PENGARUH LIFESTYLE, PERSEPSI KEMUDAHAN, PERSEPSI RESIKO TERHADAP IMPULSE BUYING

Faiza Amalia Agustin, Dadang Krisdianto, Khoiriyah Trianti

Sari


Studi ini difokuskan pada upaya menguji serta menganalisis pengaruh lifestyle,persepsi kemudahan, persepsi resiko terhadap impulse buying pada pengguna shopee paylater di Universitas Islam Malang. Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk menganalisis data. Teknik pengumpulan data menggunakan nonprobability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, sehingga diperoleh sebanyak 100 responden pengguna shopee paylater di Universitas Islam Malang. Alat analisis yang digunakan ialah software SPSS 27. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying , persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying , dan variabel persepsi resiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Kemudian, secara simultan variabel lifestyle, persepsi kemudahan, persepsi resiko memberikan kontribusi terhadap impulse buying

Kata Kunci


Lifestyle, persepsi kemudahan, persepsi resiko, impulse buying

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andrian, dkk (2022). Perilaku Konsumen. Cetakan ke-1. Malang: Penerbit Rena Cipta Mandiri Andrian, dkk (2022). Perilaku Konsumen. Cetakan ke-1. Malang:Penerbit Rena Cipta Mandiri.

Diana, L. S., Trihudiyatmanto, M., & Apriliani, R. A. E. (2024). Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Manfaat, Persepsi Resiko, Intensitas Penggunaan Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Impulse buying Pengguna Shopee Paylater. Jamasy: Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah, 4(4), 16-32. https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/jamasy/article/view/7859

Firmansyah, M. Anang. (2018). Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasaran). Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Giantri dkk (2025) Strategi Brand Engagement Melalui Social Media Marketing. Cetakan Bandung: Penerbit Intelektual Manifes Media.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivarite Dengan Program Ibm Spss 19. Diponegoro : Badan Penerbit Universitas

Ittaqullah, N., Qalbi, L. S., & Isalman, I. (2023). Gaya Hidup terhadap Perilaku Impulse Buying pada Konsumen Marketplace. Jurnal Sublimapsi, 4(2), 349. https://ojs.uho.ac.id/index.php/sublimapsi/article/view/39127 Suryani T (2013). Perilaku Konsumen Di Era Internet. Edisi Pertama. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Jogiyanto (2008). Sistem Informasi Keprilakuan. Yogyakarta:Penerbit Andi

Leon, Suryaputri dan Kunawangsih (2023) Metode Penelitian Kuantitatif Manajemen, Keuangan, Akuntansi. Jakarta Selatan : Salemba Empat.

Purwanto Nuri. 2022. Impulse buying Dalam Perspekti Pengambilan Keputusan. Cetakan I. Sumedang: CV. Literasi Nusantara Abadi.

Populix (2023). 63% Milenial di Indonesia Aktif Menggunakan Paylater.

Sabry (2024). Mental Accounting. One Billion Knowledgeable

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Cv. Alfabeta.

Sulaiman & Waluyo (2024). Pengaruh Religiusitas, Sales Promotion dan Persepsi Resiko Terhadap Impulsive Buying Dalam Penggunaan Shopee Pay Later. In Seminar Nasional Akuntansi dan Manajemen PNJ (Vol. 5, No. 2).

Suryani T (2013). Perilaku Konsumen Di Era Internet. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu

Voi.id (2023). Survei Populix: Shopee Paylater Jadi Brand yang Banyak Digunakan.

Wahyuni, R. S., & Setyawati, H. A. (2020). Pengaruh sales promotion, hedonic shopping motivation dan shopping lifestyle terhadap impulse buying pada e-commerce shopee. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), 2(2), 144-154.

Wijaya, dkk. (2024). Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan, Resiko dan Keamanan Terhadap Impulse buying Pengguna Spaylater di Kabupaten Bekasi. GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP, 2 (01), 28–41.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.