EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI BIOSECURITY TERHADAP KEJADIAN CHRONIC RESPIRATORY DISAESE AYAM PETELUR DI PETERNAKAN RAKYAT
Abstract
Choronic Respiratory Disaese (CRD) merupakan salah satu penyakit pernapasan pada ayam petelur yang dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Penerapan biosecurity menjadi langkah penting dalam mencegah masuk dan penyebaran agen penyakit di lingkungan peternakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi biosecurity terhadap kejadian Chronic respiratory Disaese (CRD) pada peternakan rakyat ayam petelur di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Materi penelitian berupa 10 peternakan rakyat ayam petelur dengan populasi 1.000 hingga 10.000 ekor. Penelitian menggunakan metode survei melalui observasi lapangan dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diamati meliputi biosecurity, manajemen pengolaan pakan, dan manajemen kesehatan. Data dianlisis secara kualitatif deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian, menunjukan biosecurity konseptual, 80% peternak memiliki suhu kendang di atas kisaran nyaman serta 100% kandang berjarak <500 meter dari pemukiman. Kelembaban kandang 20% peternak mencatat kelembaban lebih tinggi (71-73%). Pada biosecurity structural, seluruh peternak (100%) tidak memiliki saluran pembuangan limbah. pos jaga tersedia pada 30% peternak, dan mess pegawai tidak ditemukan sama sekali (100%). Tata letak kendang yang sesuai standar hanya dimiliki oleh 50% peternak. Biosecurity operasional, system all in all out tidak diterapkan oleh 90% peternak, serta 30% peternak tidak secara rutin melakukan desinfeksi secara konsisten. Pada aspek manajemen pengolaan pakan, 20% peternak kurang baik. Teknik pemberian pakan 100% peternak kurang baik. Manajemen kesehatan terdapat variasi dalam penggunaan vaksin, antibiotik, dan vitamin. Namun masih terdapat 30% peternak tidak menggunakan antibiotik sama sekali. Disimpulkan bahwa aspek biosecurity struktural dapat di kategorikan sebagai tingkat biosecurity yang paling lemah dan menjadi prioritas utama untuk diperbaiki.
Kata Kunci : Ayam petelur, biosecurity, chronic respiratory disaese, mycoplasma gallisepticum, peternakan rakyat
Effectiveness of Biosecurity Implementation on the Incidence of Chronic Respiratory Disease in Laying Hens at Small-Scale Farms
Abstract
This study examined the effectiveness of biosecurity practices in relation to Chronic Respiratory Disease (CRD) among small-scale laying hen farms in Wajak District, Malang Regency. Ten farms with flock sizes between 1,000 and 10,000 birds were surveyed using field observations and structured interviews. Variables included biosecurity, feed management, and health management, with data analyzed descriptively. Results showed that 80% of farmers maintained coop temperatures above the comfort range, while all coops were located less than 500 meters from residential areas. Humidity levels were high in 20% of farms. Structurally, none had waste disposal channels, only 30% had security posts, and no employee quarters were present. Half of the coop layouts met standards. Operationally, 90% did not apply the “all-in/all-out” system, and 30% failed to disinfect regularly. Feed management was poor, with 20% showing weak practices and all using inadequate feeding techniques. Health management varied, but 30% did not use antibiotics. Structural biosecurity was identified as the weakest aspect and the top priority for improvement.
Keywords: Biosecurity, chronic respiratory disease, laying hens, mycoplasma gallisepticum, small-scale poultry farming
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.