PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA DI KABUPATEN LEMBATA NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lembata)

Asma Asmira, Slamet Muchsin, Slamet Muchsin, Slamet Muchsin, Sunariyanto Sunariyanto, Sunariyanto Sunariyanto, Sunariyanto Sunariyanto

Sari


Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui, mendeskripsikan, serta menganalisis sstrategi spemberdayaan dan kemandirian Perempuan dan faktor pendukung dan penghambat sPemberdayaan sperempuan sdi sDinas Pemberdayaan dan sPerlindungan sAnak sKabupaten sLembata. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sdeskriptif kualitatif skarena spermasalahan syang sdibahas sdalam spenelitian sini sberupa skata skata tertulis sdan slisan, stidak berkaitan sdengan sangka sangkanya. sPeneliti sbermaksud suntuk smendeskripsi, menggambarkan sdan smenguraikan tentang spemberdayaan sperempuan smelalui skelompok sPEKA s(Perempuan Kepala sKeluarga). Berdasarkan hasil penelitian, Strategi yang digunakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dalam mendukung kemandirian perempuan dalam keluarga di Kabupaten Lembata antara lain dapat memberikan keterampilan bagi kaum perempuan agar kaum perempuan dapat produktif dan tidak menggantungkan nasibnya terhadap kaum laki laki, dapat memberikan kesempatan seluas luasnya terhadap kaum perempuan untuk mengakses segala program pembangunan yang ada, menghilangkan mitos kaum perempuan sebagai pelengkap dalam Rumah Tangga, melalui edukasi kegiatan masyarakat, Pelibatan kelompok perempuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring semasa program pembangunan yang ada ditingkan lingkungannya, bekerjasama dengan lembaga sosial masyarakat seperti Plan Internasional Dan Pemerhati Perempuan lainnya untuk meningkatkan kepedulian perempuan dalam kelompok atau organisasi, serta membentuk KPAPD (Kelompok Perlindungan Anak dan Perempuan Desa) di seiap Desa dalam wilayah Kabupaten Lembata. Kemudian untuk faktor mendukung kemandirian perempuan di Kabupaten Lembata dalam pembahasan diatas disimpulkan bahwa, dapat melakukan sosialisasi, adanya perhubungan antara pengaruh utama gender dalam pembangunan di Kabupaten Lembata, serta keputusan Bupati Lembata tentang Pembentukan forum Komunikasi Pemerhati dan Perjuangan hak hak Perempuan, sedangkan untuk faktor yang menghambat kemandirian perempuan di Kabupaten Lembata antara lain seperti kurangnya kesadaran perempuan, kurangnya saran dan prasara, beban dan peran ganda, masih belum meratanya pemahaman dan partisipasi masyarakat khususnya perempuan dalam pemberdayaan, perhatian dan partisipasi dikalangan dunia usaha tentang pemberdayaan perempuan belum optimal, serta budaya patriarki masih langgeng dikalangan masyarakat budaya tersebut telah mempersempit bahkan menutup akses perempuan untuk ikut berpartisipasi.

 

Kata Kunci: Pemberdayaan, Kemandirian, Perempuan, Keluarga, Dinas Pemberdyaan Perempuan dan Anak.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anwas, OOS m, 2013, Pemberdayaan Masyarakat di Era Global, Bandung, Alfabeta.

Achmad Tantowi Hendra Setiawan. “ Peren Pemberdayaan Perempuan Terhadap Peningkatan Ekonomi Keluarga di PKBM Ngupoyo Ilmu Muncar Kabupaten Banyuwangi.†Skripsi. 2018

Buchory, Herry Achmad dan Djaslim Saladin, 2010, Manajemen Strategi

Buangin, Burhan, 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Rajawali Pers.

Burgin, Burhan. Analisis data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005.

Desy Marlina. “ Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Usaha Peningkatan Pendapat Keluarga Sejahtera (Studi Ksus UPPKS “Mekar Sari†di Dusun Wonocatur Banguntapen, Bantul.†Skripsi. 2017

Elson, 1991. Indikator Pelaksanaan Strategi Pemberdayaan Perempuan. Diakses dari www.blogspluscom?/-indikator-pemberdayaan-perempuan.com

Erniyati, 2010, “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) di Kelurahan Semper Barat Jakarta Utara, Skripsi, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Erna dede Fujiani, Yus Darusman, Lesi Oktiwanti “ Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Melalui pelatihan Berwirausaha. di Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. “ Jurnal 2019

Hardiana. “ Strategi Pemberdayaan Perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Enrekang.†Skripsi. Universitas Muhamadiah Makassar, 2018.

Isbandi Adi 2013. Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Pustaka Belajar

Lewis Artur, W. 1885. Perencanaan Pembangunan. Jakarta

Lilis Karwati. “ Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasih Alam Setempat.†Skripsi. 2017

Miles Hubberman & Saldana, (2014). Analisis Data. https://eprints.uny.ac.id.

diakses 22 November 2021

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Oliver, Sandra, 2007, Strategi Public Relations, Jakarta, Erlangga.

Ramadhan Prasetya Wibawa, Liana Vivin Wihartanti. “ Strategi Perempuan Kepala Keluarga ( PEKKA) dalam menciptakan kemandirian ekonomi keluarga di Desa Gesi Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen.†Jurnal. Universitas PGRI Madiun, 2019

Ricardus Wawo. Mengenal Program Pekka yang Berdayakan Perempuan Sebagai Kepala Keluarga. Pos-Kupang, 2019

Sugiyono, (2015). Metodologi Penelitian. https://eprints.uny.ac.id, diakses 22 November 2021.

Suharto Edi, 2000. Metode Partisipatoris dan Upaya Pemberdayaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sutaryo, Dasar-Dasar Sosialisasi, (Jakarta: Rajawali Press, 2004), hlm.156

Sutaryo, Dasar-Dasar Sosialisasi, (Jakarta: Rajawali Press, 2004), hlm. 230

Sudarsono, Pengantar Sosialisasi, (wikipediaindonesia.melaluihttp://id.wikipedia.orgwiki/sosialisasi di akses (10/03/207)

Salusu J, 2006. Manajemen Strategi. Jakarta: Pustaka Pelajar, In Media

Suyono, 2001. Kualitas Pemberdayaan Perempuan di akses dari https://kalteng.go.id/INDO/Pemberdayaan_Perempun/ pada tanggal 09 Maret 2018.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.