ANALISIS USAHA TERNAK KAMBING RAKYAT STUDI KASUS DI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha ternak kambing rakyat di Kecamatan Singosari dengan menerapkan metode studi kasus yang dipadukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 30 peternak kambing yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peternak berjenis kelamin laki-laki dengan mayoritas berada dalam kategori usia produktif dan Pendidikan terakhir relatif rendah. Rata-rata biaya tetap usaha ternak sebesar Rp10.985.781 per tahun, sedangkan biaya variabel sebesar Rp20.271.629 per tahun, sehingga keseluruhan biaya produksi mencapai Rp31.257.410 per tahun. Sementara itu, rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp33.385.933 per tahun dengan pendapatan bersih sebesar Rp2.128.523 per periode usaha. Analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio 1,1 yang berarti usaha ternak kambing rakyat layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Selain itu, nilai Payback Period (PP) sebesar 2,5 tahun menunjukkan bahwa modal investasi dapat kembali dalam waktu relatif cepat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa usaha ternak kambing rakyat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang memiliki nilai keuntungan, dan usaha ternak kambing layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan.
Kata Kunci : analisis finansial, ternak kambing rakyat, pendapatan, R/C ratio, payback period
Analysis of Small-Scale Goat Farming A Case Study in Singosari District, Malang Regency
Abstract
This study analyzes small-scale goat farming businesses in Singosari District, Malang Regency, aiming to determine farmer characteristics, cost structures, revenue, income, and financial feasibility. A case study method with a quantitative descriptive approach was employed, involving 30 goat farmers selected via purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and field surveys. The results indicate that all farmers were male, with the majority in their productive years and possessing relatively low levels of education. Average fixed costs amounted to Rp10,985,781 per year and variable costs to Rp20,271,629 per year, resulting in a total production cost of Rp31,257,410 per year. Meanwhile, average business revenue was Rp33,385,933 per year, with a net income of Rp2,128,523 per production cycle. Feasibility analysis revealed an R/C ratio of 1.1, indicating that the small-scale goat farming business is viable and profitable. Furthermore, a Payback Period (PP) of 2.5 years suggests that the investment capital can be recouped relatively quickly. Based on these findings, small-scale goat farming in Singosari District has the potential for further development through improved production cost efficiency and increased livestock ownership.
Keywords: financial analysis, small-scale goat farming, income, R/C ratio, payback period
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.