Pengaruh Perangkap Warna Terhadap Jenis Serangga Hama Pada Perkebunan Kopi (Coffea L.) Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Anindya Amelia Kusuma, Hasan Zayadi, Sama' Iradat Tito

Abstract


Malang Regency is one of the major coffee-producing centers in East Java Province. Its geographical conditions dominated by highlands, fertile volcanic soil, and adequate rainfall are highly favorable for coffee cultivation. Insect pests are a primary factor contributing to reduced productivity and compromised coffee bean quality. These pests can attack virtually every part of the plant, including the leaves, stems, branches, roots, and fruit. This study aims to determine the diversity, number of insect pests and uniformity index of insect pests trapped in adhesive color traps to find out whether there is an interaction between the effect of the color of the trap and the effect of the best combination of color species responses as information about integrated pest management in plantation areas. coffee in Patokpicis Village, as well as knowing the condition of environmental factors that affect the diversity of insect pests in the coffee planting area. The research was conducted in Patokpicis Village, Wajak District, Malang Regency from November 2022 to April 2023. The research used a systematic plot arrangement (line plot sampling). Data collection used a quantitative descriptive method with a color factor (color trap) with different color levels, namely W1=yellow, W2=green, W3=red and different heights, namely T1=50cm, T2=100cm, T3=150cm. The results showed that the highest Dominance Index was in the Bactrocera dorsalis species. Yellow is a color frequently associated with insect pests particularly at a height of 100 cm indicating that it is perceived as a highly attractive food stimulus, causing insects to frequently gravitate towards it. Based on the correlation analysis, the abiotic factor influencing insect abundance is air temperature, as it affects the habitat of the pest insects.

 

Keywords: Diversity, Color Traps, Insect Pests.

ABSTRAK

 

Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Provinsi Jawa Timur. Kondisi geografis yang didominasi oleh dataran tinggi, tanah vulkanik yang subur, serta curah hujan yang cukup mendukung pertumbuhan tanaman kopi. Serangga hama merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas dan mutu biji kopi. Hama dapat menyerang hampir semua bagian tanaman, mulai dari daun, batang, cabang, akar, hingga buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman, jumlah serangga hama dan Keseragaman serangga hama yang terperangkap di perangkap warna berperekat untuk mengetahui apakah terjadi interaksi dari pengaruh warna perangkap serta pengaruh kombinasi yang paling baik dari respon jenis warna sebagai informasi tentang pengendalian hama terpadu pada areal perkebunan kopi di Desa Patokpicis, serta mengetahui kondisi faktor lingkungan yang mempengaruhi keanekaragaman serangga hama di areal pertanaman kopi. Penelitian dilaksanakan di Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang pada bulan November 2022 sampai April 2023. Metode penelitian menggunakan penataan plot secara sistematik (line plot sampling). Perlakuan menggunakan faktor warna (color trap) dengan taraf warna yang berbeda yaitu W1=kuning, W2=hijau, W3=merah dan ketinggian yang berbeda yaitu T1=50cm, T2=100cm, T3=150cm. Data penelitian menunjukkan Indeks Dominansi tertinggi pada Spesies Bactrocera dorsalis. Pengaruh warna yang seringkali dijumpai baik serangga hama adalah warna kuning dengan ketinggian 100 cm hal ini menandakan bahwa warna kuning dianggap sebagai stimulus makanan yang banyak digemari sehingga kerap kali dihampiri serangga. Berdasarkan hasil analisis korelasi, faktor abiotik yang mempengaruhi keberadaan jumlah serangga (ekor) adalah suhu udara hal ini berpengaruh pada habitat serangga hama.

 

Kata kunci: Keanekaragaman, Perangkap warna, Serangga Hama.

 


Full Text:

PDF

References


Agastya. I., Julianto, R., & Marwoto. 2020 “Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Intensitas Serangan Kutu Kebul (Bemisia Tabbaci Genn) Dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Kedelai” Dalam Jurnal Buana Sains Vol 20 No 1: 99 - 110, 2020

Basri, N. M., dkk. 2023. Teknologi Bahan Alam Buku Ajar. CV. Science Techno Direct.

Badan Pusat Statistik. 2020. Kecamatan wajak dalam angka 2020. Kurnia Offshet.

BPS. 2024. Statistik Kopi Indonesia(Vol. 8).

Esti Rahayu, Syamsul Rizal, Marmaini. 2021. Karakteristik Morfologi Serangga Yang Berpotensi. Volume 3 No. 2, Agustus 2021, 39-46.

Firmansyah, I. Muhammad S dan Liferdi L. 2017.Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk N, P, dan K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.). J. Hort. Vol. 27 No. 1.

Handani M, Natalina M, Febrita E. 2015. Inventarisasi serangga polinator di lahan pertanian kacang panjang (Vygna cylindrica) kota pekanbaru dan pengembangannya untuk sumber belajar pada konsep pola interaksi makhluk hidup di smp. Jurnal Online Mahasiswa Unri. 1-11.

Klowden, M.J. 2002. Physiological System in Insect. Acad press. London.

Kusmaryono, Y. 1999. Hubungan Cuaca – iklim Dengan Hama Tanaman. Materi Kuliah Online Geomet. FMIPA. IPB

Leksono, A. S. 2010. Keanekaragaman Hayati. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Mawan, A., dkk. 2022. Pemanfaatan Warna pada Perangkap Serangga. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 20-25.

Nurawan, A. 2022. Teknologi Perbenihan dan Budidaya Kopi Arabika.

Salaki, C. L., & Dumalang, S. 2017. IbM pengendalian hama terpadu (PHT) pada tanaman sayuran di Kota Tomohon. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 2(2), 246–255.

Siahaya, VG. 2014. Tingkat Kerusakan Tanaman Kelapa oleh Serangan Sexava nubila dan Oryctes rhinoceros di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Barat. Jurnal Budidaya Pertanian. 10(2): 93-99. Kecamatan Kairatu. Kabupaten Seram Barat.

Siti Marirotuz Zahro, Ari Hayati, Hasan Zayadi. 2020. Distribusi Serangga Hama pada Lahan Pertanaman Kedelai (Glicyne max) Fase Generatif di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Benih Palawija Singosari, Malang. Jurnal Ilmiah Biosaintropis. Vol 5 No 2. 1-9. Singosari. Malang.

Sumarmiyati, H. Fitri, dan Sundari. 2019. “Keragaman Serangga Pada Pertanaman Padi Sawah Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.” Jurnal Pros Sem Nas Masy Biodlv Indor 5(2):217–21. doi: 10.13057/psnmbi/m050213.

Sodiq, M. 1993. Hama Lalat Buah dan Pengedaliannya. Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’. Surabaya.

Tito Sama’ Iradat . 2021. Hama Kutu Sisik Pada Tanaman Apel : Relevansi Untuk Menyelamatkan Tanaman Apel. Vol 1. H 127. Universitas Brawijaya Negeri Malang: UB Press.

Wicaksono, A., Atmowidi, T., dan Priawandiputra, W. 2020. Diversity of Natural Enemies in the Colony of Lepidotrigona terminata Smith (Hymenoptera : Apidae: Meliponinae). Jurnal Sumberdaya Hayati, 6(2), 33-39.

Yulianto, A. 2006. Keanekaragaman Kepiting di Hutan Mangrove Desa Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Fakultas Perikanan. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v4i2.32393

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.

Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.