Analisis Keuntungan Usahatani Kentang (Solanum tuberosum L)

Adelia Okta Nur Aisyah, Zainul Arifin

Abstract


Produksi kentang di Indonesia sudah pesat dan menjadikan Indonesia ini sebagai penghasil kentang terbesar di Asia Tenggara. Disamping itu, permasalahan dialami oleh petani karena harga kentang yang tiap tahunnya mengalami kenaikan maupun penurunan yang mengakibatkan harga dari petani menjadi tidak stabil. Pengadaan beberapa jenis pupuk yang semakin langka Kurangnya petani dalam pengelolaan hasil dari pendapatan mereka, menjadikan tidak tahunya keuntungan yang mereka dapat disetiap penjualan hasil panennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani kentang di Desa Kandangan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode secara sengaja (purposive). pengambilan sampel dengan metode random sederhana (simple random sampling) dengan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 73 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani kentang (Solanum tuberosum L) Desa Kandangan, kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan yang meliputi biaya lahan, biaya bibit, biaya pupuk ZA, biaya pupuk urea, biaya pupuk organik dan biaya tenaga kerja berpengaruh secara nyata terhadap keuntungan usahatani kentang dengan tingkat kepercayaan 95%. Sedangkan biaya pupuk phonska, dan biaya pestisida tidak berpengaruh secara nyata kerhadap keuntungan usahatani kentang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan) terindek oleh:

                    

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.