STUDI EVALUASI SALURAN DRAINASE DI PERUMNAS WENGGA PEMBUANG HULU KECAMATAN HANAU KABUPATEN SERUYAN KALIMANTAN TENGAH
Abstract
Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan memiliki permasalahan pada saat musim penghujan banjir dan genangan sering terjadi pada hujan turun. Penyebab masalah genanganyaitu banyaknya sampah dan sendimen yang masuk ke saluran drainase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya debit air hujan yang diterima pada drainase kawasan Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau, untuk mengetahui kebutuhan dimensi saluran drainase yang dapat menerima debit limpasan, simulasi pemodelan saluran drainase menggunakan program EPA SWMM 5.1. Studi evaluasi ini untuk mengetahui secara pasti penyebab pasti terjadinya banjir dan genangan.Tahapan penelitian antara lain pengumpulan data hidrologi, topografi dan data drainase eksisting Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau. Dilanjutkan dengan analisis hidrologi, yang meliputi analisis hujan rencana dan analisis hidrolika berupa kapasitas tampungan. Hasil analisis kapasitas tampungan saluran drainase lebih besar dibandingkan dengan debit banjir rencana. Hasil perhitungan curah hujan rancangan dalam kala ulang 10 tahun yaitu sebesar 0,29759 m3/det, ukuran dimensi maksimum adalah tinggi 1,5 m dan lebar 0,9 m, dan untuk ukuran dimensi minimum adalah tinggi 0,6 m dan lebar 0,5 m, serta hasil evaluasi pada Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau yaitu intensitas hujan tertinggi terjadi pada jam ke- 1 dan dimensi saluran drainase mampu menampung debit banjir rencana.
Â
Katakunci: Drainase,Evaluasi Saluran,Dimensi Saluran
Â
ABSTRACT
Perumnas Wengga Pembuang Hulu, Hanau District, Seruyan Regency has problems during the rainy season, floods and inundation often occur when it rains. The cause of the inundation problem is the large amount of garbage and sediment that enters the drainage channel. The purpose of this study is to determine the amount of rainwater discharge received in the drainage of the Perumnas Wengga Pembuang Hulu area, Hanau District, to determine the dimensional needs of drainage channels that can receive runoff discharge, simulation of drainage channel modeling using the EPA SWMM 5.1 program. This evaluation study is to find out exactly the exact cause of flooding and inundation. The research stages include the collection of hydrological, topographical, and existing drainage data of Perumnas Wengga Pembuang Hulu, Hanau District. Followed by hydrological analysis, which includes planned rain analysis and hydraulic analysis in the form of storage capacity. The results of the analysis of the reservoir capacity of the drainage channel are larger than the planned flood discharge. The results of the calculation of the rainfall of the design in the 10-year re-period are 0.29759 m3/sec, the maximum dimension is 1.5 m high and 0.9 m wide, and for the minimum dimension size is 0.6 m high and 0.5 m wide, and the results of the evaluation at Perumnas Wengga Pembuang Hulu, Hanau District, namely the highest rain intensity occurs in the 1st hour and the dimensions of the drainage channel are able to accommodate the planned flood discharge.
Â
Keywords: Drainage, Channel Evaluation, Channel Dimension
ABSTRAK
Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan memiliki permasalahan pada saat musim penghujan banjir dan genangan sering terjadi pada hujan turun. Penyebab masalah genanganyaitu banyaknya sampah dan sendimen yang masuk ke saluran drainase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya debit air hujan yang diterima pada drainase kawasan Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau, untuk mengetahui kebutuhan dimensi saluran drainase yang dapat menerima debit limpasan, simulasi pemodelan saluran drainase menggunakan program EPA SWMM 5.1. Studi evaluasi ini untuk mengetahui secara pasti penyebab pasti terjadinya banjir dan genangan.Tahapan penelitian antara lain pengumpulan data hidrologi, topografi dan data drainase eksisting Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau. Dilanjutkan dengan analisis hidrologi, yang meliputi analisis hujan rencana dan analisis hidrolika berupa kapasitas tampungan. Hasil analisis kapasitas tampungan saluran drainase lebih besar dibandingkan dengan debit banjir rencana. Hasil perhitungan curah hujan rancangan dalam kala ulang 10 tahun yaitu sebesar 0,29759 m3/det, ukuran dimensi maksimum adalah tinggi 1,5 m dan lebar 0,9 m, dan untuk ukuran dimensi minimum adalah tinggi 0,6 m dan lebar 0,5 m, serta hasil evaluasi pada Perumnas Wengga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau yaitu intensitas hujan tertinggi terjadi pada jam ke- 1 dan dimensi saluran drainase mampu menampung debit banjir rencana.
Â
Katakunci: Drainase,Evaluasi Saluran,Dimensi Saluran
Â
ABSTRACT
Perumnas Wengga Pembuang Hulu, Hanau District, Seruyan Regency has problems during the rainy season, floods and inundation often occur when it rains. The cause of the inundation problem is the large amount of garbage and sediment that enters the drainage channel. The purpose of this study is to determine the amount of rainwater discharge received in the drainage of the Perumnas Wengga Pembuang Hulu area, Hanau District, to determine the dimensional needs of drainage channels that can receive runoff discharge, simulation of drainage channel modeling using the EPA SWMM 5.1 program. This evaluation study is to find out exactly the exact cause of flooding and inundation. The research stages include the collection of hydrological, topographical, and existing drainage data of Perumnas Wengga Pembuang Hulu, Hanau District. Followed by hydrological analysis, which includes planned rain analysis and hydraulic analysis in the form of storage capacity. The results of the analysis of the reservoir capacity of the drainage channel are larger than the planned flood discharge. The results of the calculation of the rainfall of the design in the 10-year re-period are 0.29759 m3/sec, the maximum dimension is 1.5 m high and 0.9 m wide, and for the minimum dimension size is 0.6 m high and 0.5 m wide, and the results of the evaluation at Perumnas Wengga Pembuang Hulu, Hanau District, namely the highest rain intensity occurs in the 1st hour and the dimensions of the drainage channel are able to accommodate the planned flood discharge.
Â
Keywords: Drainage, Channel Evaluation, Channel Dimension
Full Text:
DOC (Bahasa Indonesia)References
Ahmad Syapawi. (2013). Studi Permasalahan Drainase Jalan (Saluran Samping) Dilokasi Jalan Demang Lebar Sepanjang ± 3900 m (Lingkaran SMA Negeri 10 s.d Simpang Polda).
Azizah Rachmawati, et al. (2020). In situ permeability and shape factor of flat-base recharge wells using variations of porous walls. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 437(1).
Azizah Rokhmawati, et al. (2021). Studi Evaluasi Perencanaan Drainase Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(3), 256–267.
Fairizi, D. (2015). Analisis Dan Evaluasi Saluran Drainase Pada Kawasan Perumnas Talang Kelapa Di Subdas Lambidaro Kota Palembang. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 3(1), 755–765.
Irawati. (2004). Distribusi Probabilitas Curah Hujan. Distribusi Probabilitas Curah Hujan (Vol.2)
Limpat Ovi Haryoko. (2013). Evaluasi Dan Rencana Pengembangan Sistem Drainase Di Kecamatan Tanjungkarang Pusat Bandar Lampung (Issue Strata1).
Soetopo. (1996). Uji Kolmogorov Smirnov. Kolmogorov Smornov Chi Square, 1, Uji Kolmogorov.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

