Komunitas Burung Pesisir di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura
Abstract
Water birds are types of birds that depend on water areas or wetlands. This study aims to determine the diversity of coastal birds and their conservation status in the Kalianget sub-district of theumenep madura district. This research was conducted in December 2023-July 2024. This type of research is a quantitative description using the point count method. The sampling technique follows the transect path with 5 observation points and the distance between points is 50 m with a time of 10 minutes per point. Measurement of abiotic factors, namely temperature, air humidity, light intensity, wind speed using the bmkg info application and lux meter application. . The results of this study at the three stations obtained 5 families with 9 species with the conservation status of birds found at all stations categorised as Least Concern (Low Risk). At station 1 the diversity index value (H') 2.03, evenness index (E) 0.92, and dominance index (C) 0.14. At station 2 the diversity index value (H') 1.87, evenness index (E) 0.96, and species dominance index (C) 0.16. And at station 3 the value of the diversity index (H') 1.87, the evenness index (E) 0.88, the dominance index of the species (C) 0.18. The coefficient test results show that the relationship between abiotic factors and coastal bird diversity has an insignificant correlation because the sig value> 0.05
Keywords: coastal birds, diversity, point count
ABSTRAKJenis burung yang dikenal sebagai burung air biasanya bergantung pada habitat seperti perairan dan lahan basah untuk kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman burung pesisir dan status konservasinya di kecamatan kalianget kabupaten sumenep madura. Penelitian ini dilakukan pada bulan desember 2023-juli 2024. Jenis penelitian ini yaitu deskripsi kuantitatif dengan menggunakan metode point count. Teknik pengambilan sampel mengikuti jalur transek dengan 5 titik pengamatan dan jarak antar titik 50 m dengan waktu 10 menit per titik. Pengukuran faktor abiotik yaitu suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya, kecepatan angin dengan menggunakan aplikasi info bmkg dan aplikasi lux meter. . Hasil penelitian ini pada ketiga stasiun di dapatkan 5 famili dengan 9 spesies dengan status konservasi burung yang ditemukan pada semua stasiun dikategorikan Least Concern (Risiko Rendah). Pada stasiun 1 nilai indeks keanekaragaman (H’) 2.03, indeks kemerataan (E) 0.92, dan indeks dominansi (C) 0.14. Pada stasiun 2 nilai indeks keanekaragaman (H’) 1.87, indeks kemerataan (E) 0.96, dan indeks dominansi jenis (C) 0.16. Dan pada stasiun 3 nilai indeks keanekaragaman (H’) 1.87, indeks kemerataan (E) 0.88, indeks dominansi jenis (C) 0.18. Hasil uji koefisien diketahui bahwa hubungan faktor abiotik dengan keanekaragaman burung pesisir memiliki korelasi yang tidak signifikan karena nilai sig >0.05.
Kata kunci: burung pesisir, keanekaragaman, point count,
Full Text:
PDFReferences
Aditio, R., Sudiar, N.Y., Dwiridal, L., Amir, H. 2023. Microclimate Characteristics in Mangrove Forest Areas in Padang City. Journal of Climate Change Society. 1(17), 104-114.
Dzatiyah, Tutut H. 2014. Keanearagaman Dan Kelimpahan Jenis Burung Di Kawasan Hutan Mangrove Baros Kretek Bantul Yogyakarta. Skripsi. Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.
Endah G.P. 2014. Keanekaragaman Jenis Burung pada Ekosistem Ekotone Padang Penggembalaan Sadengan, Taman Nasional Alas Purwo. Laporan Penelitian. Jurusan Biologi Universitas Padjadjaran. Sumedang.
Fikriyanti, M., Wulandari, W., Fauzi, I., & Rahmat, A. 2018. Keragaman Jenis burung pada berbagai komunitas di pulau Sangiang, Provinsi Banten. Jurnal Biodjati. 3(2), 157-165.
Hafif, A. 2013. Struktur Komunitas Burung di Kawasan Karst Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Skripsi. Universitas Padjadjaran. Sumedang.
Hidayat, M. M., Santoso, A. D., & Rahmawati, M. 2024. Rancang Bangun Sistem Monitoring Cuaca Berbasis Google Spreadsheet untuk Nelayan di Wilayah Pesisir Pantai. Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika. 3(2), 11-27.
Jumilawaty, E., Mardiastuti, A., Prasetyo, L. B., & Mulyani, Y. A. 2011. Keanekaragaman Burung Air di Bagan Percut, Deli Serdang Sumatera Utara. Media konservasi, 16(3): 108-113.
Junaid, A.R. 2021. Status Burung Indonesia. Tanggal akses pada 27 September 2021. URL: http://www.burung.org.com
Makkatenni., Jalil., Amirullah., Ahmad, S.W., & Nasaruddin, M. 2023. Biodiversitas Burung Air di Kawasan Mangrove di Sekitar Muara Sungai Lakawali dan Sungai Ussu Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Jurnal Sumber Daya Hayati. 9 (1): 24-29.
Novri, R. R., Sudarti., Yushardi. 2021. Analisis Potensi Energi Angin Tambak untuk Menghasilkan Energi Listrik. Journal of Research and Education Chemistry. 3(2). 96-112.
Odum. EP.1993. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. CV. Remadja. Bandung.
Purnamawati, A. D., S. W. Saputra & D. Wijayanto. 2015. Nilai Ekonomi Hutan Mangrove di Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Diponegoro. Journal Management of Aquatic Resources. 3(4): 204-213.
Prawiradilaga, D. M. 2019. Keanekaragaman dan Strategi Konservasi Burung Endemik Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. LIPI Press. Jakarta.
Sukmantoro, W., Irham, M., Novarino, W., Hasudungan, F., Kemp, N., & Muchtar, M. 2007. Daftar burung Indonesia. Edisi 2. The Indonesian Ornithologist’s Union/LIPI/OBC Smythies Fund/Gibbon Foundation. Bogor.
Susanti T. 2014. Indonesia miliki 1666 jenis burung dan terkaya jenis endemis. Tanggal akses 16 November 2014. URL: http://www.burung.org.com
DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v3i1.27360
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.
Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






