PENYELESAIAN SENGKETA TRANSAKSI ELEKTRONIK MELALUI ARBITRASE ONLINE DI INDONESIA (Studi Perbandingan Indonesia Dengan Belanda)

Lailurrahman Dilang Fauziya R

Abstract


ABSTRACT

 

The rapid development of electronic transactions has transformed legal relationships and created the need for dispute resolution mechanisms that are more effective, efficient, and responsive to technological advancements. Arbitration has emerged as a relevant alternative dispute resolution mechanism; however, Indonesia's arbitration framework remains primarily designed for conventional proceedings and does not explicitly regulate online arbitration. This study aims to analyze the arbitration system for resolving disputes arising from electronic transactions in Indonesia and to compare it with the legal framework of the Netherlands in order to identify best practices that may serve as a model for the development of Indonesian arbitration law. This research employs normative legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches. Legal materials are analyzed descriptively through the interpretation of legislation, legal doctrines, and relevant scholarly literature. The findings indicate that Indonesia has established a legal basis through Law Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution and Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions; however, neither statute specifically regulates online arbitration procedures. In contrast, the Netherlands, through the Dutch Arbitration Act 2015, has adopted a more comprehensive framework governing the use of electronic means throughout the arbitration process, including arbitration agreements, communications, hearings, and electronic arbitral awards. Accordingly, the Dutch regulatory framework provides valuable best practices for Indonesia, particularly in strengthening the legal recognition of electronic arbitration agreements, procedural flexibility, the integration of information technology, and institutional support to ensure legal certainty in resolving disputes arising from electronic transactions.

Keywords: Online Arbitration; Electronic Transactions; Dispute Resolution

 

ABSTRAK 

 

Perkembangan transaksi elektronik telah mendorongperubahan pola hubungan hukum yang menuntutmekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologiinformasi. Salah satu mekanisme yang relevan adalaharbitrase, namun pengaturan arbitrase di Indonesia masih berorientasi pada prosedur konvensional dan belum mengatur secara eksplisit arbitrase berbasiselektronik (online arbitration). Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis sistem penyelesaian sengketamelalui arbitrase dalam transaksi elektronik di Indonesia serta membandingkan pengaturannyadengan sistem hukum Belanda guna menemukanpraktik terbaik yang dapat dijadikan model pengembangan hukum arbitrase di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatifdengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatankomparatif. Bahan hukum dianalisis secara deskriptifmelalui penafsiran terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telahmemiliki dasar hukum melalui Undang-UndangNomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan AlternatifPenyelesaian Sengketa serta Undang-Undang Nomor11 Tahun 2008 tentang Informasi dan TransaksiElektronik, namun belum mengatur secara khususprosedur arbitrase online. Sebaliknya, Belanda melaluiDutch Arbitration Act 2015 telah memberikanpengaturan yang lebih komprehensif terhadappenggunaan sarana elektronik dalam setiap tahapanarbitrase, mulai dari perjanjian arbitrase, komunikasi, pemeriksaan, hingga putusan arbitrase elektronik. Oleh karena itu, praktik pengaturan arbitrase di Belanda dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan sistemarbitrase Indonesia melalui penguatan pengaturanmengenai perjanjian arbitrase elektronik, fleksibilitasprosedural, penggunaan teknologi informasi, sertadukungan kelembagaan guna mewujudkan kepastianhukum dalam penyelesaian sengketa transaksielektronik.

Kata kunci: Arbitrase Online; Transaksi Elektronik; Penyelesaian Sengketa


Full Text:

PDF

References


Peraturan perundang-undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945

Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Awards 1958

UNCITRAL Model Law on International Commercial Arbitration (1985, beserta amandemen 2006)

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Dutch Arbitration Act 2015

UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik

Buku

Fuady, Munir. Arbitrase Nasional: Alternatif Penyelesaian Sengketa Bisnis. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.

Fuady, Munir. Hukum Tentang Pembuktian dalam Perdata. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2012.

Harahap, M. Yahya. Arbitrase. Jakarta: Sinar Grafika, 2003.

Katsh, Ethan, and Orna Rabinovich-Einy. Digital Justice: Technology and the Internet of Disputes. New York: Oxford University Press, 2017.

Margono, Suyud. ADR dan Arbitrase: Proses Pelembagaan dan Aspek Hukum. Bogor: Ghalia Indonesia, 2004.

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, 15 ed. (Jakarta: Kencana, 2021), 33.

Philipus M. Hadjon, Argumentasi Hukum, 1 Ed (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005) 27

Subekti. Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa, 2005.

Sjahdeini, Sutan Remy. Keabsahan Kontrak Elektronik dan Perlindungan Hukum dalam Transaksi Elektronik. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2009.

Usman, Rachmadi. Pilihan Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2013.

Jurnal

Andriani, Agustini. “Akibat Hukum Pembatalan Putusan Arbitrase Dalam Kaitannya Dengan Prinsip Final and Binding” 4 (2022): 25–36. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i1.1528.

arbitration in the netherlands. Dutch Arbitration Act, 227 § (2015).

Afrizal Mukti Wibowo, “Perbandingan Hukum Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Arbitrase Online Indonesia dan Cina,” Jurnal Ilmiah Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, 2021, 1–15.

Abdul Halim Barkatullah dan Teguh Prasetyo, Bisnis E-Commerce: Studi Sistem Keamanan dan Hukum di Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), 14–16.

Azwar, Muhammad. “Prospek Penerapan Online Dispute Resolution Dalam Upaya Penyelesaian Sengketa Bisnis Di Indonesia” 2, no. 2 (2019): 179–96. https://doi.org/10.20473/mi.v2i2.13912.

Agustini Andriani, “Akibat Hukum Pembatalan Putusan Arbitrase dalam Kaitannya dengan Prinsip Final and Binding,” Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam 4, no. 1 (2022): 25–36.

Barkatullah, Abdul Halim. “Penerapan Arbitrase Online Dalam Penyelesaian Sengketa Transaksi E-Commerce,” no. 1 (n.d.): 363–82.

Cita Yustisia Serfiani, R. Serfianto D. Purnomo, dan Iswi Hariyani, Buku Pintar Bisnis Online dan Transaksi Elektronik (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2013), 3–7.

Dewi Asriani, “Keabsahan Kontrak Elektronik dalam Perspektif Hukum Perdata Indonesia,” Jurnal RechtsVinding 9, no. 2 (2020): 245–260.

Defriza1*, Rita, and Zulfahmi2. “Putusan Arbitrase Tidak Dapat Dieksekusi : Analisis Perbandingan Hukum Arbitrase Dan SIAC” 12, no. 1 (2026): 107–21.

Edmon Makarim, “Kerangka Kebijakan dan Reformasi Hukum untuk Kelancaran Perdagangan Secara Elektronik (E-Commerce),” Jurnal Hukum dan Pembangunan 44, no. 3 (2014): 315–338.

Entriani, Anik, and Mahasiswa. “ARBITRASE DALAM SISTEM HUKUM DI DI INDONESIA,” n.d.

Edmon Makarim, Pengantar Hukum Telematika: Suatu Kompilasi Kajian (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005), 210–214.

Fathurrahman, Muhammad Angga, Lenny Husna, Ilmu Hukum, Universitas Putera Batam, Ilmu Hukum, and Universitas Putera Batam. “PERBANDINGAN HUKUM INDONESIA DAN INDIA TERHADAP” 5, no. 4 (2023): 4478–87.

Fitri Novia Heriani. “6 Jenis Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi.” Hukum Online, 2024. https://www.hukumonline.com/berita.

Kirstin Nijburg and Bommel van der Bend, “Netherlands Arbitration Law: The Dutch Arbitration Act 2015,” Global Arbitration Review – The European, Middle Eastern and African Arbitration Review, 2016, 1–10.

M. Iqbal Asnawi, dkk. “Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa Perdata Melalui Arbitrase Di Negara Berkembang.” Konsep Ilmu Hukum 4 (2024).

Margono, Rizky Novian. “Pengembangan Hukum Penyelesaian Sengketa Bisnis Dengan Metode Arbitrase Online Di Indonesia ( The Law Development of Business Dispute Resolution Via Online Arbitrate Method in Indonesia )” 8, no. 1 (2012).

Mariam Darus Badrulzaman, Mendambakan Kelahiran Hukum Siber (Cyber Law) di Indonesia (Bandung: Pidato Purna Bhakti Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2001), 8.

Muhammad Angga Fathurrahman dan Lenny Husna, “Perbandingan Hukum Indonesia dan India terhadap Penyelesaian Sengketa Arbitrase Secara Online,” Jurnal Ilmiah Hukum dan Humaniora 3, no. 2 (2023): 120–134.

Muhammad Ihsan, dkk. “Penyelesaian Sengketa Dalam Hukum Arbitrase Yang Ditinjau Dari Undang-Undang No.30 Tahun 1999.” Cendekia I, no. 30 (2024).

nuha. “Tinjauan Umum Arbitrase.” Repository UIN Suska, 2022, 31–55.

Nurhayati, Yati. “Perbandingan Konsep Pembatalan Putusan Arbitrase Di Beberapa Negara.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 2 (2022): 335. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5700.

Prakoso, Andria Luhur. “Tinjauan Terhadap Arbitrase Syariah Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Bidang Perbankan Syariah,” 1999, 59–67.

Priowirjanto, Enni Soerja. “Pengaturan Transaksi Elektronik Dan Pelaksanaannya Di Indonesia Dikaitkan Dengan Perlindungan E-Konsumen” 1, no. 35 (2012): 286–300.

Sidi Ahyar Wiraguna1, Ivany Lengkong2. “Eksistensi Dan Masa Depan Lembaga Arbitrase Sebagai Alternative Dispute Resolution Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Di Indonesia,” 2026, 966–74.

Shinta Dewi, Cyberlaw 1: Perlindungan Privasi Atas Informasi Pribadi dalam E-Commerce Menurut Hukum Internasional (Bandung: Widya Padjadjaran, 2009

Thomas Schultz and Giovanni M. R. Comandé, “Online Dispute Resolution: Challenges for Contemporary Justice,” International Journal of Law and Information Technology 12, no. 3 (2004): 327–345.

United Nations Commission on International Trade Law, “UNCITRAL Model Law on International Commercial Arbitration with Amendments as Adopted in 2006,” Vienna: United Nations, 2008.

Widyanti, Sabilah, Desti Nur, Fitriah Pasaribu, Farida Maharani Nasution, and Annisa Divanny Nasution. “Arbitrase Solusi Alternatif Dalam Penyelesaian Sengketa” I, no. September (2024): 132–38.

Website

Fachri, Ferinda K. “Arbitrase Di Indonesia, Antara Aturan Dan Praktik.” Hukum Online, 2024. https://www.hukumonline.com/berita/a//. Diakses 29 mei juni 2026

Rifqani Nur Fauziah Hani. “Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.” DJKN Kementerian keuangan, 2020. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-. Diakses 5 juni 2026


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Open Journal System Developer(s): Public Knowledge Project