ANALISI MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN PADA PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN MAGNESIUM

Ahmad Nidhom Uddin, Unung Lesmanah, Mochammad Basjir

Abstract


ABSTRACT

Proses pengecoran logam adalah proses pembuatan produk dimana logam terlebih dahulu dilebur ke dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam cetakan dimana polanya terlebih dahulu dibuat, sampai logam cair tersebut memadat kemudian dikeluarkan dari cetakan. Kemudian proses pengecoran terutama memiliki tiga bagian, satu adalah proses pembuatan cetakan, yang lainnya adalah proses pembuatan bahan inti, dan yang ketiga adalah proses pengecoran logam. Hasil yang diperoleh dari berbagai unsur salah satunya adalah uji mikrostruktur, dengan penambahan magnesium (Mg) lebih banyak.

Hasil analisis komputasi coran aluminium dan paduan magnesium untuk mencari nilai kekerasan magnesium yang ditentukan untuk masing-masing magnesium oleh media ekstraksi ketapang. Nilai kekerasannya adalah 236,5 HV untuk campuran 5% Mg pada media ekstraksi ketapang, 318,2 HV untuk campuran 10% pada media ekstraksi Ketapang, dan 323,2 HV untuk campuran 15% Mg pada media ekstraksi ketapang. Dari hasil penelitian ini, nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada paduan magnesium 15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar perubahan persentase penambahan magnesium (Mg) dan media pendingin pada pengecoran aluminium, semakin keras Kekerasan dan bentuk senyawa intermetalik yang mengarah pada peningkatan sifat mekanik. 

Kata kunci: aluminium, magnesium, proses pengecoran, air laut, Ekstra Daun Ketapang, larutan HCL, kekerasan Vickers, struktur mikro

ABSTRACT

The metal casting process is a product manufacturing process that begins with melting the metal into a smelting furnace and then pouring it into a mold that is first made into a pattern,until the molten metal freezes and then is removed from the mold. There are three main parts to the casting process, the first is the mold making process, the second is the core manufacturing process and the third is the metal casting process. The results obtained from the many kinds of alloying elements above, one of which is from the microstructure testing conducted by concluding that the more magnesium (Mg) is added.

The results of the analysis and calculation of aluminum casting with magnesium alloy, to find the hardness value of magnesium alloy, the ketapang extract media was determined for each magnesium alloy. for a mixture of 5% Mg in ketapang extract media, the hardness value was 236.5 HV, for a 10% mixture in Ketapang extract media a hardness value was 318.2 HV and for a mixture of 15% Mg in ketapang extract media a hardness value was 323.2 HV. From the results of this study, the highest hardness value was obtained in the Mg alloy of 15%, so it can be concluded that the more the percentage of addition of Magnesium (Mg) and the variation of the cooling medium in aluminum casting will produce a harder hardness and also form intermetallic compounds that cause mechanical properties increase.

Keywords :    Aluminum, Magnesium,Casting Process,Seawater, Ketapang Leaf Extract, HCL Solution, Vikers Hardness, Microstructure


Full Text:

PDF Remote

References


DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, “Peroses pengecoran dari awal hingga menjadi bahan jadi coran logam,†2017.

Girisha H.N, “sifat-sifat dan unsur alumunium pada prosespengecoran logam,†2012.

Surdia, “Perubahan coran alumunium,†2000.

Setiawan, “Peroses pengecoran dari awal hingga menjadi bahan jadi coran logam,†2017.

Hermawan, “PENGECORAN LOGAM,†2003.

Chijiwa, “Pengecoran Logam cetakan pasir,†1976.

Chijiwa, “Pengecoran Logam cetakan pasir,†1982.

tata surdia dan kenji churjiwa, “bab 2,†1976.

bowo, “PROSES PENGECORANDAN PEMBUATAN CETAKAN,†2010.

Rufianti, “Perbedaan antara logam alumunium dan logam magnesium Al-Mg,†2011.

Sugiyono, “METODE PENELITIAN YANG HARUS DI PELAJARI OLEH PENELITI,†2016.

Januar, “media pendinginan pada proses pengecoran,†2016.

tarnoko, “bab 2,†2013.

Ahmad Najib, “Struktur mikro pada proses pengecoran logam,†2016.

syamsuddin damayanti, “bab 2,†2011.

Sunarti, “Hipotesis penelitian yang berhubungan sebab da akibat pada variabel INDEPENDEN,†2009.

sugiyono, “METODE PENELITIAN YANG HARUS DI PELAJARI OLEH PENELITI,†2016.

sugiyono, “METODE PENELITIAN YANG HARUS DI PELAJARI OLEH PENELITI,†2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.