IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) OLEH PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO (Studi Relokasi Pasar Minggu dari Alun-Alun ke Jalan Suroyo)

Nasyah Ayu Julia Putri, Khoiron Khoiron, Hirshi Anadza

Sari


Efektivitas penataan ruang kota dan sektor informal menjadi indikator krusial dalam tata kelola perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses implementasi kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari kawasan Alun-Alun ke Pasar Minggu Jalan Suroyo oleh Pemerintah Kota Probolinggo serta mengevaluasi dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh kelompok sasaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengadopsi model kerangka teori implementasi kebijakan dari Mazmanian dan Sabatier (1983) yang menelisik aspek karakteristik masalah, karakteristik kebijakan, serta variabel lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan teknik dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, staf pelaksana lapangan, tiga pelaku PKL yang terdampak relokasi, serta warga masyarakat sekitar. Data dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) serta diverifikasi melalui metode triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompleksitas masalah sangat tinggi akibat jumlah PKL yang masif (lebih dari 500 pedagang) dan besarnya ketergantungan ekonomi sektor informal terhadap Alun-Alun. Meskipun kerangka kebijakan operasional yang tertuang dalam Peraturan Walikota No. 44 Tahun 2025 telah merumuskan tujuan spasial dengan cukup jelas, ketegasan dan konsistensi penegakan regulasi di lapangan masih memerlukan penguatan. Penolakan atau resistensi awal dari PKL berhasil diredam melalui pendekatan mediasi persuasif dan komunikasi humanis oleh DKUP. Secara ekonomi, pendapatan PKL berangsur-angsur mengalami stabilisasi pasca-fase transisi kritis. Kata Kunci:. Implementasi Kebijakan, Relokasi PKL, Penataan Ruang Kota, Dampak Sosial Ekonomi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


As-Sidiqi, M. H., Handayani, S., & Mahdalina, A. (2024). Implementasi Kebijakan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat: Studi Penertiban PKL di Pasar Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jurnal Analisis Kebijakan Publik, 10(1), 45-58. DP, A. S., Sejati, P. A., A'yunina, N., Dewi, K. R., & Nisa, K. (2023). Dampak Relokasi Pedagang Kaki Lima ke Teras Malioboro Yogyakarta. Jurnal Geografi Publik, 11(2), 112-126. 512 Dunn, W. N. (2003). Pengantar Analisis Kebijakan Publik (Edisi Kedua). Gadjah Mada University Press. Grindle, M. S. (1980). Politics and Policy Implementation in the Third World. Princeton University Press. Mazmanian, D. A., & Sabatier, P. A. (1983). Implementation and Public Policy. Scott, Foresman and Company. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. Olson, M. (1965). The Logic of Collective Action: Public Goods and the Theory of Groups. Harvard University Press. Ostrom, E. (1990). Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge University Press. Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penataan dan Relokasi Pedagang Kaki Lima Kawasan Alun-Alun. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Ramadhan, F., & Asriwandari, H. (2025). Pelaksanaan Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Pekanbaru. Jurnal Tata Kelola Daerah, 14(1), 89-102. Renald, M., & Fuad, Z. (2025). Tata Ruang Perkotaan dan Keberlanjutan Sektor Informal di Jawa Timur. Jurnal Administrasi SINTA, 7(3), 245-258. Saputra, I., & Sembiring, R. (2025). Dampak Relokasi Spasial Terhadap Keberlanjutan Usaha Mikro Ekonomi Lemah. Ekonomi Informal Quarterly, 4(1), 10-22. Sasoko, T., & Boangmanalu, D. (2024). Kebijakan Relokasi PKL sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Relokasi PKL di Sekitar Stasiun. Jurnal Pembangunan Daerah, 12(2), 201-215. Septian, R., Hermawan, E., & Pundenswari, P. (2024). Faktor-Faktor Kegagalan Relokasi Pedagang Kaki Lima Gedung Intan Medina Garut. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 19(1), 76-89. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.