DESAIN FLAT PLATE SOLAR COLLECTOR MENGGUNAKAN MATERIAL KUNINGAN (CuZn) PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK PANAS MATAHARI

Yugas Samsu Prayugo, Margianto Margianto, Nur Robbi

Abstract


Pemanasan global dan polusi udara dan menjadi masalahaan yang sangat penting. Dengan alasan tersebut didunia banyak negara-negara bersaha mengembangkan atau menemukan sumber energi baru yang ramah lingkungan serta tidak bisa habis dan terus terbarukan, salah satunya adalah Termoelektrik Generator yang menggunakan energi panas matahari, dengan cara kerja konduktivitas yang digunakan pada bahan logam yang berbeda pada suhu. Sehingga panas dari logam mengalami difusi dari suhu panas ke suhu sisi dingin yang bisa menghasilkan medan listrik. Dari berbagai macam tipe kolektor surya. Kolektor surya yang paling sering digunakan Salah satunya adalah kolektor surya menggunakan plat data yang dicat dengan warna yang gelap agar penyerapan penas lebih bagus, Warna hitam yang dipakai sebagai pelapis terhadap penghantar panas plat datar berpengaruh pada penyerapan panas matahari serta meningkatkan optimalisasi penyerapan panas jika berbanding dengan penghantar panas plat data yang tidak melapisi kucing dengan warna petang. Penelitian menunjukkan Lampu sebagai sumber energi untuk memperoleh panas lalu diserap oleh kaca, kaca juga bisa memantulkan dan bisa menyerap yang diserap oleh kaca langsung diteuskan ke dalam saluran kolektor dan didalam saluran kolektor ini nanti ada angin dengan kecepatan 1,5m/s sehingga energi panas dan angin pada saluran kolektor ini akan membentuk aliran turbulen sehingga ada energi panas yang diserap oleh plat akan lebih banyak dari pada energi panas yang tidak terserap oleh plat dan panas pada plat akan mengalir ke termoelektrik generator (teg) yang nanti atas bagian teg akan mempunyai suhu yang panas sedangkan bagian bawah teg iya akan menyerap suhu pada heatsink pendingin disini fungsi dari heatsink untuk pendingin bagian bawah pada kolektor Surya, nanti akan ada perbedaan suhu teg bagian atas dan bawah akan bisa menghasilkan listrik jika perbedaan suhunya semakin besar maka listrik yang dihasilkan juga semakin besar pula. Suhu plat kuningan tertinggi berada pada jarak 3cm dengan suhu panas plat menit awal 41,6 ºC hingga menit akhir memiliki suhu 56,4 ºC, dan pada variasi jarak 4cm memiliki suhu menit awal 42,7 ºC hingga menit akhir mempunyai nilai 56,1 ºC, berikutnya pada jarak 5cm pada menit awal mempunyai nilai 41,4 ºC hingga menit akhir mempunyai nilai akhir 54,8 ºC, faktor yang mempengaruhi adalah jarak antara kaca dan plat semakin dekan kaca dan plat akan lebih cepat penyerapan panas yang disalurkan dari kaca yang disimpan atau mempercepat penyerapan panas ke plat kuningan, Kerapatan tegangan dari tiga variasi jarak antara 3cm, 4cm, dan 5cm menggalami kenaikan secara stabil dari menit awal sampai ke menit akhir, pada variasi jarak 3cm menunjukkan nilai yang lebih lalu tinggi disusul 4cm dan 5cm, hal tersebut disebabkan oleh faktor tingginya perbedaan antara suhu plat dan suhu dasar heatsink, dimana semakin besar perbedaan suhu plat dan suhu dasar heatsink, maka nilainya akan semakin baik kedap tegangannya,maka dapat disimpulakan untuk nilai kerapatan tegangan tetinggi pada jarak 3cm, Kemudian tegangan output terus meningkat seiring dengan besarnya ∆T yang terjadi hingga mengalami puncak pada menit ke-150 pada Desain Flat Plate Solar Collector variasi jarak 3cm dengan besar ∆T 12,1 dan tegangan output sebesar 0,16 V. Total Efisiensi dari ketiga variasi jarak antra 3cm, 4cm, dan 5cm sama-sama menggalami meningkat, sedangkan nilai tertinggi berada pada variasi jarak 3cm dan disusul 4cm dan 5cm, disebabkan karena faktor yang dapat dipengaruhi oleh energi berguna yang dihasilkan kolektor dan daya pada generator termoelektrik, dapat disimpulkan efisiensi total berada pada jarak 3cm yang mempunyai nilai efisiensi tertinggi. Kata Kunci: Kolektor surya, Kuningan, Pembangkit listrik, Matahari.

Full Text:

PDF Remote

Refbacks