STUDI ANALISIS TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI SUNGAI BRANTAS KOTA MALANG
Abstract
Total Padatan Tersuspensi (Total Suspended Solid/TSS) merupakan salah satu parameter fisik yang sangat penting dalam penilaian kualitas air permukaan karena berkaitan langsung dengan peningkatan kekeruhan, berkurangnya penetrasi cahaya, dan terhambatnya proses fotosintesis organisme akuatik. Pada segmen Sungai Brantas di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, permukiman padat yang berada di sepanjang bantaran sungai menghasilkan limpasan permukaan yang membawa sejumlah besar partikel tersuspensi. Namun, belum terdapat penelitian khusus yang secara spesifik mengkaji distribusi TSS dan kontribusinya terhadap penurunan kualitas air pada segmen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi TSS pada titik pengambilan sampel bagian hulu, tengah, dan hilir (SP-1 hingga SP-3), mengkaji kontribusi TSS terhadap skor STORET, serta mengusulkan strategi pengelolaan terpadu untuk mengendalikan padatan tersuspensi. Sampel air diperoleh menggunakan metode grab sampling dan selanjutnya dianalisis di Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta I berdasarkan Standard Methods APHA Edisi ke-23 (Metode 2540 D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TSS masing-masing sebesar 70,4 mg/L (SP-1), 88,4 mg/L (SP-2), dan 103,2 mg/L (SP-3), yang seluruhnya melebihi baku mutu air permukaan Kelas II sebesar 50 mg/L berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, dengan persentase kelebihan masing-masing sebesar 40,8%, 76,8%, dan 106,4%. Peningkatan konsentrasi TSS secara konsisten dari hulu ke hilir sebesar 46,6% menunjukkan adanya kontribusi pencemaran dari sumber non-titik (non-point source pollution) yang berasal dari limpasan permukiman dan air limbah domestik yang tidak diolah. Dalam analisis STORET yang menggunakan lima parameter (TSS, TDS, DO, BOD, dan COD), TSS memberikan kontribusi skor kumulatif sebesar −3, yang merepresentasikan 20% dari total skor negatif sebesar −15, dengan kualitas air secara keseluruhan diklasifikasikan sebagai Tercemar Ringan (Kelas B, −5 pada setiap titik). Penanaman vegetasi riparian, pemasangan perangkap sedimen (sediment trap), serta pemantauan rutin setiap enam bulan direkomendasikan sebagai langkah prioritas untuk mencegah peningkatan akumulasi TSS dan menjaga fungsi ekologis Sungai Brantas.
Total Suspended Solid (TSS) is one of the most critical physical parameters in surface water quality assessment, directly linked to increased turbidity, reduced light penetration, and suppression of aquatic photosynthesis. In the Lowokwaru District segment of the Brantas River, Malang City, dense residential settlements along the riverbanks generate substantial surface runoff laden with suspended particles. However, no targeted study has specifically characterized TSS distribution and its contribution to water quality degradation in this segment. This study aims to analyze TSS concentrations across upstream, midstream, and downstream sampling points (SP-1 to SP-3), assess TSS contribution to the STORET score, and propose integrated management strategies for suspended solid control. Water samples were obtained using the grab sampling technique and subsequently analyzed at the Jasa Tirta I Environmental Laboratory following Standard Methods APHA 23rd Edition (Method 2540 D). Results revealed TSS concentrations of 70.4 mg/L (SP-1), 88.4 mg/L (SP-2), and 103.2 mg/L (SP-3), all exceeding the Class II surface water threshold of 50 mg/L (PP No. 22/2021) by 40.8%, 76.8%, and 106.4%, respectively. A consistent upstream-to-downstream increase of 46.6% confirms non-point source pollution from residential runoff and untreated domestic wastewater. Within the five-parameter STORET analysis (TSS, TDS, DO, BOD, COD), TSS contributed a cumulative score of −3, representing 20% of the total negative score of −15, with overall water quality classified as Lightly Polluted (Class B, −5 per site). Riparian vegetation planting, sediment trap installation, and regular biannual monitoring are recommended as priority interventions to prevent further TSS accumulation and protect the ecological function of the Brantas River
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Addzikri dan Rosariawari, “Analisis Kualitas Air Permukaan Sungai Brantas Berdasarkan Parameter Fisik dan Kimia,” https//journal.literasisains.id/index.php/INSOLOGI ISSN 2828-4984 (Media Online) |, vol. 2, no. 3, 2023, doi: 10.55123/insologi.v2i3.1981.
Ghozali et al., “Analisis Status Mutu Air Sungai Gajahwong Segmen Balérejo-Wirokertèn Menggunakan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan Indeks Kualitas Air,” vol. 7, no. 1, pp. 27–39, 2024.
A. Rahmawati, “Pengolahan Limbah Cair Domestik dengan Tanaman Eceng Gondok ( Eichornia Crassipes ) untuk Menghasilkan Air Bersih di Perumahan Green Tombro Kota Malang,” vol. 4, pp. 1–8, 2020.
Wiranto, “INTERPOLASI KRIGING DI KECAMATAN WINONGAN,” vol. 15, no. 2, pp. 197–204, 2025.
Lusiana et al., “Beban Pencemaran BOD dan Karakteristik Oksigen Terlarut di Sungai Brantas Kota Malang,” J. ILMU Lingkung., vol. 18, no. 2, pp. 354–366, 2020, doi: 10.14710/jil.18.2.354-366.
Kementerian PPN/Bappenas, “Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Aksi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) Edisi II. Jakarta: Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan”.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)