STUDI PERENCANAAN OPEN DEFECATION FREE DENGAN TEKNOLOGI SANITASI DI DUSUN PESANGGRAHAN DESA SLAMBRIT KECAMATAN KRATON KABUPATEN PASURUAN
Abstract
ABSTRAK
Buang air besar sembarangang (BABs) adalah salah satu faktor penyebab pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan yang terjadi dapat menyebabkan penyakit dan juga gangguan bagi keberlangsungan hidup. Dusun Pesanggrahan adalah salah satu dusun yang berada di Desa Slambrit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan yang masih menerapkan perilaku BABs. Terdapat beberapa opsi dalam pengolahan limbah rumah tinggal, salah satunya dengan perencanaan instalasi pengolahan air limbah domestik(IPALD) guna mengurangi pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini diharapkan mampu merencanaan pengolahan air limbah domestik sebagai salah satu peningkatan sarana sanitasi pada daerah tersebut. Salah satu metode potensial yang dapat menurunkan kandungan senyawa organik tinggi yaitu menggunakan media anaerobik filter yaitu ABR (Anaerobic Baffled Reactor). Metode yang dipilih juga berdasarkan kondisi dari daerah tersebut yang sering terdampak banjir. Hasil Analisa yang diperoleh berupa dimensi total ABR (12mX2,5mX2,5m), dengan dimensi tangki pengendap (3,5mX2,5mX2,5m), dan 6 kompartemen yang berdimensi (1,25mX2,5mX2,5m).
Kata kunci: ABR, IPAL Komunal
ABSTRACT
Open defecation (defecation) is one of the factors causing environmental pollution. Environmental pollution that occurs can cause disease and also disrupt survival. Pesanggrahan Hamlet is one of the hamlets in Slambrit Village, Kraton District, Pasuruan Regency which still implements defecation behavior. There are several options for processing residential waste, one of which is planning a domestic wastewater treatment plant (IPALD) to reduce environmental pollution. Therefore, the aim of this research is to be able to plan domestic wastewater treatment as an improvement in sanitation facilities in the area. One potential method that can reduce high organic compound content is using anaerobic filter media, namely ABR (Anaerobic Baffled Reactor). The method chosen is also based on the conditions of the area which is often affected by flooding. The analysis results obtained are the total dimensions of the ABR (12mX2.5mX2.5m), with the dimensions of the settling tank (3.5mX2.5mX2.5m), and 6 compartment dimensions (1.25mX2.5mX2.5m).
Keywords: ABR, IPAL Comunal
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman. (2022). BUKU SAKU SANITASI. Tim Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian Pusat Kegiatan IBM Direktorat PKP.
Gupta, R. S., (2017). Hydrology & Hydraulic Systems (4th ed.). United States of America.
Herrari, S. (2015). Perencanaan Teknologi Sanitasi Sebagai Upaya Bebas Buang Air Besar Sembarangan di Kecamatan Tegalsari kota Surabaya. Skripsi. Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, ITS. Surabaya.
Morel, A., & Diener, S. (2006). Grey water management in low and middle-income countries. Water and sanitation in developing countries (Sandec). Eawag, Switzerland: Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology.
Rahmawati, A., & Warsito. (2020). Pengolahan Limbah Cair Domestik dengan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) untuk Menghasilkan Air Bersih di Perumahan Green Tombro Kota Malang. Jurnal Rekayasa Hijau, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.26760/jrh.v4i1.1-8
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

