PENANGGULANGAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH NARAPIDANA DI DALAM LAPAS

Muhammad Feri Kriswanto

Abstract


Abstrak

Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) sebagai tempat pembinaan dan perbaikan terhadap para narapidana diharapkan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat menanggulangi volume kejahatan dalam masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakataan adalah “suatu tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana, anak didik, pemasyarakatan, dan klien pemasyarakatan (warga binaan pemasyarakatan). Pemasyarakatan memiliki peranan yang sangat strategis dalam rangka pembinaan sumber daya manusia, pelaksanaan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) termasuk bagaimana terciptanya keadaan kondusif dalam pelaksanaan tugas di Lembaga Pemasyarakatan

Kata kunci: narapidana, pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan

 

Abstract

Penitentiary (LAPAS) as a place for fostering and improving prisoners is expected to function properly so that it can overcome the volume of crime in society as mandated in Law No. 12 of 1995 concerning Corrections is "a place to carry out fostering inmates, students, prisons , and correctional clients (prisoners). Penitentiary has a very strategic role in the framework of fostering human resources, the implementation of fostering Penitentiary Guidance (WBP) including how the creation of a conducive situation in carrying out tasks at the Penitentiary

Keywords: prisoners, coaching, correctional institutions

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Open Journal System Developer(s): Public Knowledge Project