ANALISIS SEDIMENTASI TERHADAP UMUR BENDUNGAN BENDO KABUPATEN PONOROGO BERBASIS ARC GIS
Abstract
Salah satu masalah utama yang mempengaruhi umur dan kinerja waduk, terutama pada bendungan serbaguna, adalah sedimentasi. Hilangnya fungsi waduk semakin cepat dan kapasitas penyimpanan efektif menurun akibat masuknya sedimen yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan Universal Soil Loss Equation (USLE) yang terintegrasi dengan ArcGIS 10.8 untuk mengetahui laju erosi tanah, laju sedimentasi, dan memperkirakan umur waduk Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo. Pendekatan kurva massa ganda digunakan untuk menguji konsistensi data curah hujan dari tiga lokasi terdekat. Parameter erosi, seperti erosivitas curah hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kecuraman lereng (LS), dan pengelolaan tutupan lahan (CP), dihasilkan melalui analisis spasial. Metode Brune digunakan untuk mengevaluasi efisiensi perangkap, dan Rasio Pengiriman Sedimen (SDR) digunakan untuk mengukur jumlah sedimen yang masuk ke waduk. Berdasarkan temuan tersebut, laju erosi tanah rata-rata tahunan di DAS ini adalah 62.825 ton/ha/tahun. Setelah Bendungan Bendo selesai dibangun pada tahun 2021, waduk ini diperkirakan akan bertahan sekitar 96 tahun, dengan perkiraan laju sedimentasi sebesar 99.836,25 m³/tahun. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan daerah aliran sungai dan pengendalian sedimen sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan fungsi Bendungan Bendo.
One of the primary issues impacting reservoir longevity and performance, especially in multipurpose dams, is sedimentation. The loss of reservoir function is accelerated and effective storage capacity is decreased by excessive sediment influx. This study uses the Universal Soil Loss Equation (USLE) integrated with ArcGIS 10.8 to investigate soil erosion rates, sedimentation rates, and estimate the reservoir lifespan of Bendo Dam, Ponorogo Regency. The double mass curve approach was used to examine the consistency of rainfall data from three nearby sites. Erosion parameters, such as rainfall erosivity (R), soil erodibility (K), slope length and steepness (LS), and land cover management (CP), were generated by spatial analysis. The Brune method was used to evaluate trap efficiency, and the Sediment Delivery Ratio (SDR) was used to quantify the amount of sediment entering the reservoir. According to the findings, the watershed's average annual rate of soil erosion is 62,825 ton/ha/year. After Bendo Dam is finished in 2021, the reservoir is expected to last for about 96 years, with an estimated sedimentation rate of 99.836,25 m³/year. These results show that watershed management and sediment control are crucial to preserving Bendo Dam's sustainability and functionality.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Asdak, C. (2007). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Balai Besar Sumber Daya Air. (2022). Karakteristik Hidrogeologi Kabupaten Ponorogo. Jawa Timur: Kementerian PUPR.
International Commission on Large Dams (ICOLD). 2023. General Synthesis on Dams and Reservoirs. Paris: ICOLD
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Peraturan Menteri PUPR tentang Bendungan dan Bangunan Air. Jakarta: Kementerian PUPR
Morris, G.L. & Fan, J. (1997). Reservoir Sedimentation Handbook. New York: McGraw-Hill.
Noerhayati, E. & Rahmawati, A. (2020). Prediksi Laju Sedimentasi Sungai Keser pada Bendungan Tugu Trenggalek dengan Metode HEC-RAS. Jurnal Rekayasa Sipil, 15(1), 32–41.
Rokhmawati, A., Ilhamsyah, F., & Suprapto, B. (2023). Recharge wells model based on shape factors for flood management in Klojen District, Malang City. Journal Innovation of Civil Engineering (JICE), 4, 185–194.
Sakinah, A. P. N., Warsito, & Rokhmawati, A. (2021). Studi alternatif perencanaan struktur baja gedung RSU Darmayu Ponorogo dengan menggunakan sistem rangka pemikul momen.
Sarifudin, S., Noerhayati, E., & Rokhmawati, A. (2022). Analisis Sedimentasi Berbasis ArcView GIS pada Bendungan Sumi Kabupaten Bima. Jurnal Rekayasa Sipil, 18(3), 210–222.
Soedibyo. (1993). Teknik Bendungan. Jakarta: Pradnya Paramita.
Suprapto, B. & Noerhayati, E. (2018). Analisis Sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Hulu sebagai Usaha Konservasi Lahan dan Sumberdaya Air. Jurnal Rekayasa Sipil, 3(2), 95–104.
Suripin. (2002). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Andi Offset.
Varadilla, S.R., Noerhayati, E., & Rahmawati, A. (2019). Studi Pendugaan Sisa Usia Guna Waduk Selorejo dengan Pendekatan Erosi dan Sedimentasi. Jurnal Rekayasa Sipil, 12(2), 120–132.
Wischmeier, W.H. & Smith, D.D. (1978). Predicting Rainfall Erosion Losses: A Guide to Conservation Planning. Washington: USDA Agriculture Handbook No. 537.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

