ANALISIS BREAK EVENT POINT USAHATANI TEBU (Saccharum Officinarum L.) SISTEM KEPRAS (Studi Kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang)
Abstract
ABSTRAK
Sugarcane is also one of the important raw materials in the manufacture of sugar. For sugar production, the harvested sugar cane is squeezed using a press machine at the sugar factory. In sugarcane farming, besides being influenced by the level of production, farmers' income is also influenced by the level of yield. Yield is influenced by several factors ranging from sugarcane varieties, climate, sugarcane growing environment and also the age of sugarcane harvest. This research was conducted to determine the entry point of sugarcane farming. The aim of this research is to analyze the break-even point for sugarcane farming income. This research was conducted in December 2022. Sampling was carried out using the simple random sampling technique with a sample of 53 respondents. Data analysis used the Break Even Point (BEP) method.BEP is a metod use to determine the breakin point in a business or production so that farmers can find outwhare a situation does not experience profit and loss The results showed that farmers had exceeded the BEP value so that it could be concluded that sugarcane farming was profitable.
Â
Keywords: Sugarcane Farming Analysis, Break Event Point (BEP), Random Sampling.
Â
ABSTRAK
Tebu juga merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan gula. Untuk produksi gula, tebu yang sudah di panen di peras dengan mesin press di pabrik gula. Dalam usahtani tebu, pendapatan petani disamping dipengaruhi oleh tingkat produksi juga dipengaruhi tingkat rendemen. Rendemen dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari varietas tebu, iklim, lingkungan tumbuh tanaman tebu dan juga usia panen tebu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui titik inpas usahatani tebu. Penelitian ini bertujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis titik impas terhadapa pendapatan usahatani tebu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik simple random sampling dengan sampel sebanyak 53 responden. Analisis data menggunakan metode Break Event Point (BEP). BEP adalah suatu metode yang digunakan untuk mengetahui titik inpas dalam suatu usaha atau produksi agar petani dapat mengetahui dimana suatu keadaan tidak mengalami untung maupun rugi sehingga petani harus bisa memproduksi pada jumlah tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani telah melebihi nilai BEP volume yaitu sebesar 424,53 Kw/Ha dan BEP harga sebesar Rp.31.933/Kw sehingga dapat simpulkan usahatani tebu menguntungkan.
Â
Kata Kunci: Analisis Usahatani Tebu, Break Event Point (BEP), Random Sampling.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Maruta, Heru. 2019. “Analisis Break Event Point (BEP) Sebagai Dasar Perencanaan Laba Bagi Mmanajemen.†Ibid 9–28.
Mafut, Mood. 2017. “Analisis Keuntungan Usaha Produksi Ikan Asap Pada Home Industry Khusnul Jaya Berkahdi Kota Samarinda.†Administrasi Bisnis 5(1):230–41.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)Â terindek oleh:
Â
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
.jpg)
.jpg)
_-_Copy.jpg)
.jpg)
_-_Copy1.jpg)








