Analisis Cemaran Bakteri Dengan Metode Angka Lempeng Total (ALT) Produk Jamu Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
Abstract
Indonesia has a wide variety of plants that can be utilized as traditional medicine. Because access to traditional medicine is relatively easy, the demand for the development of the utilization of natural ingredients in traditional medicine is increasing. Jamu is a herbal medicine that is widely used by the Indonesian people, made from basic raw materials, most of which have never been studied and standardized. One type of herbal medicine is Temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Contamination is an impurity contained in food products that comes from microbes that can endanger human health. The purpose of the study was to examine traditional herbal medicine products Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) using the TPC method, so that according to BPOM RE 2023 regulations on safety and quality requirements for traditional medicines contain regulations that have been set by the government to ensure the safety and quality of traditional medicines. This research uses descriptive with qualitative research design. Based on research findings on contamination in the production of temulawak (Curcuma xanthorrhiza) herbal medicine. The Total Plate Count (TPC) test revealed the presence of bacterial colonies of 9.0 x 101. The contamination value met the BPOM quality requirements. Some of the main factors that contribute to bacterial growth include temperature, pH, and water activity, which are considered the most important factors in supporting bacterial development. The presence of contamination is caused by poor product and water handling processes, contamination of this temulawak herbal medicine product, generally comes from the room, equipment and tables, water, and air used during the manufacturing process.
Keywords: Herbal medicine, contamination, total plate count, product safety, Curcuma longa
ABSTRAKIndonesia terdapat bermacam ragam tumbuhan yang sanggup dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Karena akses terhadap obat tradisional relative mudah, saat ini permintaan untuk pengembangan pemanfaatan bahan alam dalam pengobatan tradisional semakin meningkat. Jamu merupakan obat herbal yang banyak digunakan Masyarakat Indonesia, terbuat dari bahan baku dasar yang sebagian besar belum pernah diteliti dan di standarisasi. Salah jenis jamu yaitu Temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Kontaminasi merupakan ketidakmurnian yang terdapat dalam produk makanan yang berasal dari mikroba yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Tujuan penelitian untuk memeriksa produk jamu tradisional temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan menggunakan metode ALT, sehingga sesuai peraturan BPOM RE 2023 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat tradisional berisi regulasi yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjamin keamanan dan kualitas obat tradisional. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan desain penelitian ini bersifat kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian tentang kontaminasi pada produksi obat herbal temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Tes Angka Lempeng Total (ALT) mengungkapkan keberadaan koloni bakteri sebesar 9,0 x 101. Nilai cemaran memenui syarat mutu BPOM. . Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada pertumbuhan bakteri meliputi suhu, pH, dan aktivitas air, yang dianggap sebagai faktor paling penting dalam mendukung perkembangan bakteri. Adanya cemaran disebabkan oleh proses penanganan produk dan air yang belum baik, kontaminasi produk jamu temulawak ini, umumnya berasal dari ruangan, peralatan maupun meja, air, serta udara yang digunakan selama proses pembuatan.
Kata kunci: Jamu, Cemaran, Angka Lempeng Total, Keamanan Produk, Temulawak
Full Text:
PDFReferences
Syauqi, A. 2017. Mikrobiologi lingkungan peranan mikroorganisme dan kehidupan. Penerbit Andi.
Apriani., Ni. W. B., Noor, A. I. F., Rochmanah, S., (2014). Rosyunita 1.
BPOM. 2019. Badan pengawas obat dan makanan republik indonesia Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Persyaratan keamanan dan mutu Obat Tradisional. Bpom Ri, 11, 1–16.
BPOM RI. 2023. Badan pengawas obat dan makanan nomor 29 tahun 2023 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat bahan alam. Bpom, 11, 1–43.
Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A. 2008. Mikrobiologi Iftdokteran. Mikrobiologi Kedokteran, 23(1), 251–257.
Depkes RI. 1992. Prosedur operasional baku pengujian mikrobiologi (pp. III, 104 HAL., 29.). Departemen Kesehatan RI., 1992.
Dewi, M. N., Wigayanti, W., Fatmawati, P., Visca, R., Suriawati, J., & Rahmawati, S. R. 2022. Analisa Cemaran Bakteri Jamu Beras Kencur Sediaan Cair dengan Metode Angka Lempeng Total. Jurnal Serambi Engineering, 7(4), 4059–4064.
Dewi, LP, Fuadiyah, W., Nirwana, L., Zulkarnain, AR, & Faisal, F. 2023. Uji Aktivitas Anti Bakteri Eksrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli dengan Metode Difusi Sumuran dan Paper Disk. Era Sains: Jurnal Penelitian Sains, Keteknikan dan Informatika , 1 (4), 8-14.
Faisal, F. 2011. Perbandingan Prevalensi HBsAg Positif pada Penderita Yang Memeriksakan Diri di Rumah Sakit Islam Gondang Legi Malang dengan Metode Elisa. J. Heal. Sci, 1(2), 60.
Lay, B. W. 1994. Analisa mikroba dilaboratorium. PT Raja Grafindo Persada.
Masturoh, I., & Anggita, N. 2018. Covariance Structure Analysis of Health-Related Indicators in Elderly People Living at Home with a Focus on Subjective Health Perceptions.
Mulia, S. 2022. Identifikasi Cemaran Bakteri Pada Jamu Serbuk Produksi Rumah Tangga Yang Dijual Di Salah Satu Pasar Tradisional Di Kabupaten Pekalongan. Jurnal Medika Husada, 2(1), 25–28.
Muna, F., & Khariri. 2020. Bakteri Patogen Penyebab Foodborne Diseases. Prosiding Seminar Nasional Biologi Di Era Pandemi Covid-19, September, 74–79.
Nur, F. L., & Frianto, D. 2023. Sosialisasi Pemanfaatan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). yang Dibuat dalam Sediaan Permen Gumy untuk Menambah Nafsu Makan pada Anak di Desa Waluya. Abdima Jurnal Pengabdian Mahasiswa, 2(1), 4067–4072.
Standardisasi, D., Pangan, P., Bidang, D., Keamanan, P., Dan, P., Berbahaya, B., Pengawas, B., Dan, O., & Indonesia, R. 2012. Pedoman kriteria cemaran pada pangan siap saji dan pangan industri rumah tangga.
Tivani, I. 2018. Uji Angka Lempeng Total (ALT) Pada Jamu Gendong Kunyit Asem di Beberapa Desa Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. PSEJ (Pancasakti Science Education Journal), 3(1), 43–48.
DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v3i1.27190
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.
Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






