STUDI PENENTUAN SKALA PRIORITAS BERDASARKAN KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA JARINGAN SEKUNDER PELA CEMPAKA KABUPATEN BIMA

Iga Saputri Mulyani, Eko Noerhayati, Anita Rahmawati

Abstract


                                                       ABSTRAK

Jaringan Irigasi Sekunder Pela Cempaka di Kabupaten Bima melayani sekitar 532 hektare lahan pertanian dan memiliki peran penting dalam mendukung produksi pertanian. Namun, kinerjanya mengalami penurunan akibat kerusakan pada saluran dan bangunan irigasi, kebocoran air, pertumbuhan vegetasi yang tidak terkendali, serta terbatasnya kegiatan operasi dan pemeliharaan, sehingga menyebabkan distribusi air menjadi kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keseimbangan air (Faktor K), mengevaluasi kinerja jaringan irigasi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 32/PRT/M/2007, serta mengidentifikasi aspek-aspek yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kinerja. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan, survei, dan dokumentasi, serta didukung oleh data sekunder dari Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I). Evaluasi dilakukan terhadap enam komponen, yaitu prasarana fisik, produktivitas tanaman, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Faktor K sebesar 61,1%, yang mengindikasikan bahwa ketersediaan air belum mampu memenuhi kebutuhan air irigasi secara optimal. Nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi sebesar 58,03%, yang menunjukkan bahwa kondisi jaringan irigasi termasuk dalam kategori kurang dan perlu diperhatian. Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja perlu diprioritaskan pada rehabilitasi prasarana yang mengalami kerusakan, peningkatan sarana operasi dan pemeliharaan, perbaikan sistem dokumentasi, serta penguatan peran P3A guna mendukung pengelolaan irigasi yang efektif dan berkelanjutan.

 

The Pela Cempaka Secondary Irrigation Network in Bima Regency serves approximately 532 hectares of agricultural land and plays an important role in supporting agricultural production. However, its performance has declined due to damaged canals and hydraulic structures, water leakage, uncontrolled vegetation growth, and limited operation and maintenance activities, resulting in inefficient water distribution. This study aimed to determine the water balance level (K Factor), evaluate irrigation network performance based on the Regulation of the Minister of Public Works No. 32/PRT/M/2007, and identify priority aspects for performance improvement. A quantitative descriptive method was applied using primary data from field observations, surveys, and documentation, supported by secondary data from the Nusa Tenggara I River Basin Authority (BBWS NT I). The evaluation covered six components: physical infrastructure, crop productivity, supporting facilities, personnel organization, documentation, and Water User Farmers Association (P3A). The results showed a K Factor of 61.1%, indicating that available water was insufficient to meet irrigation demand. The Irrigation System Performance Index reached 58,03%, classifying the network as poor and requiring attention. Priority improvements should focus on rehabilitating damaged infrastructure, enhancing operation and maintenance facilities, improving documentation, and strengthening P3A participation to support effective and sustainable irrigation management.


References


D. Sutrisno, E. Noerhayati, and B. Suprapto, “OPTIMALISASI PERENCANAAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI BULULAWANG KABUPATEN MALANG,” 2025.

R. Al Hidayat, “Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Jaringan Irigasi di Kabupaten Bengkulu Tengah,” 2022, doi:10.37676/ekombis.v10i1.

M. A. Firmansyah, E. Noerhayati, and B. Suprapto, “STUDI EVALUASI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI CLUMPRIT KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG,” 2025.

R. Prayogo Rinarko, E. Noerhayati, and A. Rahmawati, “STUDI ANALISA OPTIMASI DISTRIBUSI IRIGASI TERHADAP KEBUTUHAN AIR PADA DAERAH IRIGASI KRASAK KAB. PROBOLINGGO,” 2025.

I. H. Prasetijo, “Studi Pemberdayaan Lembaga Pengelola Jaringan Irigasi di Tingkat Desa,” May 2012.

I Wayan Yasa, A. Setiawan, I. Dewa Gede Jaya Negara, H. Saidah, and A. Humayra Dirgantara, “SEBARAN KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN DEBIT ALIRAN DI KABUPATEN BIMA,” Mar. 2023. [Online]. Available: http://journal.unmasmataram.ac.id/index.php/GARA

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 20, “Tentang Irigasi,” 2006.

Menteri Pekerjaan Umum, “PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM PEDOMAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI No 32 / PRT / M / 2007,” 2007.

N. Anwar Fuadi, M. J. Yanuar Purwanto, and S. Darma Tarigan, “KAJIAN KEBUTUHAN AIR DAN PRODUKTIVITAS AIR PADI SAWAH DENGAN SISTEM PEMBERIAN AIR SECARA SRI DAN KONVENSIONAL MENGGUNAKAN IRIGASI PIPA STUDY ON WATER REQUIREMENT AND WATER PRODUCTIVITY OF PADDY FIELD WITH SRI AND CONVENTIONAL WATER SUPPLY SYSTEM BY USING PIPE IRRIGATION,” 2016.

L. Montarcih Limantara, Rekayasa Hidrologi. 2010.

Z. S. Madani, E. Noerhayati, and A. Rachmawati, “STUDI OPTIMASI PEMANFAATAN AIR DI DAERAH IRIGASI GAJAHLONGGONG KABUPATEN MALANG MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER,” 2025.

B. Triatmodjo, Hidrologi Terapan Yogyakarta: Beta Offset Yogyakarta. 2015.

Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, Standar Perencanaan Irigasi (KP 01). 1986.

N. Wahib Mishbahuddin, B. Suprapto, and A. Bakhtiar, “STUDI EVALUASI EFISIENSI JARINGAN SEKUNDER PADA DAERAH IRIGASI MENTURUS KABUPATEN MOJOKERTO,” 2024.

C. Soemarto, “Hidrologi Teknik. Usaha Nasional Surabaya.,” 1987.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.