Sari
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Lumajang terkait kepuasan kerja karyawan, penting untuk mempertimbangkan bahwa hal ini berhubungan dengan pekerjaan yang diharapkan dilakukan karyawan terkait dengan organisasi sehingga pekerjaan mereka akan lebih produktif dan tujuan organisasi dapat tercapai lebih efektifTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pegawai non-ASN di Kantor Kecamatan Lumajang merasa tentang pekerjaan mereka, terutama soal perkembangan karier dan gaji. Penelitian ini melihat hubungan sebab-akibat antar variabel dengan metode survei eksplanatori dan pendekatan kuantitatif. Populasinya terdiri dari 53 pegawai non-ASN. Teknik sampling jenuh (sensus) dipakai, jadi semua anggota populasi jadi responden karena populasinya cukup kecil. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan software SPSS. Hasil tes menunjukkan bahwa kemajuan karier dan kompensasi bersama-sama punya pengaruh yang sangat besar terhadap kebahagiaan kerja, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 46,5%, yang berarti kedua faktor ini bisa menjelaskan 46,5% variasi dalam kepuasan kerja. Secara terpisah, kepuasan kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel gaji; jadi, para pekerja lebih bahagia di posisi mereka ketika menerima kompensasi finansial dan non-finansial yang lebih tinggi. Sementara itu, kebahagiaan kerja dipengaruhi secara signifikan dan negatif oleh variabel pengembangan karier.Hal ini terjadi karena inisiatif pengembangan karier bagi pegawai non-ASN justru menghasilkan ekspektasi yang tidak selaras dan usaha yang lebih besar jika tidak disertai dengan keamanan kerja, peluang promosi, dan insentif yang disesuaikan. Kesimpulan studi ini menekankan betapa pentingnya bagi organisasi pemerintah daerah untuk menata ulang struktur insentif yang proporsional, memberikan stabilitas kerja, dan bersikap transparan. Kata Kunci: Kompensasi, Pengembangan Karir, Kepuasan Kerja, Pegawai Non-ASN.
Referensi
Anggraeni, L., & Marnilah, E. (2024). Pengaruh kompensosi dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja pada Chigo X Flip Area 3 Jakarta Selatan. https://doi.org/10.61722/jiem.v2i9.2407 Fadli, M., et al. (2022). Pengaruh kommpensasi dan pengembagan karir terhadap kepuasan kerja pegawai pada perusahaan di Bekasi. https://doi.org/10.21009/jbmk.0301.02 Herliana, A., & Munawaroh, M. (2025). Pengaruh kompensasi dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja pegawai. https://doi.org/10.59603/ppiman.v3i1.652 Suri, N., & Suharini, T. (2024). Pengaruh kompensasi dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja pegawai Kantor Otoritas Jasa Keuangan. https://doi.org/10.59603/ppiman.v2i4.526 Widyaningtyas, et al. (2023). Pengaruh pengembangan karir dan kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai. https://doi.org/10.47065/jtear.v4i2.1011 Buku Afandi, P. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia. Arikunto, S. (2012). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. PT Rineka Cipta. Cooper, Donald R.,Pamela S.Schindler. (2017), Metode Penelitian Bisnis. Donald, R., & Pamela, S. (2017). Measurement Scales in Social Science (pp. 328). Handoko, T. H. (2012). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Hasibuan, M. S. P. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. B. (1959). The Motivation to Work (2nd ed.). Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. Syafrizal. (2021). Kompensasi dan Kinerja Pegawai. Tanjung, A., & Siagian, R. (2023). Faktor-faktor penentu kepuasan kerja pegawai.