ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI DESA PAKEL KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG (Studi Kasus Di Desa Pakel Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang)
Abstract
Almost all parts of the corn plant have potential economic value, shelled corn as the main product is the main raw material for the feed industry, besides being consumed directly and as raw material for the food industry, the leaves, stems, husks and cobs can be used as animal feed and other uses. Likewise with other parts, if managed properly, they have the potential to have quite attractive economic value. Farming development, the main activity that must be carried out is to increase production both in quality and quantity, because increased production with good quality greatly affects farmers' income. The market is also very demanding of good quality in line with increasing awareness and income levels of the community. The aim of this research is to determine the cost of production of corn farming in one growing season. To find out the efficiency of corn farming in one growing season and to find out the factors that affect the income of corn farming in Pakel Village, Bareng District, Jombang Regency. This research was carried out deliberately in Pakel village, namely corn farmers in Pakel village. Determination of the number of samples using simple random sampling method (simple random sampling) with a total of 23 respondents. The type of data in this study uses primary data obtained from research questionnaires. Data analysis used farming analysis by calculating the total cost, revenue, and R/C ratio and multiple linear regression analysis of the cobb-douglass production function. The results of the farmer's research obtained an income of Rp. 20,865.800/Ha with an average total cost of Rp. 9,907,344/Ha. Farmers' income of Rp. 10,958,456. The R/C ratio is 2.10, this means that corn farming is efficient and profitable. Based on the results of the regression test, it was found that the variables Seed (X1), Fertilizer (X2), Pesticides (X3) and Labor (X4) have a significant effect on corn production because they have a significant value below 0.05. This shows that the variables of seeds (X1), fertilizers (X2), pesticides (X3), and labor (X4) have a significant influence on the dependent variable, namely income.
 Keywords: Factors affecting income, farming efficiency
Â
AbstrakHampir seluruh bagian dari tanaman jagung mempunyai potensi nilai ekonomi, jagung pipilan sebagai produk utamanya merupakan bahan baku utama industri pakan, selain dapat dikonsumsi langsung dan sebagai bahan baku industri pangan, daun, batang, kelobot dan tongkolnya dapat dipakai sebagai pakan ternak dan pemanfaatan lainnya, demikian juga halnya dengan bagian lainnya jika dikelola dengan baik berpotensi mempunyai nilai ekonomi yang cukup menarik. Pengembangan usahatani, kegiatan utama yang harus dilakukan adalah peningkatan produksi baik secara kualitas maupun kuantitas, karena produksi yang meningkat dengan kualitas yang baik sangat mempengaruhi pendapatan petani. Pasar pun sangat menuntut kualitas yang baik sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan tingkat pendapatan masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui besarnya biaya produksi usaha tani jagung dalam satu kali musim tanam. Untuk mengetahui efisiensi usahatani petani jagung dalam satu kali musim tanam dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tani jagung di Desa Pakel Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di desa Pakel yakni para petani jagung di desa pakel. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode sempel acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah responden 23 responden. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner penelitian. Analisis data menggunakan analisis usahatani dengan menghitung total biaya, penerimaan, dan R/C ratio dan analisis regresi linear berganda fungsi produksi cobb-douglass. Hasil penelitian petani memperoleh penerimaan sebesar Rp. 20.865.800/Ha dengan rata rata total biaya Rp. 9.907.344/Ha. Pendapatan petani sebesar Rp. 10.958.456. R/C Ratio sebesar 2,10, hal ini berarti bahwa usahatani jagung efisien dan menguntungkan. Berdasarkan pada hasil uji regresi didapatkan bahwa variabel Benih (X1), Pupuk (X2) Pestisida (X3) dan Tenaga Kerja (X4) berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung karena memiliki nilai signifikan dibawah 0,05. Hal ini menunjukan bahwa variabel benih (X1), pupuk (X2), pestisida (X3), dan tenaga kerja (X4) mempunyai pengaruh yang sigifikan terhadap variabel terikat yaitu pendapatan.
 Kata kunci: Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan, efisiensi usahatani
Â
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.
JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)Â terindek oleh:
Â
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
.jpg)
.jpg)
_-_Copy.jpg)
.jpg)
_-_Copy1.jpg)








