PENAMBAHAN PERSENTASE DAUN PEPAYA SEBAGAI KATALIS HETEROGEN TERHADAP KUALITAS BIODIESEL MINYAK KEDELAI DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI

Chrisna Yuda Hartato, Ena Marlina, Nur Robbi

Abstract


Udara semakin tercemar karena gas buang dari bahan baka fosil, efek rumah kaca dan perubahan iklim. Energi alternatif dibutuhkan sebagai pengganti dari solar, salah satunya adalah biodiesel. Biodiesel adalah bahan bakar alternatif dan terbarukan yang banyak dikembangkan. Salah satunya adalah biodiesel minyak kedelai. Minyak kedelai memiliki kandungan asam lemak bebas (FFA) membuat sangat cocok untuk membuat biodiesel. Minyak kedelai tidak dapat digunakan langsung karena tingkat viskositas cukup tinggi. Penambahan katalis heterogen adalah salah satu cara memperbaiki kualitas minyak kedelai untuk biodiesel dan mengandung kalsium. Daun pepaya menjadi pilihan karena mengandung kalsium. Biodiesel dapat diproduksi dengan proses transesterifikasi. Minyak kedelai dipilih karena mengandung FFA rendah, sebelum tahap transesterifikasi. Kadar FFA diturunkan dahulu melalui proses esterifikasi. Proses esterifikasi menggunakan katalis, yaitu asam sulfat (H2SO4) sebanyak 0,4 gram, 200 gram minyak kedelai dan  32,5 ml metanol . Daun pepaya dikalsinasi menggunakan furnace dengan suhu 800°C selama tiga jam dan menjadi abu dengan kandungan kalsium oksida (CaO). Proses transesterifikasi menggunakan minyak kedelai hasil esterifikasi sebanyak 25 gram, 16,5 metanol dan variasi katalis 2 wt%, 4 wt% dan 6 wt% dari massa minyak kedelai. Visualisasi dari ketiga biodiesel variasi kadar katalis memiliki warna sama tetapi tingkat kejernihan berbeda pada biodiesel kandungan katalis 4 wt% dan 6 wt%. Sedangkan rendemen biodiesel dengan variasi kadar katalis tertinggi adalah biodiesel kadar katalis 2 wt% sedangkan rendemen biodiesel terendah biodiesel kadar katalis 6 wt%. Hal ini disebabkan katalis yang bersifat basa menjadi pendonor sehingga menyebabkan gaya tarik antar molekul rendah tetapi menghambat pencampuran metanol dan minyak kedelai sehingga menghasilkan lebih banyak gliserol.

 

Kata Kunci: Biodiesel ; Daun Pepaya ; Transesterifikasi ; Esterifikasi ; Kalsinasi

Full Text:

PDF Remote

References


M. A. Firdausy, A. Mizwar, R. M. Khair, R. I. Nirtha, and N. Hamatha, “Perbandingan Emisi Gas Buang Yang Dihasilkan Pada Penerapan Biodiesel Di Pt Adaro Indonesia,†Jukung (Jurnal Tek. Lingkungan), vol. 6, no. 2, pp. 147–156, 2020, doi: 10.20527/jukung.v6i2.9258.

R. W. Saa, E. N. Fombang, E. B. Ndjantou, and N. Y. Njintang, “Treatments and uses of Moringa oleifera seeds in human nutrition: A review,†Food Sci. Nutr., vol. 7, no. 6, pp. 1911–1919, 2019, doi: 10.1002/fsn3.1057.

G. M. Mathew et al., “Recent advances in biodiesel production: Challenges and solutions,†Sci. Total Environ., vol. 794, p. 148751, 2021, doi: 10.1016/j.scitotenv.2021.148751.

Susila Arita, Muhammad Rifqi, Tirtasakti Nugoroho, Tuty E. Agustina, and Fitri Hadiah, “Manufacture of biodiesel from palm oil effluent with various sulfuric acid catalysts in the esterification process,†J. Tek. Kim., vol. 26, no. 1, pp. 1–11, 2020.

S. Rezania et al., “Review on transesterification of non-edible sources for biodiesel production with a focus on economic aspects, fuel properties and by-product applications,†Energy Convers. Manag., vol. 201, no. October, p. 112155, 2019, doi: 10.1016/j.enconman.2019.112155.

I. B. Rahardja, Sukarman, and A. I. Ramadhan, “Analisis Kalori Biodiesel Crude Palm Oil (CPO) Dengan Katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS),†J. UMJ, vol. 3, pp. 1–12, 2019.

N. Joy Ugo, A. Raymond Ade, and A. Tochi Joy, “Nutrient Composition of Carica Papaya Leaves Extracts,†J. Food Sci. Nutr. Res., vol. 02, no. 03, pp. 274–282, 2019, doi: 10.26502/jfsnr.2642-11000026.

S. Ge et al., “Egg shell catalyst and chicken waste biodiesel blends for improved performance, combustion and emission characteristics,†Fuel, vol. 306, no. July, p. 121633, 2021, doi: 10.1016/j.fuel.2021.121633.

M. AlSharifi and H. Znad, “Development of a lithium based chicken bone (Li-Cb) composite as an efficient catalyst for biodiesel production,†Renew. Energy, vol. 136, pp. 856–864, 2019, doi: 10.1016/j.renene.2019.01.052.

E. Megawati, A. H. Pratama, I. K. Warsa, A. O. P Putra, N. Effendi, and Y. Yuniarti, “Optimasi volume katalis H2SO4 dan waktu proses esterifikasi pada tahapan proses biodisel,†J. Tek. Kim., vol. 28, no. 1, pp. 37–43, 2022, doi: 10.36706/jtk.v28i1.1066.

C. Chingakham, A. David, and V. Sajith, “Fe3O4 nanoparticles impregnated eggshell as a novel catalyst for enhanced biodiesel production,†Chinese J. Chem. Eng., vol. 27, no. 11, pp. 2835–2843, 2019, doi: 10.1016/j.cjche.2019.02.022.

I. Widyastuti, H. Z. Luthfah, Y. I. Hartono, R. Islamadina, A. T. Can, and A. Rohman, “Antioxidant Activity of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and its Classification with Chemometrics,†Indones. J. Chemom. Pharm. Anal., vol. 02, no. 1, p. 29, 2020, doi: 10.22146/ijcpa.507.

J. L. Aleman-Ramirez et al., “Development of reusable composite eggshell-moringa leaf catalyst for biodiesel production,†Fuel, vol. 324, no. May, 2022, doi: 10.1016/j.fuel.2022.124601.

E. Marlina, W. Wijayanti, L. Yuliati, and I. N. G. Wardana, “The role of pole and molecular geometry of fatty acids in vegetable oils droplet on ignition and boiling characteristics,†Renew. Energy, vol. 145, pp. 596–603, 2020, doi: 10.1016/j.renene.2019.06.064


Refbacks

  • There are currently no refbacks.