ANALISIS KEAUSAN ALAT POTONG DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG DAN KECEPATAN SPINDEL PADA PROSES PEMBUBUTAN MATERIAL S45C

Ahmad Angger Muzaky, Priyagung Hartono, Unung Lesmanah

Abstract


Penelitian ini menginvestigasi dampak luaran dari fluktuasi kedalaman pemotongan substansial
dan parameter kecepatan rotasi sumbu utama terhadap degradasi mata pahat dalam operasi
pemesinan bubut terhadap substrat baja karbon S45C, dengan memanfaatkan alat potong
karbida tipe sisipan DCMT 070204EN. Pelaksanaan eksperimental melibatkan manipulasi
sistematis terhadap parameter kedalaman pemotongan (mencakup nilai 0,5 mm, 0,6 mm, dan
0,7 mm) dan kecepatan rotasi sumbu utama (pada tingkat 90 Rpm dan 110 Rpm). Evaluasi abrasi
dilakukan dengan memanfaatkan mikroskop optik yang diperbesar 300 kali, dikombinasikan
dengan penggunaan perangkat lunak Dino-Lite. Observasi empiris mengindikasikan bahwa
pada resolusi rotasi spindel 90 putaran per menit (Rpm), tingkat abrasi terintensif tercatat pada
kedalaman pemotongan 0,7 milimeter (dengan nilai rata-rata 1.042,81 mikrometer, μm).
Sebaliknya, pada kecepatan 110 Rpm, tingkatan abrasi terparah ditemukan pada kedalaman
pemotongan 0,5 milimeter (dengan nilai rata-rata 1.273,08 μm). Implementasi analisis regresi
linier menghasilkan koefisien determinasi sebesar 12%, suatu indikator bahwa kontribusi
variabel independen terhadap fenomena abrasi sangat terbatas. Selanjutnya, melalui aplikasi uji
ANOVA dua arah, ditemukan bahwa baik kedalaman pemotongan, kecepatan spindel, maupun
efek interaksi di antara kedua faktor tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara
statistik terhadap tingkat keausan alat potong. Temuan dari studi ini berpotensi memberikan
panduan krusial bagi sektor manufaktur dalam rangka penyempurnaan parameter proses
pemesinan guna meminimalkan degradasi alat potong dan mendorong peningkatan efisiensi
operasional.


Full Text:

PDF Remote

Refbacks

  • There are currently no refbacks.