Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis (Raffles, 1821) di Hutan Kera Nepa Desa Batioh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang

Mut Mutmainnah, Hari Santoso, Hasan Zayadi

Abstract


The aim of this research is to determine the daily activities that are frequently and rarely carried out by long-tailed monkeys (Macacafascicularis) in the Nepa Monkey Forest, Batioh Village, Banyuates District, Sampang Regency. This research was carried out in the Nepa Monkey Forest for 30 days, with 3 observation periods, namely: morning, afternoon and evening. The research method was carried out using the focal animal sampling method and using a recording method by observing and recording daily activities every 1 minute for 20 minutes in the outer monkey group and the rear monkey group, with a rest time of around 10 minutes. Data analysis is processed in quantitative descriptive form. The research results show that the dominant activities carried out by long-tailed monkeys in the Nepa Monkey Forest are: Mooving: Moving activities get a percentage value of  50.83%, Forragging: Foraging activities get a percentage value of 45.14%, Feeding: Eating activities with a percentage value 37.07%, Resting: Resting behavior with a percentage result of 21.31%, Aggressive: Angry or fighting activities in long-tailed monkeys get a value of 5.95%, Grooming: or self-cleaning activities in monkeys get a percentage value of 1.27% and Playing: Or playing activities get a value of 0.43%. The daily activities of long-tailed monkeys include: Forag-ing: looking for food, Feeding: eating, Grooming: self-care, Moving: changing places, Resting: resting, Aggression: Angry, Playing: playing and On vactim: hugging. Activities that were not found were mating: mating and sleeping activities in long-tailed monkeys

 

Keywords: Activity, Daily, Long-tailed Monkey

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas harian yang sering di lakukan dan jarang dilakukan monyet ekor panjang (Macacafascicularis) dihutan Kera Nepa Desa Batioh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Peneitian ini dilakukan di Hutan Kera Nepa selama 30 hari, dengan 3 periode pengamayan yakni : pagi, siang dan sore hari.  Metoda penelitian yang dilakukan menggunakan metode Focal animal sampling dan menggunakan metode pencatatan dengan mengikuti mengamati serta mencatat aktivitas harian setiap 1 menit selama 20 menit pada kelompok monyet bagian luar dan monyet bagian belakang, dengan waktu istirahat sekitar 10 menit. Analisis data diolah dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dominan dilakukan oleh monyet ekor panjang di Hutan Kera Nepa yaitu : Mooving : Aktivitas bergerak mendapatkan nilai presentase 50,83%, Forragging: Aktivitas mencari makan mendapatkan nilai presentase 45,14%, Feeding: Aktivitas makan dengan nilai presentase 37,07%, Resting: perilaku Istirahat dengan hasil presentase 21,31%, Aggressive: Aktivitas marah atau bertengkar pada monyet ekor panjang mendapat nillai 5,95%, Grooming : atau aktivitas membersihkan diri pada monyet mendapatkan nilai presentase 1,27% dan Playing : Atau aktivitas bermain mendapatkan nilali 0,43%. Aktivitas harian monyet ekor panjang meliputi: Foraging : mencari makanan, Feeding : makan, Grooming : perawatan diri, Moving : berpindah tempat, Resting :  isitirahat, Aggression : Marah, Playing : bermain dan On vactim : mendekap. Aktivitas yang tidak ditemukan yaitu Mating : kawin, dan aktivitas tidur pada monyet ekor panjang.

 

Kata kunci: Aktivvitas, Harian, Monyet Ekor Panjang



Full Text:

PDF

References


Rowe, N. 1996. The Pictorial Guide to The Living Primatas. Buku. Pogonias Press. New York. 263 p.

Muhibbuddin.2005. Studi Perilaku Satwa liar Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularisRaffles, 1821) untuk Pengembangan Ekowisata diKawasan Hutan Wisata Kaliurang Yogyakarta.[Tesis]. Yogyakarta:Program Studi Ilmu Kehutanan. Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian. SekolahPascasarjana UGM.NapierJRand Napier PH. 1985. The Natural History Of The Primates. British Museum. London..

Supriatna, JA., Yanuar., Martarinza., Wibisono, HT., Asinaga, R., Sidik I., dan Iskandar, S. 1996. A preliminary survey of long-tailed and pig-tailed macaques (Macaca fascicularis and Macaca nemestrina) in Lampung, Bengkulu, and Jampi provinces, Southern Sumatera, Indonesia. Tropic Biodiv 3(2): 131 –140.

Wheatley, BP. 1980. Feeding and Ranging of East Bornean. In: The Macaques: Studies in Ecology, Behaviour and Evolution, Lindburg, D. (Ed). Van Nostrand Reinhold Co., New York. Pp. 215-246.

Putra Arta, I.G.A., Fuentes, A., Suaryana, K.G. dan Rompis, A.L.T. 2000. Perilaku Makan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Wenara Wana, Pedangtegal, Ubud, Bali. Konservasi Satwa Primata: Tinjauan Ekologi, Sosial Ekonomi, dan Medis dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pros. Sem. Primatologi Indonesia, Yogyakarta 7 September 2000. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Gummert DM. 2011. The common monkey of shoutheast Asia : Long-tailed macaque populations, ethnophoresy, and their occurence in human environments. Di dalam: Gumert DM, Fuentes A and engel LJ, editor. Monkeys on the edge. Ecology and Management of Long-Tailed Macaques and their Interface with Humans. United kingdom : Cambridge University Press pp:3-43.

Sajuthi, D. 1984. Satwa Primata Sebagai Hewan Laboratorium. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Fooden J. 1995. Systematic Review of Southeast Asia Long Tail Macaques: Macaca fascicularis (Rafles [1821]). Illn.

Fooden, J. 2006. Comparative review of fascicularis-grooup species of macaques (primates: Macaca). Fieldiana: Zoology, n.s. 107:1-43.ois (US): Field Museum of Natural History.

Cowlishaw, G. dan Dunbar, R. 2000. Primate Conservation Biology. Chicago: Univ Chicago Pr.

Gaur-Hion, A., Bouliére, F., Gautier, J.-P., and kingdon, J. (eds.), 1988. A Primate Radiation. Evolutionary Biology Of The African Guenons. Cambridge University Press.

Putra Arta, I.G.A., Fuentes, A., Suaryana, K.G. dan Rompis, A.L.T. 2000. Perilaku Makan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Wenara Wana, Pedangtegal, Ubud, Bali. Konservasi Satwa Primata: Tinjauan Ekologi, Sosial Ekonomi, dan Medis dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pros. Sem. Primatologi Indonesia, Yogyakarta 7 September 2000. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Fragaszy DM, Boinski S, Whipple J. 1992. Behavioral Sampling in The Field: Comparison of Individual and Group Sampling Methods. American Journal of Primatology 26: 259-275. Gillingham S, Lee. 2003. People and Protected Areas: a Study of Local Perceptions of Wildlife Crop Damage Conflict in an Area Bordering The Selous Game Reserve, Tanzania. Oryx 37: 316-325.

Fachrul MF. 2008. Metode Sampling Bioekolgi. Jakarta : Bumi Aksara.

Saputra KGW, Watiningsih NL, Ginantra IK. 2014. Aktivitas Harian Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Wisata Alam Sange, Kabupaten Badung, Bali. Jurnal Biologi XVIII (1): 14-18.

Rizaldi, M.R. 2016. Aktivitas Makan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Hutan Nepa Kabupaten Sampang, Universitas Negeri Surabaya.

Sinaga, S.M., Utomo, P., Hadi, S., & Archaitra, N.A. 2010.Pemanfaatan Habitat olehMonyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kampus IPB Darmaga. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Suwarno. 2014. Studi Perilaku Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Pulau Tinjil. Prosiding Seminar Nasional XI Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya. Surakarta: Program studi Pendidikan Biologi FKIP UNS.

Fittinghoff , NAJr dan Lindburg DG. 1980. Riverine refuging in east Bornean Macaca fascicularis. In: The macaques: studies in ecology, behavior and evolution. Lindburg, D. G. (ed). 1980. Van Nostrand Reinhold, New York.

Faizah, U. 2016. Aktivitas Makan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Hutan Nepa Kabupaten Sampang, Universitas Negeri Surabaya

Pujiantari, P.M.I 2019. Perilaku Harian Monyet Ekor Panajng (Macaca fascicularis) dan kehadiran Pengunjung di Taman Wisata Sangeh Bali. Fakultass Biologi, Universitas Nasional Jakarta.

Suprihandini,W.1993.Studi Variasi Ritme Aktivitas Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles 1821) Menurut Jenis Kelamin dan Kelas Kelompok Umur diPulau Tinjil Kabupaten Pandeglang Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor. Fakultas Kehutanan, Institus Pertanian Bogor.

Watiniasih, N. L. 2002. Perilaku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Wanara Wana Monkey Forest, Padang Tegal Ubud, Gianyar. Jurnal Biologi. 6 (2): 64-67.

Tarigan B. 2009. Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Manadala Wenara Wana Padangtegal Ubud. (Skripsi). Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar.

Wibowo, M.G.E 2017. Pola Perilaku Berselik (Grooming bihavior) Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) di Suaka Margasatwa Paliyan, gunung Kidul Yogyakarta, Fakultas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam UNY.




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v2i2.23845

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.

Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.