KARAKTERISTIK TERMODINAMIKA PEMBAKARAN CO-FIRING HYDROCHAR BATOK KELAPA TERAKTIVASI NaOH DAN BATU BARA SUB BITUMINUS
Abstract
Pemanfaatan hydrochar batok kelapa sebagai bahan bakar pendamping batu bara melalui teknologi co-firing berpotensi mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil degradasi massa dan parameter termodinamika pembakaran berupa energi bebas Gibbs (ΔG), entalpi (ΔH), dan entropi (ΔS) pada sampel 0,5 Na HTC, BK20%, dan Coal100%. Hydrochar diproduksi melalui Hydrothermal Carbonization pada suhu 200°C selama 8 jam, dikeringkan pada 95°C selama 5 jam, diseragamkan hingga 200 mesh, lalu diuji menggunakan Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil menunjukkan empat tahap degradasi termal. BK20% memiliki laju degradasi maksimum tertinggi dan residu terendah sebesar 3,85%, yang menunjukkan pembakaran lebih sempurna. Pada Stage III, sampel 0,5 Na HTC menghasilkan ΔG terendah sebesar 185,259 kJ/mol, ΔH tertinggi sebesar 79,579 kJ/mol, dan ΔS paling mendekati nol sebesar −0,148 kJ/mol·K. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivasi NaOH 0,5 M menurunkan hambatan termodinamika, meningkatkan kapasitas energi, dan memperbaiki reaktivitas hydrochar sehingga berpotensi digunakan dalam sistem co-firing batu bara sub-bituminus. Kata kunci: hydrochar batok kelapa, co-firing, aktivasi NaOH, Thermogravimetric Analysis, termodinamika pembakaran.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
