EVALUASI KEBIJAKAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 12 TAHUN DI KECAMATAN KEDUNGKANDANG (Studi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang)

Silviana Silviana, Khoiron Khoiron, Septina Dwi Rahmawati

Sari


Peningkatan jumlah angka tidak sekolah Kota Malang menjadi tantangan dalam implementasi kebijakan wajib belajar 12 tahun. Kedungkandang menjadi urutan pertama dengan jumlah anak tidak sekolah sebanyak 1.146 anak. Alasan tersebut yang mendasari program ini diperlukan adanya evaluasi kebijakan. Untuk menganalisis evaluasi kebijakan wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun, penelitian ini menggunakan Teori Evaluasi Kebijakan dari William N. Dunn (2000) untuk menilai dengan menggunakan indikatornya meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Metode yang dipilih pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif dengan jenis deskriptif, yang memberikan gambaran mengenai permasalahan yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai program wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun di Kecamatan Kedungkandang dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan dari William N Dunn.  Hasil penelitian menunjukkan kebijakan ini sudah dijalankan dengan baik dan dibarengi oleh program pendukung seperti bantuan beasiswa, program Ajak Anak Sekolah Kembali “AKAS”, home visit atau kunjungan langsung ke rumah, program vokasi dan penyediaan transportasi bus sekolah. Dengan kerjasama oleh semua pihak mulai dari pemerintah, guru, orang tua serta anak itu sendiri, maka angka putus sekolah akan berkurang dan angka partisipasi sekolah dapat meningkat. Tantangan yang dihadapi dalam program ini meliputi kurangnya jangkauan akses pendidikan ke daerah pinggiran kota dan ekonomi keluarga. Bus sekolah dan beberapa angkutan umum tidak menjangkau ke daerah mereka. Dengan memastikan kebijakan ini tepat sasaran, diharapkan dapat mengurangi hingga tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Jadi, kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa Dinas Pendidikan berperan secara signifikan dalam mengurangi angka putus sekolah di Kota Malang. Dengan adanya program pendukung dan kerjasama oleh semua pihak, maka diharapkan semua anak bersekolah hingga 12 tahun agar siap untuk memasuki dunia kerja. Meskipun terdapat tantangan dalam ekonomi keluarga sehingga anak-anak memilih untuk membantu orang tuanya, dengan strategi yang lebih keras dan tepat sasaran dapat membantu menaikkan minat untuk sekolah kembali.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Sumber Buku:

Abbas, Salim. (2007). Asuransi dan Manajemen Risiko. Jakarta: PT Raja Grafindon Persada.

Abdoellah, & Rusfiana Y. (2016). Teori dan Analisis Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Agustino, Leo. (2023). Memahami Evaluasi Kebijakan. Malang: Empatdua Media

Ahmad, Furchan. (2004). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Dunn, William N. (2000). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hidayat & Abdilllah. (2019). Ilmu Pendidikan Konsep, Teori dan Aplikasinya. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

Islamy, Irfan. (2009). Prinsip-prinsip Perumusan Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara, 17.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications, Inc.

Ramli, Muhammad. (2022). Electronic Government Dalam Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Subianto, A. (2020). Kebijakan Publik Tinjauan Perencanaan Implementasi dan Evaluasi. Surabaya. Brilliant PT. Menuju Insan Cemerlang.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta

Syafii, Inu Kencana. (2003). Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI). Jakarta: Bumi Aksara.

Tachjan. (2006). Implementasi Kebijakan Publik. Bandung: Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Tersiana, Andra. (2018). Metode Penelitian. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia

Undang-Undang:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2013 Sistem Pendidikan Nasional

Sumber Jurnal:

Akibu, Rifka S. (2019). Evaluasi Kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Di SMA Negeri 1 Ampibabo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Akibu, R. S. (2019). Evaluasi Kebijakan KAkibu, R. S. (2019). Evaluasi Kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Di SMA Negeri 1 Ampibabo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Akibu, R. S. (2019). Evaluasi Kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pen, 2(1), 8–14.

Diana, Ayu Vira., Afifuddin, & Septina, D.R. (2023). Implementasi Kebijakan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Desa Junrejo Kota Batu (Studi pada UD Siti Tas). Malang. Universitas Islam Malang: Jurnal Respon Publik, 17(7), 28–37.

Hidayat, Mahmud., Khoiron, & Septina, D.R. (2023). Evaluasi Kebijakan Pendidikan Dasar Wajib Belajar 9 Tahun Studi Kasus Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang. Jurnal Respon Publik, 17(8), 47–57.

Putu, Ni., Sanjiwani, O., & Septina, D.R. (2024). Evaluasi Program Parkir Elektronik ( E-Parking ) Di Rumah Sakit Unit DaeraH ( RSUD ) Kota Malang . Universitas Islam Malang. 18(9), 35–47.

Setiyawan. (2013). Evaluasi Kebijakan Wajib Belajar Dua Belas Tahun Di Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Jakarta. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Sofyan & Sanusi (2023). Pentingnya Wajar Dikdas 12 Tahun Untuk Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2022. Aceh. Jurnal UBP Karawang, 2411–2420.

Waruwu, M. (2022). Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ppkn Di Indonesia: Kajian Analisis Meta. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 99–113. https://doi.org/10.36706/jbti.v9i2.18333

Yuliwati, Yuliawati. (2022). Wajib Belajar 12 tahun dalam realita di wilayah Kabupaten Bogor. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 10(2), 110–118. https://doi.org/10.30738/wd.v10i2.14032

Sumber internet:

Nanda. (2024). Angka Partisipasi Murni (APM) Pendidikan Dasar Belum 100 Persen. Malang. Radarmalang.jawapos.com. URL: https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/815117052/masih-ada-yang-putus-sekolah-di-malang-angka-partisipasi-murni-pendidikan-dasar-belum-100-persen . Diakses pada 3 Oktober 2024.

Indo, Benni. (2024). Angka Putus Sekolah di Kota Malang Meningkat. Malang. Suryamalang.tribunnews.com. URL: https://suryamalang.tribunnews.com/2024/03/20/angka-putus-sekolah-di-kota-malang-meningkat?page=2. Diakses pada 3 Oktober 2024.

Putra. (2025). Terdata 3.406 Anak di Kota Malang Tidak Sekolah - Radar Malang. Terdata 3.406 Anak Di Kota Malang Tidak Sekolah - Radar Malang; Radar Malang. https://radarmalang.jawapos.com/berita-terbaru/815644217/terdata-3406-anak-di-kota-malang-tidak-sekolah


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.