PEMBELAJARAN SENI RELIGIUS DI SEKOLAH DASAR PURWODADI PASURUAN
Abstract
Â
Pembelajaran seni religius di sekolah dasar Kecamatan Purwodadi sering kali luput dari perhatian guru PAI, yang mana urgensi dari pembelajaran seni ini dapat menumbuh kembangkan bakat dan kreatifitas anak didik dalam bidang seni keagamaan dan sudah tentu dapat menambah nilai positif pada anak. Tujuan pendidikan seni terutama di sekolah dasar diarahkan untuk membentuk pada diri siswa sikap kritis, apresiasif dan kreatif serta menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik secara menyeluruh. Â Sebagai tindaklanjut, perlu diadakan penelitian tentang pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kec. Purwodadi Pasuruan.
Adapun fokus penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah perencanaan guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?; 2) Bagaimanakah pelaksanaan guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?; 3) Bagaimanakah hasil evaluasi guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?
Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai guru PAI, pembelajaran seni religius, data dan program KKG PAI Kecamatan Purwodadi selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan.
Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) dalam perencanaan, guru PAI menyusun program kerja dan program kegiatan seni religius, serta proposal kegiatan jika berkaitan dengan pendanaan/anggaran dana; Mengadakan seleksi anggota seni religius, melalui program minat bakat anak; Melengkapi sarana prasana atau alat yang dibutuhkan dalam pembelajaran seni religius; Mengasah ketrampilan guru PAI dalam seni religius; 2) dalam pelaksanaan, Persiapan alat latihan dan sound system; Berdoa sebelum dan sesudah latihan; Guru berperan sebagai pendamping dan juga pelatih; Model pembelajaran yang digunakan cooperative learning, metode yang digunakan bervariasi seperti: ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktek, drill dan penugasan serta ditambah baca simak untuk qiro’ah dan tahfizh; Teori diberikan secara inklusif dalam praktek; Pelatihan seni dilakukan secara rutin dan disiplin; Guru memberikan motivasi; 3) dalam hasil evaluasi, adanya peningkatan ketrampilan guru PAI dalam bidang seni religius baik hasil belajar secara otodidak maupun melalui berlatih dengan ahlinya; Peningkatan motivasi guru PAI dalam bidang seni religius, dan Peningkatan prestasi guru PAI dalam bidang seni religius ditandai dengan prestasi siswa binaan yang menjuarai beberapa lomba atau festival seni religius baik tingkat Kecamatan dan Kabupaten.
Kata Kunci : Pembelajaran, Seni Religius
Full Text:
PDFReferences
Anitah W., Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Anwar, Rosihan, 2004. Ulumul Qur’an. Bandung : Pustaka Setia
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Daradjat, Zakiah. 2005. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Departemen Agama RI. 2006. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Surabaya: CV Pustaka Agung Harapan.
Dimyati dan Mudjiono, 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Guru & Anak Didik, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Effendy, Ahmad Fuad. 2005. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Malang: Misykat
Ghony, Djunaidi & Almanshur, Fauzan. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Hajar, Pamadhi. 2011. “Model Pendidikan Estetika dalam Pembelajaran Seni†dalam Sarwiji Suwandi dan Edy Suryanto (Ed.). Orkestrasi Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Surakarta: UNS Press.(kumpulan artikel).
Hamalik, Omar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Jalaluddin. 2008. Psikologi Agama Memahami Perilaku Keagamaan dengan Mengaplikasikan Prinsip-Prinsip Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Koentjaraningrat. 1990. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
Mukhtamar, Naqiyah. 2013. Ulumul Qur’an. Purwokerto: STAIN Press.
Mulyasa, E. 2011. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Musfiqon, 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka
Nasr, Seyyed Hossein. 2005. Spiritulitas dan Seni Islam. Bandung: Mizan.
Sadiman, Arief S. 2003. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sahlan, Asmaun. 2011. Religiusitas Perguruan Tinggi Potret Pengembangan Tradisi Keagamaan di Perguruan Tinggi Islam. Malang: UIN Maliki (Anggota IKPI).
Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sirojuddin, D., AR., Seni Religius Islam. Jakarta: Multi Kreasi Singgasana
Sitomorang, Oloan. 1993. Seni Rupa Islam Petumbuhan dan Perkembangannya. Bandung Angkasa
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soedarsono. 1987. Seni Pertunjukan Indonesia. Jakarta : Depdikbub.
Soedarso, S. 1990. Tinjauan Seni.Yogyakarta: Saku Dayar Sarana.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Suwandi, S. 2010. Model Assesmen Dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
Uno, Hamzah B. dan Nurdin Mohamad. 2014. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM. Jakarata: PT Bumi Aksara.
Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Widiyanta, A. 2005. Sikap Terhadap Lingkungan Dan Religiusitas. Jurnal Psikologia, Volume I • No. 2 : 1-10.
Zuhriah, Nurul. 2006. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Teori dan Aplikasi). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan