PENGARUH JARAK KELAHIRAN (LAMBING INTERVAL) TERHADAP JUMLAH ANAK PER KELAHIRAN (LITTER SIZE) DAN BOBOT LAHIR DOMBA CROSS TEXEL DI PANDAWA FARM
Abstract
Produktivitas reproduksi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha pembibitan domba. Lambing interval sebagai indikator efisiensi reproduksi diduga berhubungan dengan jumlah anak per kelahiran (litter size) dan bobot lahir anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh lambing interval terhadap litter size dan bobot lahir pada domba Cross Texel di Pandawa Farm. Penelitian menggunakan data sekunder reproduksi dari 35 ekor induk domba Cross Texel yang telah beranak. Variabel yang diamati meliputi lambing interval, litter size, dan bobot lahir. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lambing interval, litter size, dan bobot lahir berturut-turut sebesar 241,34 ± 41,97 hari, 1,60 ± 0,695 ekor, dan 2,80 ± 0,464 kg. Analisis korelasi menunjukkan bahwa lambing interval memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap litter size (r = -0,368; P = 0,029), sedangkan hubungan terhadap bobot lahir tidak signifikan (r = -0,121; P = 0,488). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa lambing interval berpengaruh nyata terhadap litter size dengan persamaan Y₁ = 3,071 − 0,006X, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot lahir dengan persamaan Y₂ = 3,128 − 0,001X. Disimpulkan bahwa peningkatan lambing interval cenderung menurunkan jumlah anak per kelahiran, namun tidak memengaruhi bobot lahir anak domba Cross Texel. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen reproduksi untuk mempertahankan lambing interval yang efisien perlu dilakukan guna meningkatkan produktivitas reproduksi, khususnya litter size..
Kata Kunci: bobot lahir, domba Cross Texel, lambing interval, litter size, reproduksi.
The Effect of Lambing interval on Litter size and Birth Weight of Cross Texel Sheep at
Pandawa Farm
Abstract
Reproductive performance is a key factor determining the success of sheep breeding enterprises. Lambing interval, as an indicator of reproductive efficiency, is assumed to be associated with litter size and lamb birth weight. This study aimed to evaluate the relationship and effect of lambing interval on litter size and birth weight in Cross Texel sheep at Pandawa Farm. Secondary reproductive records from 35 Cross Texel ewes were used in this study. The observed variables included lambing interval, litter size, and birth weight. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation analysis, and simple linear regression. The results showed that the average lambing interval, litter size, and birth weight were 241.34 ± 41.97 days, 1.60 ± 0.695 lambs, and 2.80 ± 0.464 kg, respectively. Pearson correlation analysis revealed a significant negative relationship between lambing interval and litter size (r = -0.368; P = 0.029), whereas the relationship between lambing interval and birth weight was not significant (r = -0.121; P = 0.488). Simple linear regression indicated that lambing interval had a significant effect on litter size (Y₁ = 3.071 − 0.006X) but no significant effect on birth weight (Y₂ = 3.128 − 0.001X). It can be concluded that a longer lambing interval tends to reduce litter size but does not affect the birth weight of Cross Texel lambs. Therefore, optimizing reproductive management to maintain an efficient lambing interval is essential to improve reproductive productivity, particularly litter size.
Keywords: birth weight; Cross Texel sheep; lambing interval; litter size; reproductive performance.Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.