PENGARUH METODE PEMBIBITAN DENGAN INKUBASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JAMUR TIRAM PUTIH (Pleorotus osreatus ) GENERASI F0 SAMPAI F2
Abstract
Jamur tiram merupakan jamur kayu yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Jamur tiram sendiri memiliki nilai jual yang tinggi sehingga banyak petani yang melakukan budidaya jamur tiram ini. Namun banyak petani jamur yang membeli bibit jamur di Lembaga penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pembibitan dengan inkubasi berbeda pada pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus osreatus) generasi F0 sampai F2. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). dengan Petak Utama Inkubasi Manual (I1) dan Inkubasi Otomatis (I2). Selanjutnya yaitu Anak Petak M1= F0 TEL, M2= F1 TEL, M3= F2 TEL, M4= F0 BMM, M5= F1 BMM, M6= F2 BMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan I1 menunjukkan miselium lebih cepat tumbuh memenuhi media daripada I2 pada rata-rata hari ke 25,02. Sementara perlakuan jenis media atau generasi bibit menunjukkan M2 (TEL F1) lebih cepat memenuhi media namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan M1 (TEL F0), M4 (BMM F0), M5 (BMM F1), dan M6 (BMM F2). Sedangkan miselium paling lambat memenuhi media pada perlakuan M3 (TEL F2) pada rata-rata hari ke 29,07 hsi. RC terbaik terdapat pada perlakuan I1M1 (Inkubasi manual + TEL F0) dan juga efisiensi produksi ekonomi merupakan efisiensi yang memiliki angka terbaik dibandingkan dengan efisinsi yang lain. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan petani dapat membuat bibit dengan lebih efisien biaya menggunakan metode TEL dan dapat menggunakan panci presto digunakan untuk sterilisasi dengan menambah durasi 3 sampai 4 kali dari autoclave yaitu setara dengan 60 menit.
Kata Kunci : Jamur Tiram, Pembibitan, Inkubasi
Full Text:
PDFReferences
Direktorat budidaya tanaman sayuran dan biofarmaka. 2010. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Jamur Tiram/Penulis Bahar Yul Harry. Dr.Ir. Jakarta: Direktorat Jendral Hortikultura KEMENTAN.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2006. Program Pengembangan Tanaman Sorgum di Indonesia. Makalah dalam Fokus Grup Diskusi “Prospek Sorgum dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi”. Serpong, 5 September 2006.
Sani, B. 2016. Asyiknya Budidaya Jamur Diperkotaan (Udara Panas). Kata Pena. Jakarta.
Steviani, S., 2011. Pengaruh Campuran Media Tanam Serbuk Sabut Kelapadan Ampas Tahu Terhadap Diameter Tudung dan Berat Basah JamurTiram (Pleurotus ostreatus). Skripsi. Fakultas Pertanian UniversitasSebelas Maret. Surakarta
Sugianto, A. 2013. Inovasi Teknologi TEL Jamur Tiram Putih. Hal 76-160 ISBN978-602-795-732-9. Aditya Media. Malang. 278 hal.
Suparti, dan Nurul Karimawati. 2017. Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang pada Media Umbi Talas dengan Konsentrasi yang Berbeda. Bioeksperimen, 3(1). Hal: 64-72.
Refbacks
- There are currently no refbacks.