ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI PEKARANGAN RUMAH MASYARAKAT KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR
Abstract
Medicinal plants play an important role as a source of natural remedies, especially in Indonesia, which is rich in biodiversity. Home yards are utilized as places to grow medicinal plants for daily needs and easy access.
The aim of this study is to identify the types of medicinal plants, to understand their processing and usage methods, as well as their distribution in the home yards of the community in Tenggarong District. The research was conducted in two urban villages, namely Baru and Panji. This study uses a descriptive qualitative method through observation, semi-structured interviews, and documentation, with respondents selected through purposive sampling. Data on identified medicinal plants, respondent answers, usage values, and distribution of medicinal plant species were analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that there were 19 orders, 19 families, and 29 species of medicinal plants, with the most commonly used plant being ginger (Zingiber officinale), which had the highest use value (0.53). The most common method of processing was boiling (47%), the most frequent method of use was drinking (60%), and a total of 22 plant species showed the highest distribution, with ginger (Zingiber officinale) being the most widely distributed species, recorded in 18 home garden plots, 10 in Baru Sub-district and 8 in Panji Sub-district.
Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants, Home yards, Tenggarong, Kutai Kartanegara.
ABSTRAKTumbuhan obat berperan penting sebagai sumber pengobatan alami, terutama di Indonesia yang kaya keanekaragaman hayati. Pekarangan rumah dimanfaatkan sebagai tempat menanam tumbuhan obat untuk kepentingan sehari-hari dan kemudahan akses. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat, mengetahui cara pengolahan dan cara pemanfaatan tumbuhan obat, serta distribusi tumbuhan obat di pekarangan rumah masyarakat Kecamatan Tenggarong. Penelitian dilakukan pada 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Baru dan Kelurahan Panji. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif menggunakan metode observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan sampling responden secara purposive sampling. Data hasil identifikasi tumbuhan obat, jawaban responden, nilai guna dan distribusi jenis tumbuhan obat dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 Ordo, 19 Familia dan 29 spesies tumbuhan obat, tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan adalah jahe (Zingiber officinale) dengan nilai guna 0,53, cara pengolahan terbanyak direbus (47%), cara pemanfaatan terbanyak diminum (60%), dan distribusi spesies tumbuhan terbanyak adalah 22 spesies, salah satunya adalah jahe yang memiliki distribusi terbanyak, yaitu di 18 plot pekarangan, masing – masing sebanyak 10 plot pekarangan di Kelurahan Baru dan 8 plot pekarangan di Kelurahan Panji.
Kata kunci : Etnobotani, Tumbuhan obat, Pekarangan rumah, Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Full Text:
PDFReferences
Sutoyo, S. 2010. Keanekaragaman Hayati Indonesia: Perspektif Ekologi dan Konservasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Riadi, R., Oramahi, H. A., & Yusro, F. 2019. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Suku Dayak Kanayatn Di Desa Mamek Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 7(2), 905-915. https://doi.org/10.26418/jhl.v7i2.34559
Sagala, Z., Listya, C., & Anggraeni, M. 2021. Etnomedisin Suku Dayak Kenyah Bakung Desa Umaq Bekuai Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Seminar Nasional Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia, 12(1), 193–197. Retrieved from http://jte.pmei.or.id/index.php/jte/article/view/144
Puspita, B. et al. 2022 .Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat Suku Dayak Kanayan Di Dusun Bantang Desa Babane Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang. Protobiont, 11(3), 81–90.
Hoffman, B., & Gallaher, T. 2007. Importance indices in ethnobotany. Ethnobotany Research and Applications, 5, 201–218. https://doi.org/10.17348/era.5.0.201-218
Singarimbun, E., Elfrida, E., and Indriaty, I. 2024. Indigenous Knowledge and Herbal Medicine : Exploring the Ethnobotany of the Karo Tiganderket Tribe in Indonesia. Heca Journal of Applied Sciences.
Hastiana, Y., Nawawi, S., & Azizah, S. 2023. Pemanfaatan Tumbuhan Suku Zingiberaceae di Desa Sidorejo Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 6(1), 288–294.
Hadiarti, S.P., Hayati, A., & Zayadi, H. 2025. Studi Etnobotani Herbal Untuk Kesehatan pada Masyarakat Desa Dampit dan Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Sciscitatio, 6(1), 24-35.
Hayati, A., Arumingtyas, E. L., Indriyani, S., & Hakim, L. 2016. Local knowledge of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) in east Java, Indonesia. International Journal of Current Pharmaceutical Review and Research, 7(4), 210–215.
Khasanah, D.U., Hayati, A. and Zayadi, H., 2023. Eksplorasi Pengetahuan Lokal Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Jurnal JIMSUM, 1(2), pp.10-22.
Argus, A., Zahiroh, S., & Ali, M. 2024. Eksplorasi Etnobotani Sebagai Obat Tradisional Masyarakat Desa Duko Kecamatan Rubaru - Sumenep. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 9(2), 136–142. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v9i2.564
Abadiyah, S., Hayati, A., dan Zayadi, H. 2024. Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM), 2(2), 177-189.
Putri, D.A., Hayati, A., dan Zayadi, H. 2024. Etnobotani dan Distribusi Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Masyarakat Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM), 2(2), 190-204.
Fajarwati, K. 2024. Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Pada Etnis Ende, Lio, Nataia, Dhawe Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(1), 54–68.
Novriana, D., Oktoba, Z., Oktarlina. R.Z., & Triyandi, R. 2024. Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Lampung Di Pekon Margakaya Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Indonesian Journal of Biological Pharmacy, Vol.4 (3), 137-151.
Melviani, M., Rohama, R., & Noval, N. 2022. Penggunaan Tanaman Sebagai Obat pada Masyarakatan Suku Banjar, Dayak, dan Bugis di Kalimantan Selatan: The Use of Plants as Medicine in the People of Banjar, Dayak, and Bugis Tribes in South Kalimantan. Jurnal Surya Medika (JSM), 8(2), 171–177. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i2.3882
Astana, P.R., Nisa, U., Triyono, A., Ardiyanto, D., Fitriani, U., Zulkarnain, Z., Adwaita, K.P., and Novianto, F.W. 2021. Medicinal plants used by traditional healers for hemorrhoid treatment in Borneo island: Ethnopharmacological study RISTOJA. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. doi:10.1088/1755-1315/913/1/012097
Muzayyan, A. R. ., Hayati, A., & Zayadi, H. 2025. Eksplorasi Etnobotani Herbal Untuk Kesehatan pada Masyarakat Pulau Giligenting Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. SCISCITATIO, 6(1), 1–14.
Maharani, R., & Purnomo, P. 2017. Tumbuhan Obat Secara Tradisional Oleh Suku Jawa di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Universitas Gajah Mada. http://etd.repository.ugm.ac.id/
Lestari, D., Koneri, R., & Maabuat, P. V. 2021. Keanekaragaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat pada Pekarangan di Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. JURNAL BIOS LOGOS, 11(2), 82. https://doi.org/10.35799/jbl.11.2.2021.32017
Mun'im, A, Forestrania, RC, Elya, B, Rissyelly, , Puspitasari, N & Ariestanti, D. 2024. Analisis Mikroskopis Tumbuhan Obat. CV. Eureka Media Aksara.
Yuan, H., Ma, Q., Ye, L., & Piao, G. 2016. The traditional medicine and modern medicine from natural products. Molecules, 21(5). https://doi.org/10.3390/molecules21050559
Dubale, S., Kebebe, D., Zeynudin, A., Abdissa, N., & Suleman, S. 2023. Phytochemical Screening and Antimicrobial Activity Evaluation of Selected Medicinal Plants in Ethiopia. Journal of Experimental Pharmacology, 15, 51–62.
Barokah, U., Rahayu, W., & Antriyandarti, E. 2022. Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Tanaman Bumbu Dapur Berkhasiat untuk Kesehatan di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 7(2), 856–862.
Abadiyah, S., Hayati, A., & Zayadi, H. 2024. Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang, 2, p. 177.
Rafdinal, U. M. R. E. R. P. 2019. Inventarisasi Jenis-jenis Tanaman Pekarangan dan Pemanfaatannya di Desa Tanjung Merpati Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 8(2). https://doi.org/10.26418/protobiont.v8i2.32476
Galluzzi, G., Eyzaguirre, P. & Negri, V. 2010. Home gardens: neglected hotspots of agro-biodiversity and cultural diversity. Biodivers Conserv 19, 3635–3654. https://doi.org/10.1007/s10531-010-9919-5
DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v3i1.27922
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.
Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






