Analisis pengaruh fraksi volume dan orientasi arah serat terhadap kekuatan tarik serat daun pandan duri dengan matriks urea formaldehyde

Rasuli Rasuli, Mochammad Basjir, Ismi Choirotin

Abstract


Bahan yang ramah lingkungan, mampu didaur ulang, serta terurai sendiri oleh alam merupakan kebutuhan teknologi saat ini. Salah satu material yang diharapkan mampu memenuhi hal tersebut adalah material komposit dengan material pengisi serat alam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental nyata (experimental study) dimana pengamatan dilakukan secara langsung pada objek yang diteliti dengan cara membandingkan satu atau lebih kelompok pengujian dengan perlakuan alkalisasi. Orientasi serat lurus dengan nilai tertinggi dengan konsentrasi serat 60% mendapatkan nilai 15,86 Mpa sedangkan serat anyam memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi serat 60% dengan nilai 11,40 Mpa berdasarkan penelitian di atas pada komposit serat daun pandan duri dengan fraksi serat dan resin 20%, 40%, 60%, berorientasi arah serat lurus dan anyaman pada saat perendaman serat alkali menggunakan NaOH maka dapat diambil kesimpulan: Pengaruh fraksi volume terhadap kekuatan tarik menunjukkan bahwa semakin banyak serat maka akan menambah kekuatan tarik yang dihasilkan. Dikarenakan bertambahnya volume fraksi akan menambah ikatan dengan matriks semakin kuat dan memperkecil terjadinya void atau gelembung udara yang terjebak pada spesimen. Sehingga pada saat pengujian tarikan presentasi serat yang tinggi dapat mendistribusikan beban dengan merata dan saling memperkuat satu sama lain dengan lebih efisien. Pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan tarik menunjukkan bahwa orientasi serat lurus mendapatkan nilai kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan orientasi serat anyaman. Nilai rata-rata kekuatan tarik tertinggi yang dihasilkan orientasi serat lurus dengan serat 60% sebesar 15,86 MPa, hal ini dapat dijelaskan bahwa orientasi yang tepat dan semakin banyak fraksi serat yang digunakan membuat kekuatan tarik semakin besar dan nilai rata-rata tertinggi pada orientasi serat anyaman dengan serat 60% sebesar 11,40 MPa, karena tidak orientasi pada penganyaman membuatnya menurunkan kualitas serat yang disebabkan oleh anyaman yang terlalu tinggi pada bagian tengah menyebabkan kualitas uji tarik yang kurang maksimal dan serat tidak cukup kuat menahan regangan pada saat pengujian tarik.

Full Text:

PDF Remote

Refbacks

  • There are currently no refbacks.