KINERJA USAHA DOMBA LOKAL STUDI KASUS DI DESA KARANGSARI KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI

Cholisha Ayu Adiningsih, Dewi Masyithoh, Nisa'us Sholikah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik peternak, manajemen pemeliharaan, serta kinerja usaha ternak domba lokal di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2026 dengan metode studi kasus dan teknik sensus terhadap 23 peternak dengan jumlah kepemilikan ternak rata-rata 10 sampai dengan 15 ternak domba lokal sebagai responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara menggunakan kuisioner kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui analisis penerimaan, biaya produksi, pendapatan, efisiensi usaha menggunakan R/C Ratio dan B/C Ratio, dan faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak didominasi oleh usia produktif, pendidikan terkahir SMA, pengalaman beternak 2-5 tahun, dan kepemilikan ternak rata-rata 14-15 ekor. Manajemen pemeliharaan yang diterpakan tergolong baik, dengan sistem pemeliharaan intensif, pemberian pakan dua kali sehari, serta kinerja reproduksi yang cukup baik. Rata-rata total penerimaan usaha mencapai Rp13.560.870 per tahun, total biaya produksi sebesar Rp8.599.935 per tahun, sehingga diperoleh pendapatan rata-rata Rp4.960.935 per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ternak domba lokal masih memberkan keuntungan dan memiliki propek untuk terus dikembangkan melalui peningkatan produktivitas ternak serta efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil nilai B/C Ratio lebih dari 0 menunjukkan usaha layak untuk dikembangkan, hasil R/C Ratio lebih dari 1 menunjukkan bahwa usaha menguntungkan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa usaha ternak domba lokal di Desa Karangsari memiliki kinerja usaha cukup baik dan masih layak dijalankan.
Kata Kunci : domba lokal, kinerja usaha, pendapatan, efisiensi usaha, peternak.

BUSINESS PERFOMANCE OF LOCAL SHEEP FARMING A CASE STUDY IN KARANGSARI VILLAGE SEMPU DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY

Abstract
This study aims to analyze the characteristics of farmers, husbandry management, and the performance of local sheep farming businesses in Karangsari Village, Sempu District, Banyuwangi Regency. Conducted in June 2026 using a case study method and a census approach, the study surveyed 23 farmers—each owning an average of 10 to 15 local sheep—as respondents. Data were collected through observation and questionnaire-based interviews, then analyzed using quantitative descriptive methods covering revenue, production costs, income, business efficiency (via R/C and B/C ratios), and factors influencing business performance. The results indicate that the farmers were predominantly of productive age, held a high school education, had 2–5 years of farming experience, and owned an average of 14–15 sheep. Husbandry management practices were rated as good, featuring an intensive rearing system, twice-daily feeding, and satisfactory reproductive performance. The average annual business revenue reached Rp13,560,870, with total production costs of Rp8,599,935, resulting in an average annual income of Rp4,960,935. Analysis shows that the local sheep farming business remains profitable and holds prospects for further development through increased livestock productivity and more efficient use of production factors. A B/C ratio greater than 0 indicates the business is viable for development, while an R/C ratio greater than 1 indicates profitability. In conclusion, local sheep farming in Karangsari Village demonstrates satisfactory business performance and remains a viable enterprise.
Keywords: business performance, income, local sheep, business efficiency, farmers.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.