Perbandingan Perolehan Energi Listrik Tenaga Surya Antara Beberapa Algoritma Maximum Power Point Tracker (MPPT) Pada Kondisi Berbayang Sebagian

Muhammad Al-Rizky, M Jasa Afroni, Bambang Minto Basuki

Sari


Dikarenakan cadangan energi konvesional yang terbatas, diperlukan energi terbarukan untuk dikembangkan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Energi surya termasuk energi terbarukan yang potensial yang dapat dikonversi menjadi listrik menggunakan fotovoltaik. Fotovoltaik memiliki karakteristik yang nonlinier, dan efisiensi yang kecil yang dipengaruhi oleh tegangan kerja dari panel surya. Untuk memperoleh efisiensi yang maximum, diperlukan algoritma yang dapat melacak MPP (Maximum Power Point) dari kurva P-V panel surya. Dalam penelitian ini, digunakan algoritma IC, P&O dan GMPPD secara langsung dalam perangkat arduino uno, dua modul fotovoltaik 20 WP dan buck converter. Hasil penelitian dalam kondisi yang berbeda menunjukkan bahwa algoritma GMPPD memperoleh pelacakan titik daya maximum tertinggi yaitu rata-rata sebesar 5,42 Watt, algoritma IC rata-rata sebesar 5,31 Watt, dan algoritma P&O rata-rata sebesar 4,86 Watt. Sedangkan perolehan energi listrik dalam semua kondisi algoritma GMPPD memperoleh energi tertinggi yaitu sebesar 0,862 Wh, algoritma IC sebesar 0,845 Wh, dan algoritma P&O sebesar 0,775 Wh. Kata Kunci : MPPT, IC, P&O, GMPPD, Algoritma, Fotovoltaik, Arduino Uno, Konverter

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


H. Bayu and J. Windarta, “Tinjauan

Kebijakan dan Regulasi

Pengembangan PLTS di Indonesia,†J.

Energi Baru dan Terbarukan, vol. 2,

no. 3, pp. 123–132, 2021.

A. S. Pratiwi, S. D. Nugraha, and E.

Sunarno, “Desain dan Simulasi

Bidirectional DC-DC Converter untuk

Penyimpanan Energi pada Sistem

Fotovoltaik ( Design and Simulation of Bidirectional DC-DC Converter for

Energy Storage in Photovoltaic

System ),†vol. 9, no. 3, pp. 305–310,

E. T. Akinyemi, H. A. Abdulkareem, H.

Bello, and U. F. Abdu-Aguye,

“Technical Review of Partial Shading

Detection and Global Maximum Power

Point Tracking for Photovoltaic

Systems Operated Under Shading

Condition,†J. Sci. Technol. Educ., vol.

, no. 2, pp. 283–293, 2022.

R. Dwidayanti, H. Gusmedi, and S.

Ratna, “Optimasi Pengisian Daya

Baterai Pada Panel Surya

Menggunakan Maximum Power Point

Tracking (MPPT),†Electr. – J.

Rekayasa dan Teknol. Elektro, vol. 11,

no. 1, pp. 21–31, 2017.

P. Harahap, “Pengaruh Temperatur

Permukaan Panel Surya Terhadap

Daya Yang Dihasilkan Dari Berbagai

Jenis Sel Surya,†RELE (Rekayasa

Elektr. dan Energi) J. Tek. Elektro, vol.

, no. 2, pp. 73–80, 2020.

D. C. Bani, M. Pujiantara, and H.

Suryoatmojo, “MPPT Pada Sistem PV

Menggunakan Algoritma Firefly dan

Modified P&O dengan Konverter

Hybrid Cuk terkoneksi ke Grid Satu

Phasa di Bawah Kondisi Partial

Shaded,†J. Tek. ITS, vol. 5, no. 2, pp.

B128–B134, 2016.

P.G.G.Priajana, I. N. S. Kumara, and I.

N. Setiawan, “Grid Tie Inverter Untuk

PLTS Atap Di Indonesia: Review

Standar Dan Inverter Yang

Compliance Di Pasar Domestik,†J.

SPEKTRUM, vol. 7, no. 2, pp. 62–73,

M. I. Fadriantama and R. M. S.

Adinandra, “Analisis Perbandingan

Kinerja Algoritme Perturb And

Observe (P&O) Dan Incremental

Conductance (IC) Pada Sistem

Kendali Maximum Power Point

Tracker (MPPT) Untuk Sistem

Photovoltaic (PV) Paralel,†J. Chem.

Inf. Model., pp. 1–6, 2018.

J. B. Silva, J. P. S. Simão, M. A. S.

Cristiano, P. C. Nicolete, C. Heck, and

K. S. Coelho, “A DC electric panel

remote lab,†Int. J. Online Eng., vol. 12,

no. 4, pp. 30–32, 2016.

A. S. Samosir, N. I. Tohir, and A. Haris,

“Rancang Bangun Catu Daya Digital

Menggunakan Buck Converter

Berbasis Mikrokontroler Arduino,†Jur.

Tek. Elektro, Fak. Tek. Univ.

Lampung, vol. 11, no. 1, pp. 44–52,

R. Yahaya, R. I. Z. R. Z. Hashim, and

M. Mustaffa, “Photovoltaic Low Voltage DC-DC Buck Converter for Maximum

Power Point Tracker (MPPT),†Politek.

Kolej Komuniti J. Eng. Technol., vol. 6,

no. 1, pp. 1–16, 2021


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.