STUDI EVALUASI KETERLAMBATAN KINERJA PROYEK PENGGANTIAN JEMBATAN JETAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT (EVM) DAN SCHEDULE VARIANCE ANALYSIS (SVA)

Agit Anggara, Warsito Warsito, Aasniari Aasniari

Abstract


                                          ABSTRAK

Studi ini mengevaluasi kinerja keterlambatan Proyek Penggantian Jembatan Jetak di Kabupaten Pasuruan menggunakan metode Earned Value Management (EVM) dan Schedule Variance Analysis (SVA). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan menggunakan data primer dan sekunder seperti kurva-S dan laporan proyek. Hasil menunjukkan keterlambatan disebabkan oleh perubahan desain, penyesuaian elevasi, perpindahan material, pipa gas yang tidak direlokasi, keterbatasan tenaga kerja dan peralatan, serta cuaca ekstrem. SVA menunjukkan varians jadwal negatif dan nilai SPI di bawah 1, menunjukkan efisiensi waktu yang rendah dan keterlambatan rata-rata melebihi 10%, dengan perkiraan penyelesaian 32 minggu—terlambat lima minggu. EVM mengonfirmasi adanya keterlambatan kemajuan meskipun biaya masih dalam anggaran. Metode gabungan ini secara efektif mengidentifikasi deviasi awal dan mengevaluasi efisiensi biaya dan waktu secara keseluruhan.


                                         ABSTRACT

This study evaluates the delay performance of the Jetak Bridge Replacement Project in Pasuruan Regency using the Earned Value Management (EVM) and Schedule Variance Analysis (SVA) methods. A descriptive quantitative approach was applied using primary and secondary data such as S-curves and project reports. Results show delays caused by design changes, elevation adjustments, material switching, unrelocated gas pipelines, limited manpower and equipment, and extreme weather. SVA indicates negative schedule variances and SPI values below 1, showing low time efficiency and an average delay exceeding 10%, with completion estimated at 32 weeks—five weeks late. EVM confirms progress lag despite costs remaining within budget. The combined methods effectively identified early deviations and evaluated overall cost and time efficiency.
Keywords : Earned Value Management, Jetak Bridge, Project Delay, Schedule Variance Analysis



References


Latifani and A. Abdussalam, “Evaluasi Keterlambatan Proyek dengan Metode Konsep Nilai Hasil pada Proyek Jembatan,”

M. Khoirunnizam, “Kajian Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Jembatan Beton Penghubung Nglinggo — Kepohbaru,”

H. Hassan, J. B. Mangare, and P. A. K. Pratasis, “Faktor–Faktor Penyebab Keterlambatan Pada Proyek Konstruksi Dan Alternatif Penyelesaiannya (studi Kasus: Di Manado Town Square Iii),” 2016.

I. A. P. Sri Mahapatni, C. Putra, and K. E. Murwanta, “Analisis Kinerja Waktu dan Biaya Pelaksanaan Proyek dengan Metode Earned Value Pada Proyek Pembangunan Jembatan Pangkung Dalem Ruas Jalan Gitgit-Wanagiri,” kurvateknik, 2022

Sufa’atin, “Penerapan Metode Earned Value Management,” Prosiding SNATIF, vol. 4, 2017.

C. Y. Tjindra, S. Limanto, and Wijaya, Aditya, “Analisis Jadwal Pelaksanaan Proyek Gedung Bertingkat X di Surabaya Dengan Metode Earned Schedule,” Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, vol. 9, no. 2, Oct. 2020.

H. Suhendi and F. U. Ali, “Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Untuk Pemetaan Jalan dan Jembatan di Kota Cirebon,” Naratif, vol. 2, no. 1, pp. 6–15, Jul. 2020

I. B. G. Indramanik, “Earned Value Management

System dan Penerapannya pada Proyek Konstruksi Oleh Kontraktor Kecil di Bali,” vol. 9, 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.