PENGATURAN DAN PENGAKUAN HAK CIPTA ATAS KARYA BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (Studi Komparatif Indonesia dan Uni Eropa)
Abstract
ABSTRACT
This study examines the development of Artificial Intelligence (AI), which has had a significant impact on the creation of works of art, literature, and science, yet has created a legal vacuum in Indonesia’s copyright regime, which remains oriented toward humans as creators. This study addresses how copyright for AI-based works is regulated within the legal systems of Indonesia and the European Union, as well as the legal status of the subject of copyright ownership to ensure legal certainty and protection. The methodology employed is normative law using legislative, comparative, and conceptual approaches through a literature review. The results of the study indicate that Law No. 28 of 2014 has not explicitly accommodated works generated by AI, and Law No. 11 of 2008 on Information and Electronic Transactions (ITE) designates AI as an Electronic Agent. AI works are classified into three forms: manual, AI-assisted, and fully AI-generated. Both Indonesia and the European Union require a dominant human contribution as the basis for copyright recognition; AI-assisted works that meet the elements of copyright with a dominant human contribution can still be recognized with humans as the creators.
Keywords: Copyright; Artificial Intelligence; EU AI Act; Legal Protection
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang telah memberikan pengaruh signifikan terhadap penciptaan karya seni, sastra, dan ilmu pengetahuan, namun menimbulkan kekosongan hukum dalam rezim hak cipta Indonesia yang masih berorientasi pada manusia sebagai pencipta. Penelitian ini mempermasalahkan bagaimana pengaturan hak cipta atas karya berbasis AI dalam sistem hukum Indonesia dan Uni Eropa, serta bagaimana eksistensi subjek hukum terhadap kepemilikan hak cipta guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum. Metode yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, dan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 belum mengakomodasi secara eksplisit karya yang dihasilkan oleh AI dan UU ITE No 11 Tahun 2008 Menetapkan sebagai Agen Elektronik. Karya AI diklasifikasikan menjadi tiga bentuk: manual, AI-assisted, dan fully AI-generated. Baik Indonesia maupun Uni Eropa mensyaratkan dominasi kontribusi manusia sebagai dasar pengakuan hak cipta; karya AI assisted yang memenuhi unsur hak cipta dengan kontribusi manusia yang dominan masih dapat diakui dengan manusia sebagai pencipta.
Kata Kunci : Hak Cipta; Artificial Intelligence; EU AI Act; Perlindungan Hukum
Full Text:
PDFReferences
Anggraini, D., Handayaningrum, W., Wahyuni Rahayu, E., Suryandoko, W., & Sabri, I. (2024). Kolaborasi seniman dan kecerdasan buatan (AI) dalam membangkitkan gelombang kreativitas di era revolusi seni digital. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 22(2), 111–119. https://journal.uny.ac.id/index.php/imaji/article/view/69734/pdf
Artawijaya, R., & Asri, D. P. B. (2025). Analisis asas orisinalitas dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta terhadap karya yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence. Jurnal Sosial Teknologi, 5(12), 4287–4295. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i12.32572
Damian, E. (1999). Hukum hak cipta menurut beberapa konvensi internasional, Undang-Undang Hak Cipta 1997 dan perlindungan terhadap buku serta perjanjian penerbitnya. Bandung: Alumni.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2025). Karya berbasis kecerdasan buatan, milik siapa? https://dgip.go.id/artikel/detail-artikel-berita/karya-berbasis-kecerdasan-buatan-milik-siapa
Dinata, G. P. D., Si Ngurah Ardhya, & Ratna Artha Windari. (2026). Urgensi regulasi baru UU ITE untuk mengatasi plagiarisme karya AI generatif. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 2872–2879. https://doi.org/ 10.61104/alz.v4i3.5741
Disemadi, H. S. (2021). Urgensi regulasi khusus dan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mewujudkan perlindungan data pribadi di Indonesia. Jurnal Wawasan Yuridika, 5(2), 177–196. https://doi.org/10.25072/jwy. v5i2.460
European Union. (2024). Regulation (EU) 2024/1689 of the European Parliament and of the Council laying down harmonised rules on Artificial Intelligence (AI Act).
Handoko, D dkk., (2024). Artificial Intelligence: Revolusi Kecerdasan Buatan. Penerbit Mifandi Mandiri Digital.
Medianna, O., & Lie, G. (2025). Reformulation of annual patent fee payment regulations as an effort to prevent the loss of intellectual property rights: Reformulasi pengaturan pembayaran biaya tahunan paten sebagai upaya mencegah hapusnya hak kekayaan intelektual. Academia Open, 10(2), 10–21070.
Praja, C. B. E., Hakim, H. A., Basri, B., Kurniaty, Y., & Sari, E. P. (2025). Legal analysis of AI-generated creations: Copyright law perspectives. E3S Web of Conferences, 622, 03005. EDP Sciences.
Rama, B. G. A., Prasada, D. K., & Mahadewi, K. J. (2023). Urgensi pengaturan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang hukum hak cipta di Indonesia. Jurnal Rechtens, 12(2), 209–224.
Sukmaningsih, N. K. I. A. (2025, Januari). Urgensi Pengaturan Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Solusi Hukum di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Hukum, Bisnis, Sains dan Teknologi, 5(1), 16–22.
Syaifudin, A., Heriawanto, B. K., Al-Abrori, M. A. A., & Humairoh, A. (2024). The influence of student's understanding of information and technology law on shaping character. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1772–1783.
RR Ella Evrita H. S. E., & M. M. (2025). Digital Darwinism: Hukum, kreativitas, dan evolusi media di era AI. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.
Wauran-Wicaksono, I. (2015). Hak Kekayaan Intelektual sebagai Benda: Penelusuran Dasar Perlindungan HKI di Indonesia. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2), 133–142. https://doi.org/10.24246/jrh.2015.v9.i2.p133 -142
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Powered by Open Journal System Developer(s): Public Knowledge Project






