Analisis Kadar Glukosa Media Sebelum dan Sesudah Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus).

Moh Syaifuddin Bahri, Ahmad Syauqi, Gatra Ervi Jayanti

Abstract


ABSTRACT

White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) is a mushroom that is relatively in great demand by the people of Indonesia for cultivation and is expected to generate economic value quite rapidly. The planting medium that is commonly used is derived from sawdust. In accordance with the progress of science, the mixed material that can be used for mushroom growing media is made from bagasse (Bagase). The purpose of this study was to determine the initial growth that occurred in various types of mushroom media using materials from bagasse (sugarcane dregs) and wood sawdust and to determine glucose levels in various types of mushroom media. In this study using the experimental method with a study design comparison of the average of two populations. It consisted of two treatments, the first: A (before growing mushrooms) and the second B (after growing mushrooms) with the same concentration of media, namely 50% bagasse and 50% sawdust. Mixed ingredients such as lime and rice bran are added to the media to increase mushroom nutrition and mushroom productivity. Data analysis used in this research is t-test analysis. The results of this study showed that the average glucose level in the treatment before growing mushrooms was 3,46% and the average glucose level in the treatment after growing mushrooms was 2,70%. The two treatments were significantly different at P<0.05.

Keywords : Bagasse (Bagase), Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus), Glucose.

ABSTRAK

Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur yang relatif banyak diminati oleh masyarakat Indonesia untuk dibudidayakan dan diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang cukup pesat. Media tanam yang sudah umum digunakan yaitu berasal dari serbuk gergaji kayu. Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan bahan campuran yang dapat digunakan untuk media tanam jamur yaitu berbahan ampas tebu (Bagase). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pertumbuhan awal yang terjadi pada macam media jamur yang menggunakan bahan dari Bagase (Ampas Tebu) serta serbuk gergaji kayu dan mengetahui kadar glukosa pada macam media jamur. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian perbandingan rerata dua populasi. Terdiri atas dua perlakuan, yang pertama : A (sebelum tumbuh jamur) dan yang kedua B (sesudah tumbuh jamur) dengan kosentrasi media yang sama yaitu 50% ampas tebu dan 50% serbuk gergaji kayu. Adapun bahan campuran seperti kapur dan juga bekatul yang ditambahkan pada bahan media guna untuk meningkatkan nutrisi jamur serta produktivitas jamur. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis uji-t. Hasil dari penelitian ini rata-rata kadar glukosa pada perlakuan sebelum tumbuh jamur yaitu 3,46% dan rata-rata glukosa pada perlakuan sesudah tumbuh jamur 2,70%. Dua perlakuan berbeda nyata ditujukan pada P<0,05.

 

Kata kunci: Ampas Tebu (Bagase), Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), Glukosa.

 


Full Text:

PDF

References


Suriawiria, U. 2002. Budidaya Jamur Tiram. Yogyakarta: Kanisius Soenanto.

Neville, F., Ardianto, R., Viktaria, V., Budihalim, V., & Sari, I. J. (2018). Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kadar Sukrosa Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram di Tangerang Selatan. Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 13.

Sumarmi. 2009. Pengaruh Macam Media Tanam dan Lama Pengomposan Terhadap Hasil Jamur Kuping (Auricularia polytricha). Jurnal Inovasi. Pertanian 4.(8) : 110 -118

Syauqi, A., S. Fatima dan D. Choiroh. 2021. The Delignification of plant residual for sccharification growth by the fungal consortium: A practical approach. International Journal of Energyy Development 11(1):63-69. DOI:10.14710/Ijred.2022.37768.

Hartadi H, Reksohadiprojo S, Tillman A,. 1990. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia.

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Betts, W.B., R.K. Ball A.S., and Pedlar, S.L. 1991. Biosynthesis and Structure of Lignocellulose. In Betts (eds) Biodegradation: Natural and Synthetic Materials. Berlin, Germany : Springer-Verlag, pp. 139-155.

Ernest M, Marco, Reddy CA. 2012. Microbial Degradation of Xenobiotics Singh, S.N (Ed). Barcelona: Autonomous University of Barcelona. Gender, R. 1986. Bercocok Tanam Jamur. Bandung: Pioner Jaya.

Chang ST dan Miles PG,. 2004. Mushrooms : Cultivation, Nutritional Value, Medical Effect and Environmental Impact. 2nd Ed. New York: CRC Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v3i2.29177

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.

Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.