ANALISIS KINERJA APARATUR PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Studi Pada Kantor Bappelitbangda Kota Batu)

Muhammad Saidin Mangu Duru, Slamet Muchsin, Retno Wulan Sekarsari

Sari


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kinerja Aparatur Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Bappelitbangda Kota Batu (2) Kedisiplinan Aparat Pemerintah Daerah di Bappelitbangda Kota Batu (3) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Kinerja Aparatur Pemerintah Bappelitbangda Kota Batu dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.  Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu, penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata apa yang terjadi di lapangan secara menyeluruh. Peneliti juga menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengontrol keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu di antaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kinerja aparatur pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Bappelitbangda Kota Batu sudah terbilang cukup baik bahwasannya, kinerja aparatur di Bappelitbangda Kota Batu sendiri selalu dilakukan evaluasi di setiap bidang pada akhir tahun, sehingga intansi tersebut dapat mengukur kinerja pegawainya. (2) Kedisiplinan aparat pemerintah daerah di Bappelitbangda Kota Batu masih dibilang belum memenuhi kebijakan yang telah diterapkan oleh lembaga Bappelitbangda, hal tersebut dibuktikan dengan salah satu peraturan kedisiplinan waktu yang mana pegawainya masih lalai dalam mengikuti aturan tersebut. (3) Faktor yang mempengaruhi kinerja aparatur pemerintah Bappelitbangda Kota Batu dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yaitu ada dua faktor yang terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Dimana faktor internal tersebut permasalahan dari dalam instansi yaitu masalah lingkungan kerja, sedangkan faktor ekternal adalah permasalahan yang datang dari luar instansi yaitu permasalahan pribadi yang dibawa ke dalam pekerjaan kantor sehingga membuat kinerja pegawai tidak efektif dan efisien.

 

Kata Kunci : Kinerja Aparatur Pemerintah, dan Pemerintahan Daerah.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Moeheriono. (2010) Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Bastian. (2006) Pengertian Kinerja, Hal 329.

Dwiyanto. (2006) Penilaian Kinerja merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bahwasannya dapat digunakan sebagai ukuran suatu organisasi dalam mencapai visinya,47.

Kranenburg. (2008) Pegawai Negeri Sipil merupakan pejabat yang di tunjuk, jadi pengertian tersebut tidak termasuk terhadap mareka yang memangku jabatan mewakili seperti anggota Parlemen, Presiden, dan sebagainya,Hal 31.

Levine, I.S. Tentang Kedisiplinan Pegawai.

Mangkunegara. (2011) Kinerja aparatur merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tangung jawab yang diberikan kepadanya, 67.

Prawirosentono. (1999) Kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi,2.

Pasal 260 ayat (1 & 2) Undang-Undang, Tentang Pemerintah Daerah.

Peraturan Daerah Kota Batu No.89 Tahun 2016, Tentang BAPPEDA Kota Batu.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2001, Pemerintah Kota Batu.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.