and panels, and electrical work in the RME area.


References


W. A. I. Mawikere and B. E. Yuwono, “Manajemen Risiko K3 Pada Proyek Bendungan Temefnusa Tenggara Timur Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA),” in Prosiding Seminar Intelektual Muda, 2020.

T. Susilawati, D. Dharmawansyah, and Sumaedi, “Metode Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Proyek Konstruksi ( Studi Kasus Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Sumbawa ),” vol. 3, no. 3, pp. 107–114, 2019.

S. F. Harahap and S. Tirtayasa, “Pengaruh Motivasi , Disiplin dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT . Angkasa Pura II ( Persero ) Kantor Cabang Kualanamu” vol. 3, no. 1, pp. 120–135, 2020.

A. Rokhmawati and I. S. Ingsih, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Pada Proyek Pembangunan Hotel Aston Inn Batu dengan Metode Regresi Linier Berganda Menggunakan Software SPSS,” J. Ilm. Mhs., vol. 15, 2025.

V. D. Septiani, I. S. Ingsih, and B. Santoso, “Penerapan Metode Failure Mode and Effect Analysis ( FMEA ) dalam Manajemen Risiko Bahaya Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Hotel Aston Inn 2 Batu,” J. Rekayasa Sipil, vol. 15, 2025.

M. M. Afan, N. Riwibowo, O. D. Wijaya, and M. Rohmah, “Analisis penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (k3) terhadap kinerja pekerja konstruksi,” vol. 12, no. 2, pp. 144–153.

S. R. Ayuningtyas, A. Rahmawati, and A. Aasniari, “Studi Alternatif Perencanaan Sistem Plumbing pada Pembangunan Gedung Riset dan Inovasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang,” J. Rekayasa Sipil, vol. 16, no. 1, pp. 66–75, 2026.

R. C. Uyun and E. Widowati, “Hubungan Antara Pengetahuan Pekerja Tentang K3 Dan Pengawasan K3,” vol. 10, pp. 391–397, 2022.

S. Nasution, “Variabel penelitian,” pp. 1–9, 2017.

V. D. Septiani, I. Suhermin, and B. Santoso, “Penerapan Metode Failure Mode and Effect Analysis ( FMEA ) dalam Manajemen Risiko Bahaya Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Hotel Aston Inn 2 Batu,” vol. 15, no. 2, pp. 291–301, 2025.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.