PERUBAHAN SOSIAL PASCA PEMBANGUNAN KAMPUNG HERITAGE KAYUTANGAN SEBAGAI DESTINASI WISATA KOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
Sari
Kelompok masyarakat merupakan suatu sistem sosial, disadari ataupun tidak disadari akan alami perubahan social. Faktor yang pertama dan terenting yang akan mempengaruhi perubahan sosial masyarakat selanjutnya yaitu pembangunan Kampung Heritage Kayutangan. Perubahan sosial telah terjadi di masyarakat tidak serta merta berdampak negatif terhadap pertumbuhan, namun dampak yang ditimbulkan dapat menyebabkan penurunan. Tujuan yang ingin digapai dalam penelitian ini yakni untuk memperoleh gambaran apa saja potret dalam pelaksanaan pembangunan Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak perubahan sosial pembangunan yang terjadi pada masyarakat setempat dengan adanya obyek wisata Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang. Dan mengetahui persepsi masyarakat setempat terhadap evektivitas suatu pembangunan yang telah dilakukan di kawasan Kampung Heritage Kayutangan sebagai destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian langsung pada suatu objek yang terjadi proses perubahan sosial di Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan cara melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data yang dihasilkan peneliti dianalisis secara kualitataif deskriptif untuk menggambarkan secara sistematis, factual, dan akurat. Hasil Penelitian ini menggambarkan bahwa potensi Kampung Kayutangan dapat dipetakan menjadi lima bagian. Masyarakat Kampung Heritage Kayutangan mulai mengalami perubahan dalam interaksi, perubahan struktur dan juga perubahan dalam budaya sesuai dengan teori Himes dan Moore juga menjelaskan bahwa dalam perubahan sosial terdapat 3 dimensi yaitu dimensi struktural, dimensi kultural, dan dimensi interaksional. Dalam perubahan tersebut juga memberikan dampak positif dan negatif. Kemudian dalam persepsi masyarakat merasa belum sepenuhnya puas dengan efektivitas program-program yang di buat.Â
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Irawati, D. (2009). "Implementasi Nilai-Nilai Budaya Organisasi Melalui, 4 Sosialisasi Budaya Organisasi". Jurnal Manajemen Maranatha, 9(1), 114802.
JE.Hosio. (2007). Kebijakan Publik dan
Desentralisasi. (Yogyakarta: Laksbang), hal.
Lorentius, G. (2017). Perubahan Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(Vol 2 No 2 (2017)), 53–67.
Martono, N. (2016). Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers.
Milles, M.B. &Hubberman,A.M. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE Publication Inc:USA.
Moleong, L. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rahmawati, M., Purnomo, A., & Idris, I. (2021). Kapabilitas Masyarakat dalam Mengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang. Media Komunikasi Geografi, 22(1), 01. https://doi.org/10.23887/mkg.v22i1.30254
Ranjabar, J. (2015). Perubahan Sosial Teori-
teori dan Proses Perubahan Sosial serta Teori Pembangunan. Bandung : Alfabeta. hal 31-32.
Riyadi, S. (1981). Pembangunan Dasar-Dasar Dan Pengertiannya. Usaha Nasional, 16-17
Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar.
(Jakarta: Raja Grafindo Persada.)
Soekanto, S. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Raja Grapindo Persada).
Supriyanto, D. (2023). Perubahan Sosial Dan Pembangunan. PT INSAN CENDEKIA MANDIRI GROUP.
Suryono, A. (2010). Dimensi-dimensi Prima Teori Pembangunan. UB Press, Malang, 46
Takome, S., Suwu, E. A. A., & Zakarias, J. D. (2021). Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Ilmiah Society, 1(1), 1–15. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jurnalilmiahsociety/article/view/36326%0Ahttps://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jurnalilmiahsociety/article/download/36326/33820
UNDANG-UNDANG
Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2018 https://jdih.malangkota.go.id/
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.