Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Alternantera amoena Voss) pada Media Pasir

NUR SAFITRI, Ratna Djuniwati Lisminingsih, Ari Hayati

Abstract


ABSTRAK

Tanaman bayam merah (Alternantera amoena Voss) adalah salah satu sayuran yang memiliki nilai ekonomi, terutama di Indonesia. Pertumbuhan tanaman bayam dipengaruhi banyak faktor antara lain adalah pupuk. Limbah cair tahu dapat digunakan sebagai pupuk. Telah dilakukam penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu terhadap pertumbuhan bayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri 9 perlakuan konsentrasi limbah cair tahu 0, 25, 50, 75, 100, 125, 150, 175, dan 200 mL/L. Ada 3 kali ulangan setiap perlakuan, ada 2 faktor parameter digunakan dalam penelitian ini, yakni faktor biotik adalah faktor utama, yang terdiri dari tinggi, jumlah daun, berat basah dan kering, dan panjang akar tanaman. Faktor pendukung lainnya adalah pH media pasir, suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi, jumlah daun, berat basah, dan berat kering tanaman bayam merah dipengaruhi oleh limbah cair tahu. Konsentrasi P8 (limbah cair tahu 200 mL/L) merupakan konsentrasi terbaik yang mempercepat pertumbuhan tinggi, jumlah daun, berat kering dan basah tanaman. Kemudian faktor abiotik seperti pH media pasir, suhu, dan kelembapan media pasir, intensitas cahaya matahari, dan suhu udara dan kelembapan udara, sesuai dengan syarat tumbuh tanaman bayam merah (Alternantera amoena Voss).

Kata kunci: Bayam Merah, Fermentasi, Limbah Cair Tahu

 


Full Text:

PDF

References


Indahwati. 2008. Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Cabai Merah (Capsicum Annum L) secara Hidroponik dengan Metode Kultur Serabut Kelapa. Skripsi Universitas Muhammadiyah Malang. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Aliyenah, A Napoleon,dan Yudono. 2015. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir). Jurnal penelitian sains. 17 (3): 1- 6.

Asmoro , Y. 2008. Pemanfaatan limbah tahu untuk peningkatan hasil tanaman petsai (Brassica chinensis). Jurnal Bioteknologi. 5 (2) : 51-55.

Rukmana, 2008. Bertanam dan Pengolahan Pascapanen bayam. Kanisius Yogyakarta

Supryiati. 2011. Klasifikasi Bayam Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sutedjo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta. Pp. 20 -21 Kurnia, M. E. (2019). Sistem Hidroponik Wick Organik Menggunakan Limbah Ampas Tahu Terhadap Respon Pertumbuhan Tanaman Pak Choy (Brassica chinensis L.). Doctoral dissertation, UIN Raden Intan. Lampung

Ekawati, M, 2006. Pengaruh Media Multipikasi terhadap Pembentukan Akar dan Tunas in Vitro Nenas (Ananas comosus L Merr) cv. Smooth Cayeene pada Media Penangkaran.Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Mubin, F.2021. Efektifitas Pemberian Limbah Cair Tahu Dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Timun Suri (Cucumis lativus). Kumpulan Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas sains dan Tekhnologi, 2(2), 66 -66.

Lahadassy.J. 2007. Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair terhadap Tanaman. Jurnal Agrisistem. Vol. 3. No. 2. NO. 2.

Mursito, D. dan Kawiji. 2002. Pengaruh kerapatan tanam dan kedalaman olah tanah terhadap hasil umbi lobak (Raphanus sativus L). Agrosains. 4:1-6




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v3i1.26615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.

Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.