PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP PERAN GURU TPQ DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang)

Junaidi Junaidi

Abstract


Abstrak: Masyarakat Kelurahan pagentan menganggap Guru TPQ sebagai seseorang yang mengetahui banyak tentang masalah agama, dan memberikan solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Di sisi lain, Guru TPQ hanya sebatas tempat menitipkan putra-putri mereka untuk belajar mengaji al-Qur’an namun tidak pernah ada tindaklanjut di rumah atas apa yang mereka pelajari dan diperoleh di Taman Pendidikan al-Qur’an. Selain itu, tingkat kepedulian masyarakat Kelurahan Pagentan akan tempat pendidikan al-Qur’an terbilang masih rendah. Adapun fokus penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana perspektif masyarakat terhadap peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang?; 2) Bagaimana peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan pada Masyarakat Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang?; 3) Bagaimana pengembangan pendidikan keagamaan pada Masyarakat Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang? Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai persepsi masyarakat terhadap peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) Perspektif masyarakat terhadap peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yaitu: a) Pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan tak pernah lepas dari peran Guru TPQ; b) Guru TPQ tidak terbatas pada pembelajaran baca tulis al-Qur’an, tetapi juga mengajarkan pembiasaan-pembiasaan yang baik dalam berperilaku dan bertutur kata; c) Guru TPQ dilihat dari status akademik/pendidikan terakhirnya merupakan orang-orang terpelajar dan berpendidikan; d) Guru TPQ dalam mengembangkan pendidikan keagamaan tidak hanya materi baca tulis al-Qur’an saja, tetapi juga mengajarkan materi keagamaan yang lain seperti Tauhid/Aqidah, Tarikh (sejarah), Fiqih (taharah & salat) dan Qur’an Hadis. 2) Peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang di antaranya: a) Guru TPQ sebagai Pelayan Masyarakat; b) Guru TPQ sebagai pegiat kegiatan sosial-keagamaan; c) Guru TPQ sebagai Da’i atau Muballig; d) Guru TPQ sebagai Pengawal Tradisi Keagamaan. 3) Pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang berdasar pada: a) Ajaran tentang saling 2 menghormati (toleransi); b) Ajaran tentang Persaudaraan; c) Ajaran tentang Kasih Sayang; d). Ajaran tentang Maslahat. Kata Kunci: Perspektif, Guru TPQ, Pendidikan Keagamaan

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Abu. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Al Rasyidin. 2009. Percikan Pemikiran Pendidikan. Bandung: Cita Pustaka

Media Perintis.

Al-Qardhawi, M. Yusuf. 1980. Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna,

terj. Bustami A. Gani dan Zainal Abidin Ahmad. Jakarta: Bulan Bintang.

Arikunto. 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Renika

Cipta.

Bafadal, Ibrahim. 2017. Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif, (dalam

Metodologi Penelitian Kualitatif : Tinjauan Teoritis dan Praktis). Malang:

Lembaga Penelitian UNISMA.

Basyir, Sulaiman. 2009. Pendidikan Al-Qur’an. Jogjakarta: Pustaka Marwa.

Baidhawy, Zakiyudin. 2005. Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural.

Jakarta : Erlangga.

Damsar. 2015. Pengantar Teori Sosiologi. Jakarta: Prenada media Grup.

Daradjat, Zakiyah dkk. 2011. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

----------------, 2017. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bumi Aksara.

Daulay, Haidar Putra. 2009. Pendidikan Islam dan Tantangan Masa Depan: esaiesai pemberdayaan Generasi Muda dan lembaga pendidikan Islam.

Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.

Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat, 1994. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Marimba, Ahmad D. 1962. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: AlMa`arif.

Mawardi dan Nur Hidayati. 2000. IAD-ISD-IBD Cet. IV. Bandung: Pustaka Setia.

Mulyasa. 2015. Menjadi Guru Profersional Menciptakan Pembelajaran Kreatif

Dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nawawi, Hadari. 2009 Metodologi Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah

Mada Press.

Nugrahani, Farida. 2014. Metode Peneitian Kualitatif Dalam Penelitian

Pendidikan Bahasa. Surakarta: Cakra Books.

Purwanto, M. Ngalim. 1988. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaludin. 2004. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ramayulis. 2009. Psikologi Agama. Jakarta: Media Grafika.

-------------. 2011. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Rasyidin, Warni. 2009. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Salik, Mohammad. 2014. Ilmu Pendidikan Islam. Surabaya: Uinsa Press.

Subhani, Ja’far. 2006. Keutamaan Mengajar Al-Qur’an, Terj. Moh. Naufal.

Jakarta: Pustaka Setia.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R dan. Bandung:

Alfabeta.

Tafsir, Ahmad. 2011. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya

Uhbiyati, Nur. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Wahyuddin dkk,. 2009. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Grasindo


Refbacks

  • There are currently no refbacks.