Studi Eksperimen Pengaruh Suhu terhadap Hasil Biodiesel Menggunakan Katalis Heterogen Fe₃O₄–CaO

Ahmad Alan Yanuarta, Akhmad Faruq Alhikami

Abstract


Reaksi transesterifikasi dipengaruhi oleh berbagai kondisi operasi, dan suhu merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan pembentukan biodiesel. Pada penelitian ini, kinerja katalis heterogen Fe₃O₄–CaO dievaluasi melalui variasi suhu reaksi 60°C, 63°C, 66°C, dan 70°C menggunakan minyak jelantah sebagai bahan baku. Prosesnya dilakukan dengan rasio molar metanol terhadap minyak (MTOR) 1:8 dan massa katalis 1 gram. Sintesis katalis dilakukan melalui pencampuran CaO dan Fe₃O₄ yang kemudian diaplikasikan pada proses esterifikasi dan transesterifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai rendemen biodiesel dari setiap kondisi suhu. Suhu 60°C memberikan hasil tertinggi sebesar 9,308%, sedangkan penurunan hasil terjadi pada suhu di atasnya akibat peningkatan laju penguapan metanol yang menghambat reaksi. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa rentang suhu 55–65°C merupakan kondisi optimal untuk reaksi transesterifikasi dengan katalis basa heterogen. Secara keseluruhan, pengoperasian pada suhu 60°C dinilai paling efisien karena mampu mempertahankan interaksi reaktan dan meminimalkan kehilangan metanol, sehingga menghasilkan konversi biodiesel yang lebih baik.


Full Text:

PDF Remote

Refbacks

  • There are currently no refbacks.