Studi Eksperimen Pengaruh Suhu terhadap Hasil Biodiesel Menggunakan Katalis Heterogen Fe₃O₄–CaO
Abstract
Reaksi transesterifikasi dipengaruhi oleh berbagai kondisi operasi, dan suhu merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan pembentukan biodiesel. Pada penelitian ini, kinerja katalis heterogen Fe₃O₄–CaO dievaluasi melalui variasi suhu reaksi 60°C, 63°C, 66°C, dan 70°C menggunakan minyak jelantah sebagai bahan baku. Prosesnya dilakukan dengan rasio molar metanol terhadap minyak (MTOR) 1:8 dan massa katalis 1 gram. Sintesis katalis dilakukan melalui pencampuran CaO dan Fe₃O₄ yang kemudian diaplikasikan pada proses esterifikasi dan transesterifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai rendemen biodiesel dari setiap kondisi suhu. Suhu 60°C memberikan hasil tertinggi sebesar 9,308%, sedangkan penurunan hasil terjadi pada suhu di atasnya akibat peningkatan laju penguapan metanol yang menghambat reaksi. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa rentang suhu 55–65°C merupakan kondisi optimal untuk reaksi transesterifikasi dengan katalis basa heterogen. Secara keseluruhan, pengoperasian pada suhu 60°C dinilai paling efisien karena mampu mempertahankan interaksi reaktan dan meminimalkan kehilangan metanol, sehingga menghasilkan konversi biodiesel yang lebih baik.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
