PERBANDINGAN PRODUKSI SPERMATOZOA CAIR PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA DENGAN KAMBING SAANEN (Capra Aegagrus hircus)

Sholihatul Linda Alviana, Husain Latuconsina, Faisal Faisal

Abstract


The population of goats in Indonesia is quite large and widely distributed, with kacang goat taking first place, followed by other types of goats, including the Etawa Peranakan goat. The method of taking samples is to accommodate spermatozoa with AV , then macroscopic and microscopic observations are carried out using IVOA II to determine the percentage of normality and abnormality of spermatozoa. The results obtained in the normality study of Pe goats and Saanen goats, that of the two groups show that the normality of Ettawa breeder goats and Saneen goats has a different percentage.

ABSTRAK

Populasi kambing di Indonesia terbilang cukup besar dan tersebar luas dengan jenis kambing kacang menempati urutan pertama diikuti jenis kambing lain diantaranya kambing Peranakan Etawa . Metode mengambil sampel dengan menampung spermatozoa dengan AV , kemudian dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan IVOA II untuk mengetahui presentase normalitas dan abnormalitas spermatozoa. Hasil yang di dapat dalam penelitian normalitas kambing pe dengan kambing saanen, Bahwa dari kedua kelompok tersebut menjunjukkan bahwa normalitas kambing Pernakan Ettawa dengan kambing Saneen memiliki persentase yang berbeda.

 

Kata kunci: Normalitas dan abnormalitas , Kambing Peranakan ettawa, Kambing Saanen

 


Full Text:

PDF

References


Nursyam. 2007. Perkembangan IPTEK Bidang Reproduksi Ternak Untuk Meningkatkan Produktivitas. Ternak. http//:www.unlam.ac.id./Journal/ Pdf_File. diakses pada tgl 22 November 2012

Setiadi, B.,K. Diwyanto Dan I. Mahendri. 2011. Model Pembibitan Sapi Potong Berdayasaing Dalam Suatu Sistem Integrasi Sawit-Sapi. Integrasi Tanaman-Ternak, 1(1): 1-29.

Susilawati. T,.2011. Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Dengan Kulitas Dan Depolisi Semen Yang Berbeda Pada Kambing Peranakan. Jurnal Ternak Tropika 12(2):15-24. Dani, R. (2016). Identifikasi Karakteristik Sifat Kuantitatif Kambing Peranakan Etawah Betina Dikelompok Ternak Mitra Usaha Kec.Semarang kab.Garut. Garut: Universitas Garut.Vol.1 : No.1 : Desember 2016.Hal 24-32.

Hastono, dkk.1998. Kualitas semen kambing PE pada umur yang berbeda di Kecamatan Kaligesing. Di dalam: Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor, 1-2 Desember 1998. Hlm. 324-327.

Tambing, dkk.2001. Kualitas semen beku kambing Peranakan Etawah setelah ekuilibrasi. Hayati 8:70-75.

Yusuf, dkk.2005. Daya tahansemen cair kambing peranakan ettawah dalam pengencer kuning telur dengan kemasan dan konsentrasi spermatozoa yang berbeda. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis 30:217-223.

Mokoagow, dkk.2021. Makroskopik semen segar kambing bangsa Peranakan Etawa (PE), Boer dan Saanen di Balai Inseminasi Buatan Lembang. Zootec Vol. 41 No. 1 : 150 – 157 (Januari 2021) pISSN 0852 – 2626 eISSN 2615 – 869.

Kartasudjana, R. 2001. Teknik inseminasi buatan pada ternak. Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Jakarta.

Rizal, dkk.2016. Daya Hidup Spermatozoa Kambing Peranakan ettawa Yang dipreservasi dengan Berbagai Jenis Pengence. 81 jitro vo .3 no.3 september 2016.

Kaka, dkk.2014. Persentasenira lontar (Borassus flabellifer L) dalam pengencer Tris-kuning telur terhadap kualitas semen cair kambing peranakan etawah yang disimpan suhu 3 - 5 °C. Jurnal Nukleus Peternakan 1:21-27.




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v2i2.23363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.

Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.