Pengaruh Perbandingan Sterilan Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Nanobubbles ozon (NBSO3) terhadap Eksplan Anggrek Cattleya sp.
Abstract
Sterilization is the initial stage that is the key to the success of in vitro culture. In addition to tools and materials, explants also need to be sterilized. One sterilant that can be used is hydrogen peroxide (H2O2). H2O2 is a chemical compound that can activate the antioxidant defense system to prevent damage ti plant cells. In addition to H2O2, ozone Nanobubbles (NBsO3) can also be used as a sterilant because they can stimulate plant growth with a very small form of oxygen and have antioxidants, accelerate photosynthesis and increase nutrient absorption in tissue culture techniques. The purpose of this study was to determine the effect and comparison of the effectiveness of H2O2 and NBsO3 in increasing the growth of Cattleya sp. Orchids. This research method was experimental with a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and each treatment had 5 replications. The first treatment: was aquadest for 5, 10 and 15 minutes. The secound treatment: 96% alcohol for 5, 10 and 15 minutes. The third treatment: 1% H2O2 for 5, 10 and 15 minutes. The fourth treatment: NBsO3 for 5, 10 and 15 minutes. The fifth treatment: a combination of NBsO3 + 1% H2O2 for 5, 10 and 15 minutes. The parameters observed were the percentage of living explants, the time of cintamnation, and the type of contamination. Qualitative data analysis ws descriptively presented in the form of tables and graphs. The data analysis used was the multivariate analysis of variance (MANOVA) test. The MANOVA test showed that treatment had a significant effect on live explants (p= 0.011), but immersion time (p= 0.830) and the interaction between the two (p= 0.947) werw not significant. The tukey HSD follow up test showed that the NBsO3 and 1% H2O2 treatment with a 10 minute immersion was the best combination of treatment and immersion time. The results of the study showed that the treatment of NBsO3and 1% H2O2 with immersion for 10 minutes was the best combination of treatment and immersion time because it showed that the explants were still sterile with a high survival percentage of 90-95%.
Keywords: Sterilant, H2O2, NBsO3, Culture, Orchids
ABSTRAKSterilisasi merupakan tahap awal yang menjadi kunci keberhasilan kultur in vitro. Selain alat dan bahan, eksplan juga perlu di sterilisasi salah satu bahan sterilan yang dapat digunakan adalah hidrogen peroksida (H2O2). Dalam sterilisasi H2O2 melepaskan oksigen saat terurai, menciptakan lingkungan oksidatif yang merusak struktur sel, membantu menjaga kondisi aseptik didalam media kultur, meminimalkan resiko kontaminasi dan dukung pertumbuhan jaringan tanaman yang bersih.Selain H2O2, Nanobubbles ozon (NBsO3) juga dapat digunakan sebagai bahan sterilisasi karena dapat membunuh mikroorganisme dan menguraikan kontaminan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan efektifitas H2O2 dan NBsO3 dalam sterilisasi anggrek Cattleya sp. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan masing-masing 5 ulangan. Perlakuan pertama: kontrol akuades selama 5, 10, dan 15 menit. Perlakuan kedua: alkohol 96% selama 5, 10, dan 15 menit. Perlakuan ketiga: H2O2 1% selama 5, 10, dan 15 menit. Perlakuan keempat: NBsO3 selama 5, 10 dan 15 menit. Perlakuan kelima: kombinasi NBsO3+H2O2 1% selama 5, 10 dan 15 menit. Parameter yang diamati yaitu persentase eksplan hidup, waktu muncul kontaminasi dan jenis kontaminasi. Analisis data kualitatif secara deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis data yang digunakan adalah uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Uji MANOVA menunjukkan perlakuan berpengaruh signifikan terhadap eksplan hidup (p = 0,011), namun waktu perendaman (p = 0,830) dan interaksi keduanya (p = 0,947) tidak signifikan. Uji lanjut Tukey HSD menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p > 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NBsO3 dan H2O2 1% dengan perendaman selama 10 menit merupakan kombinasi terbaik dari perlakuan dan lama perendaman karena menunjukkan kondisi eksplan yang masih steril dengan persentase hidup yang tinggi yaitu 90-95%.
Kata kunci: sterilan, H2O2, NBsO3, Kultur, Anggrek
Full Text:
PDFReferences
Adisarwanto, T. Irawati, Handoyo, F. Novianto, D.P. Santoso, D.S. Mintarto, T. Rahayu, N.Watiningsih, W. Sutiwi, L. Sipayung, N. Erawati, P.P. Hernita, A. Y. Wibowo, O. Yuniardi, & E. Suwarno, 2019. Anggrek spesies Indonesia. Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta.
Andalasari T. D., Y. Yafi sham, & Nuraini. 2020. Respon pertumbuhan anggrek Dendrobium terhadap jenis media tanam dan pupuk daun. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14(1): 76-82.
Puspa A., T. Rahayu., G.E. Jayanti. 2024. Analysis of Nanobubbles (NBs) Technology and Foliar Fertilizion on the Growth of Phalaenopsis sp. Orchid. Berkala Sainstek. 12(2): 37-43.
Annisa, dan Syadza. 2022. Gambaran penggunaan disinfektan pada rumah tangga selama pandemic covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2021. Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Arditti, J. 1992. Fundamentals of Orchid Biology. John Wiley & Sons.
Barker, W.G. 2021. A system of maksimum multiplication of the banana plant. Trop. Agric, 36(4), 275-278.
Campbell, N. A., J. B. Reece, & L. G. Mitchell. 2021. Biologi. Jilid 2 (Edisi 5). Jakarta: Erlangga.
Cassells, A. C. 2012. Contamination and its impact in plant tissue culture. Acta Horticulturae, 958, 43–50.
Dewanti, P. 2018. Teknik Kultur Jaringan Tanaman: Prinsip Umum dan Metode Aplikasi di Bidang Bioteknologi Pertanian. Jember. UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember.
Fujii, T., S. Kim, & T. Okubo. 2021. Antimicrobial properties of ozone nanobubbles and their application in plant tissue culture. Plant Cell, Tissue and Organ Culture, 147(3), 501–512.
Gaba, V. B. 2019. Plant Growth Regulators in Plant Tissue Culture and Development. In: Trigiano and Gray. Plant Development and Biotechnology. CRC Press. London.
Gao, Y. 2019. The use of hydrogen peroxide in sterilization of explants in tissue culture. Journal of Agricultural Science.
Gardner, F.P., R.B. Pearce, & R.L. Mitchell. 2018. Fisiologi tanaman budidaya. (Terj.: H. Susilo), Universitas Indonesia Press.
George, E. F., M. A. Hall, & G. J. De Klerk, 2008. Plant Propagation by Tissue Culture (3rd ed.). Springer.
Hossain, M. M., M. Sharma, J. A.Teixeira da Silva, & P. Pathak. 2013. Seed germination and tissue culture of selected Indian orchids: A review. Botanical Review, 79(4), 497–513.
Irianti, T., T. Kuswandi, S. Nuranto, Purwanto. 2021. Antioksidan dan Kesehatan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Irwanto. 2019. Biologi. (Terj.: Wasmen Manalu). Jakarta: Erlangga. Iswanto, H. 2020. Petunjuk perawatan anggrek. Agro Media Pustaka, Jakarta.
Kastono, D., H. Sawitri, & Siswandono. 2021. Pengaruh nomor ruas stek dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kumis kucing. Jurnal Ilmu Pertanian, 12(1): 56-64.
Kristina, N. N., & F. S. Syahid. 2019. Pengaruh air kelapa terhadap multi-plikasi tunas in vitro, produksi rimpang, dan kandungan xanthorrhizol temulawak di lapangan. Jurnal Littri, 18(3): 125-134.
Lee, K. M. 2020. Effectiveness of nanobubbles ozonated water in microbial sterilization. International Journal of Nanotechnology.
Li, Y. 2016. Reactive oxygen species and their roles in plant microbe interactions. Plant Science Journal.
Lyndon, R. F. 1998. The shoot apical meristem: Its growth and development. Cambridge University Press.
Mahna, S. K. 2020. Surface sterilization strategies for explants. Plant Cell Culture Review.
Matsuura, R.; Kometani, N.; Horibe, H.; Shirafuji, T.2022. Peningkatan dekomposisi polutan beracun dengan pelepasan berdenyut bawah air dengan adanya hidrogen peroksida dan gelembung mikro. Jpn J. Appl. Fisika.
Nurfadilah, Siti. 2013. Pertumbuhan dan Perkembangan Bibit Rhynchostylis retusa L. (Bl.) (Orchidaceae) Pada Konsentrasi Fosfor (P) Berbeda. Pasuruan: UPT BKT Kebun Raya Purwodadi-LIPI. Buletin Kebun Raya, 16(1):50-61.
Pratiwi, I., Nurhayati, E., & D. Ramdani. 2019. Pertumbuhan anggrek Cattleya pada berbagai media tanam. Jurnal Floratek, 14(1): 25–31.
Rahma Nita, Suci. 2015. Kajian Fenologi Perbungaan Anggrek Merpati (Dendrobium crumenatum) di Limau Manis Padang, Sumatra Barat. Padang: Universitas Andalas. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 4(3): 188-192.
Rahmawati, F. 2022. Pemanfaatan ozon dalam bentuk nanobubbles untuk sterilisasi mikroba pada kultur jaringan tanaman. Jurnal Biologi Tropika, 6(2): 47-59.
Takeuchi, N.; Ishibashi, N.; Sugiyama, T.; Kim, 2018. Pemanfaatan ozon yang efektif dalam proses oksidasi lanjutan berbasis plasma. Sumber Plasma Sci. Technol. , 27, 055013.
Wang, Y., Sun, X., & Y. Zhang. 2020. Application of ozone micro-nanobubbles in sterilization and food preservation. Ultrasonics Sonochemistry, 64, 104980.
Yusnita. 2015. Kultur Jaringan Tanaman Sebagai Teknik Penting Bioteknologi untuk Menunjang Pembangunan Pertanian. Universitas Lampung, Lampung.
Zeng, S., Yang, Y., Zhang, N. Ye, J., Huang, Y. Xiao, M. 2021. Peningkatan degradasi ozon dari air limbah p-nitrofenol dengan reaktor gelembung mikro yang berputar. Chem. Ind. Eng. Prog., 2(4): 4091–4099.
DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v3i2.29812
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.
Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






