PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Di Kantor Camat Sape Kabupaten Bima)

Putri Windi Handayani, Afifuddin Afifuddin, Sunariyanto Sunariyanto

Sari


Peran budaya organisasi merupakan salah satu pola dari asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar organisasi bisa mengatasi, menanggulangi permasalahan yang timbul akibat adaptasi ekternal dan internal yang sudah berjalan cukup baik sehingga perlu diajarkan dan diterapkan kepada anggota, kinerja pegawai Camat Sape Kabupaten Bima harus direformasi supaya tanggapan terhadap perubahan yang semakin cepat sehingga diharapkan dapat menciptakan kinerja pegawai yang mampu berkerja secara profesional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi instansi pegawai Camat Sape Kabupaten Bima adalah melaksanakan kinerja secara efektif dan efesien, karena selama ini instansi pemerintah diidentikkan dengan kinerja yang berbelit-belit. Peneliti berusaha menganalisis peran budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Camat Sape Kabupaten Bima. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apa saja yang menjadi bagian dari peran, faktor pendukung dan penghambat berserta dampak Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai Kantor Camat Sape Kabupaten Bima, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses peran budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai melakukan beberapa tahap, dari mulai faktor pendukung dan penghambat, kemudian dampak budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai ini melibatkan beberapa pihak yaitu anggota pegawai Kantor Camat Sape Kabupaten Bima.

Kata Kunci: Peran, Faktor Pendukung dan Penghambat, Dampak Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmadin, Rulam. 2015. Pengantar Pendidikan. Yogyakarta:Ar-ruzzmedia.

Allen Kennedy. 1982. Dalam Bukunya Yang Berjudul Corporate Cultures: The Rites and. Rituals Of Corporate Life dan Pandangan Dari Tom Petters dan Robert.

Anwar, Prabu Mangkunegara. 2005. Bandung : Manajemen Sumber Daya Manusia.

PT. Remaja Rosdakarya.

Alisyahbana. 1990. Dalam Budaya Human Behavior At Work Organizational Behavior.

Chatab, Nevizond. 2007. Bandung : Budaya Organisasi.

Denison R. 1990. New York :Corporate culture and organizational effectiveness.

Gibson, SR. 1990. Principles Of Nutritional Assesment. London: Oxford University Press.

Lofland.2006.Dikutip Oleh (Dr. Lexy J Moleong). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung.

Moleong, Lexy J. 2012. Metode Penelitian K ualitatif Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

Mathis, L.Robert dan Jackson. 2001.Jakarta : Manajemen Sumber Daya Manusia. Neuman, W Lawrenc. 2003. Social Research Methods. Qualitative and Kuantitative Approaches.

Nurtjahjo. 1945.Badan Tenaga Atom Nasional. Universitas Press.

Nurul Zuriah. (2006). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,Bandung: Alfabeta

Patton. 1980. MetodePenelitian Kualitatif.Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

Robbins, Stephen p., 2006. Perilaku Organisasi Jilid II, Ahli Bahasa Hadayana Pujaatinaka. Prenhalindo, Jakarta.

Schein. 1992.Dalam Buku Organizational Culture andLeadership.

Sugiyono. 2009,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,Bandung: Alfabeta.

Sumber Jurnal dan Skripsi:

w. s. Winkel dan Sri Hastuti (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.