Abstract
Korosi ialah kerusakan material logam yg ditimbulkan oleh reaksi antara logam menggunakan lingkungan yang menghasilkan oksida logam, sulfida logam atau akibat reaksi lainnya yg kebih dikenal sebagai pengkaratan. Penelitian ini memakai metode eksperimen. Objek penelitian memakai plat baja menengah st60 dan plat baja rendah st 42 dengan ukuran spesimen 40 mm x 20 mm x 4mm. perendaman spesimen dalam waktu 10 hari dalam wadah dengan volume 40 ml dari setiap wadah uji. Hasil dari perbandingan media fluida aloevera, bromus dan air PDAM terhadap laju korosi pada baja ST 60 dan ST 42 yaitu, didapatkannya nilai laju korosi terendah pada media fluida aloevera sebesar 0,00005114 mpy, pada media bromus mengalami laju korosi terendah sebesar  0,00001142 mpy, sedangkan pada media air PDAM mengalami laju korosi terendah sebesar 0,00001062 mpy. Pada media fluida aloevera memiliki kenaikan laju korosi tertinggi dengan laju korosi 0,00005168 mpy, pada media bromus mengalami laju korosi tertinggi sebesar  0,00001166 mpy, sedangkan pada media air PDAM mengalami laju korosi tertinggi sebesar 0,00001282 mpy.
References
Amanto, Hari., Daryanto. (1999). Ilmu bahan. Jakarta : Bumi aksara.
Fontana, M. G. (1987). Corrosion Engineering. Singapore : McGraw-Hill Book.
Jones, D. A. (1996). Principles and Prevention of Corrosion Second Edition. Pretice Hall, Inc : Unites States of America.
Pattireuw, Kevin.J. (2013). Analisis Laju Korosi Pada Baja Karbon Dengan Menggunakan Air Laut Dan H2SO4. Universitas Sam Ratulangi Manado : Teknik Mesin.
Aditya S., Bima dan Arya, Mahendra S. S.T, M.T. 2015. Pengaruh Kedalaman
dan Cairan Pendingin Terhadap Kekasaran dan Kekerasan Permukaan
Pada Proses Bubut Konvensional. Universitas Negeri Surabaya.
Mura Yusri dan Asmed. 2010. Pengaruh Parameter Pemotongan Terhadap
Kekasaran Permukaan Proses Bubut Untuk Material ST37. Politeknik
Negeri Padang.