STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG KULIAH BERSAMA UNIVERSITAS ISLAM MALANG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK)
Abstract
ABSTRAK
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus merupakan salah satu sistem penahan gempa yang dapat menjadi alternatif konstruksi tahan gempa. Sistem rangka pemikul ini terdiri dari balok dan kolom yang membentuk portal dan desain Strong Column Weak Beam. Dimana beban lateral dipikul rangka pemikul momen terutama beban lateral di pikul rangka pemikul momen terutama melalui mekanisme lentur sehingga peranan balok kolom sangatlah penting dalam merencanakan sebuah bangunan. Dalam perencanaan yang digunakan pada Gedung Kuliah Bersama Universitas Islam Malang akan digunakan alternatif Rangka Pemikul Momen Khusus. Penelitian ini menggunakan software ETABS V20.0.0 untuk membantu menganalisis struktur. Dari hasil perhitungan didapatkan tebal pelat lantai dan pelat atap sebesar 125 mm sesuai dengan SNI 2847-2013, pasal 9.5.3.2 yang mengatur ketebalan pelat minimum 12,5 cm atau 125 mm dengan penulangan pelat arah x sebesar  10 – 125, tulangan pokok arah y sebesar  10 – 125 dan tulangan bagi sebesar  10 – 250. Dari hasil analisis melalui perhitungan dan software ETABS v.20.0.0 didapatkan hasil untuk balok induk sesuai srpmk dengan dimensi 50/70 cm. Sedangkan untuk balok anak sesuai srpmk dimensi 40/60 cm. Pada alternatif perencanaan ini dimensi kolom mengecil menjadi 700 cm x 700 cm dengan jumlah tulangan 16D29. Output dari hasil analisis menggunakan software ETABS v.20.0.0 juga digunakan sebagai perencanaan pondasi tiang pancang dengan jumlah kebutuhan pondasi sebanyak 4 buah dengan diameter 40 cm.
Kata Kunci: Gempa, SRPMK, ETABS
Â
ABSTRACT
The Special Moment Resisting Frame System is an earthquake resisting system that can be an alternative for earthquake resistant construction. This supporting frame system consists of beams and columns that form a portal and a Strong Column Weak Beam design. Where the lateral load is borne by the moment-bearing frame, especially the lateral load is borne by the moment-bearing frame, mainly through a bending mechanism, so the role of column beams is very important in planning a building. In the planning used for the Joint Lecture Building at the Islamic University of Malang, an alternative Special Moment Carrying Frame will be used. This research uses ETABS V20.0.0 software to help analyze the structure. From the calculation results, it was found that the thickness of the floor plate and roof plate was 125 mm in accordance with SNI 2847-2013, article 9.5.3.2 which regulates the minimum plate thickness of 12.5 cm or 125 mm with plate reinforcement in the x direction of ∅ 10 – 125, main reinforcement in the direction y is ∅ 10 – 125 and the reinforcement for ∅ 10 – 250. From the results of the analysis using calculations and ETABS v.20.0.0 software, the results obtained for the main beam are according to SRPMK with dimensions of 50/70 cm. Meanwhile, for children's beams according to SRPMK dimensions of 40/60 cm. In this planning alternative, the column dimensions are reduced to 700 cm x 700 cm with a total of 16D29 reinforcement. The output from the analysis using ETABS v.20.0.0 software is also used for planning pile foundations with the required number of foundations of 4 pieces with a diameter of 40 cm
Keywords: Earthquake, SRPMK, ETABS
Full Text:
XML (Bahasa Indonesia)References
Muzaki. 2021. Studi Alternatif Perencanaan Gedung Gedung Unusa dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Malang: Universitas Islam Malang
Purbandini, Pambayun, Bagus Jaya Santosa, dan Bambang Sunardi. 2017. Analisis Bahaya Kegempaan di Wilayah Malang Menggunakan Pendekatan Probabilistik. Surabaya : Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Arroji, S. A. Warsito, W., Suprapto, B. 2021. Perencanaan Alternatif Struktur Baja Menggunakan Bresing Type V Pada Gedung Laboraturium Vokasi Universitas Brawijaya Malang. Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal), 10 (2), 26-42.
Asroni., Ali. 2010. Balok dan Pelat Bertulang. Yogyakarta: Graha Ilmu
Bagio., Tony Hartono, Tavio. 2019. Dasar-Dasar Beton Bertulang, Ed.1. Yogyakarta: ANDI
Ramadhan, R. A. (2021). Studi Perencanaan Struktur Gedung Bertingkat menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (RSIA Lombok Dua Dua Surabaya). Malang: Universitas Islam Malang.
SNI 1726:2012. (2012). Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
SNI 1726-2019. (2019). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
SNI 1727:2013. (2013). Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan gedung dan Struktur Lain. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
SNI 2847:2013. (2013). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

