ANALISIS NILAI TAMBAH SARI APEL DI KSU BROSEM

Risma Millenia Monica, Dwi Susilowati, Ahmad Dedy Syathori

Abstract


ABSTRACT

Malang is known as an apple producer in Indonesia, and the main apple producing area in Greater Malang is Batu, a city that expanded from Malang Regency. This study aims to process apples into apple cider, determine the cost structure of apple cider, and analyze the amount of income that will be received by apple cider producers from processing and the amount of added value from apple cider. which is located on Jalan Bromo RW 10, Sisir Village, Batu District, Batu City, East Java. The research approach used in this study is a case study, the method used in collecting primary data is obtained from direct interviews with respondents using a questionnaire that is in accordance with the research objectives. The analysis used is the analysis of costs, receipts, income, level of efficiency, and added value. The results showed that the efficiency of the apple cider business run by KSU Brosem was 1.51, meaning that for every Rp 1 spent, a revenue of Rp 1.51 would be received. The added value obtained from processing 8 kg of apples into 110 cartons of apple cider is IDR 154.962/kg, with an added value ratio of 40.25%.

Keywords: Revenue analysis; Value Added; Cider


ABSTRAK

Malang dikenal sebagai penghasil apel di Indonesia, dan daerah penghasil apel utama di Malang Raya adalah Batu, sebuah kota yang diperluas dari Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengolahan buah apel menjadi sari apel, mengetahui struktur biaya sari apel, serta menganalisa besarnya pendapatan yang akan diterima oleh produsen sari apel dari proses pengolahan serta besarnya nilai tambah dari sari apel. yang berlokasi di jalan Bromo RW 10, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, metode yang digunakan dalam pengumpulan ialah data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan responden menggunakan daftar kuesioner yang sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis yang digunakan yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan, tingkat efisiensi, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi usaha sari apel yang dijalankan oleh KSU Brosem sebesar 1,51 artinya setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan Rp 1,57. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan bahan baku sebanyak 8 kg apel menjadi 110 kardus minuman sari apel adalah sebesar Rp 154.962/kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 40,25%.

Kata Kunci: Analisis pendapatan; Nilai Tambah; Sari apel;


Full Text:

PDF

References


Gazali, A., & Munawaroh, A. (2016). Nata De Apel , Solusi Alternatif Pemanfaatan Buah Apel Lewat Matang. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 777–780.

Hayami, Y., Kawagoe, T., Morooka, Y., & Siregar, M. (1987). Agricultural Marketing and Processing in Upland Java A Perspective From A Sunda Village. In CGPRT Centre (Issue 8). CGPRT Centre.

Hidayat, L., & Halim, S. (2013). Analisis Biaya Produksi Dalam Meningkatkan Profitabilitas Perusahaan. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 1(2).

Hubeis, M. (1997). Menuju Industri Kecil Profesional Di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri. In Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Karmini. (2018). EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN (Februari). Mulawarman University Press.

Marwansyah, S., & Utami, A. N. (2017). Analisis Hasil Investasi, Pendapatan Premi, dan Beban Klaim Terhadap Laba Perusahaan Perasuransian di Indonesia. JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS, 5(2), 213. https://doi.org/10.30871/jaemb.v5i2.533.

Mulyati, S. (2017). Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah (Studi Kasus Debitur PT. BPR Pundi Masyarakat Kota Batam). 11(1), 26-37.

Nurdin, H. S. (2010). Analisis Penerimaan Bersih Usaha Tanaman pada Petani Nenas di Desa Palaran Samarinda. Eksis, 6(1).

Rizqiah, F., & Slamet, A. S. (2016). Analisis Nilai Tambah dan Penentuan Metrik Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pepaya Calina (Studi Kasus di PT. Sewu Segar Nusantara). Jurnal Manajemen dan Organisasi, 5(1), 71.

Roidah, I. (2015). Analisis Pendapatan Usahatani Padi Musim Hujan Dan Musim Kemarau (Studi Kasus di Desa Sepatan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung). Agribis, 11(13).

Salsabilla, S., Haryono, D., & Syarief, Y. A. (2019). Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Agroindustri Keripik Pisang di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 7(1), 68.

Santosa, S. I., Setiadi, A., & Wulandari, R. (2013). Analisis Potensi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah Dengan Menggunakan Paradigma Agribisnis Di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Buletin Peternakan, 37(2), 125.

Tumoka, N. (2013). Analisis Pendapatan Usaha Tani Tomat Di Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3).

Winarso, W. (2014). Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Profitabilitas (ROA) Pt Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero). Jurnal Ecodemica, 2(2), 258–272.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan) terindek oleh:

                    

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.